Ahmad Hasanela, Sang Penjelajah Indonesia Timur

“Traveling bukan hanya tentang keindahan alam, tapi rasa syukur ketika saya melakukan hal lain yang bermafaat di daerah yang saya jelajahi” Ahmad Hasanela

Kenalkan kawan saya dari Pulau Maluku, namanya Ahmad Hasanela atau Nyong ambong. Dia dikenal dengan travel intagramer yang menceritakan perjalanannya lewat media instagram. Rela meninggalkan rumahnya dan tempat bekerjanya dan memulai sebuah perjalanan panjang demi sebuah mimpinya. Mimpi Keliling Indonesia Timur dalam waktu 100 hari. Ketika saya bertemu dengan beliau, dia sudah mengunjungi Ambon, Raja Ampat, Manado, Gorontalo, Pulau Togean, Palu, Mamuju, Toraja dan Makassar dalam waktu 66 hari .(April 2015)

Awalnya saya tidak mengenal siapa itu Ahmad Hasanela, saya dikenalkan lewat Fadli Mustamin, kawan saya yang kebetulan juga berkawan dengan Ahmad Hasanela. Fadli meminta saya untuk menemui beliau karena dia percaya bahwa saya bisa diajak bertukar cerita tentang kota Makassar dari segi hal destinasi wisata. Singkat cerita saya menghubunginya dan mengajaknya bertemu di salah satu warung sarabba yang belokasi di kawasan workshop Universitas Hasanuddin. Tak butuh waktu lama, akhirnya kami ketemu dan saling mengenalkan diri. Saya mengajaknya menuju warung  sarabba dan mengajaknya mengobrol. Ternyata nyong Ambon ini, orangnya sangat ramah dan terbuka diajak bercerita, perbincangan sangat lancar karena memang topiknya tentang keindahan Indonesia. 
Ahmad Hasanela bercerita banyak tentang keindahan Raja Ampat, salah satu surga yang dititipkan di Indonesia dan itu ditempatkan di Papua. “Jika ingin ke Raja Ampat, pilihannya ada dua yaitu kamu punya banyak uang dan banyak waktu” kata-kata itu yang disampaikan malam itu dan masih saya ingat sampai sekarang.
Gili Padar, Taman Nasional Komodo
Q : Saya telah mengenalkan sekilas tentang dirimu, Apakah ingin menambahkan?
A : Sepertinya sudah cukup
Q : Alasan apa yang membuat kamu meninggalkan rumah dan memulai sebuah perjalanan panjang?
A : Niat awal saya, hanya ingin mencari pengalaman baru dan cara traveling yang berbeda dari biasaya saya lakukan. Misalnya tidak hanya sekedar traveling tapi juga ingin mencari kawan dan keluarga di setiap daerah yang saya jelajahi
 
Q :  Apakah mimpi keliling Indonesia Timur dalam waktu 100 hari tercapai?
A :  Saat memulai perjalanan, saya tidak memasang target berapa lama di jalan, rencana awal estimasinya hanya 1-2 bulan namun ternyata pesona keindahan dan keramahan Indonesia Timur membuat saya betah berlama-lama di setiap daerah yang saya kunjungi. sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan dari setiap kawan dan saudara baru akhirnya saya menjelajah sampai 150 hari.
Ujung Pandang dan Papua, Kita samua basudara
Q : Setiap detail perjalananmu kamu tuliskan lewat instagram, Kenapa memilih media Instagram?
A : Saat memulai perjalanan, saya sudah berniat berbagi kisah perjalanan saya dengan harapan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi yang membaca, saya memilih instgram dan facebook karena saya bisa bercerita melalui gambar dan cerita tidak harus langsung panjang dan mendetail seperti menulis blog karena saya akui saya belum mahir menulis. Lewat instagram dan facebook, saya bisa bercerita dengan lebih sederhana tentang momen-momen penting dan spot-spot menarik sepanjang perjalanan.

Q : Siapa sih inspirasi kamu dalam melakukan perjalanan senekat ini?
A : Ada banyak sekali traveler yang menginspirasi saya. saya pengagum Mbak Trinity, penulis buku The Naked Traveler. Beberapa kawan saya juga punya punyan kisah yang menginspirasi saya, salah satunya adalah Ashari Yudha, founder sekaligus admin di akun Catatan Backpacker. Yudha ini pernah menjadi travelmate saya selama hampir dua bulan.
Q : Kapan pertama kali tertarik dengan dunia traveling?
A : Saya mulai jatuh cinta dengan dunia traveling sejak tahun 2011, ketika saya mendapat pelatihan di Manado. Saya diajak teman-teman untuk menjelajah Bunaken, Kota Manado dan Kota Tomohon. Setelah itu saya mulai mencari informasi tentang traveling dan mulai rutin merencankan traveling.

Q : Dari perjalanan yang telah kau lewati, ceritakan pengalaman yang paling berkesan waktu dimana dan kenapa?
A :  Sangat banyak pengalaman yang paling berkesan, bahkan saya merasa setiap daerah memberikan pengalaman yang begitu luar biasa bagi saya, slah satunya adalah ketika saya bisa mengajak komunitas-komunitas di Makassar untuk bersinergi dalam kegiatan donasi buku untuk disalurkan ke sekolah dasr terpencil di salah kabupaten di Sulawesi Selatan melalui Komunitas Sokola Kaki Langit. Alhamdulillah, kegiatan tersebut mampu menarik puluhan donatur buku dan alat tulis. Buku yang terkumpul jauh lebih banyak dari yang kami perkirakan. Saya memilih kisa ini karena traveling bukan hanya tentang keindahan alam, tapi rasa bersyukur kita ketika melakukan hal laain yang bermamfaat di daerah yang saya jelajahi.

Q : Dari semua tempat yang kamu kunjungi, Sebutkan 3 tempat terindah yang  paling kamu rekomendasikan untuk dikunjungi?  
Aa : Pertanyaan susah nih,. Sangat banyak tempay yang indah di Indonesia, mungkin 3 terbaik yang pernah saya jelajahi adalah:
1. Pantai ora, Desa Saleman, Pulau Seram, Provinsi Maluku
2. Pianemo, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
3. Pulau Gili Lawa dan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Q : Dari sekian banyak pengalaman traveling yang kau dapatkan, sebutkan tips-tips solo traveling versi kamu?
A :  Beberapa Tips dari saya yang mungkin bisa bermamfaat bagi kalian semua
1. Perbanyak kawan dan bantulah kawan traaveler yang berkunjung di daerahmu
2. Bergabung dan aktiflah berinteraksi di mkomunitas-komunitas traveling, bisa juga dengan cara follow akun-akun yang berbagi kisah perjalanan atau informasi terkait traveling di sosial media.
3. Jelajahi dulu daerahmun sendiri. Selain untuk bekal pengalama jika nanti menjelajahi daerah yang lebih jauh. Informasi tentang daerahmu bisa juga membantu bagi orang-orang yang yang mungkin kau temui di perjalanan atau daerah lain. Jadi bisa bertukar informasi sekaligus bisa promosikan wisata daerahmu.



Q : Perjalanan selama itu, berapa banyak biaya yang telah kamu habiskan?
A :  Selama 150 hari saya menghabiska sekitar 13 juta rupiah, namun saya terbantu dari hasil penjualan kaos dan sempat mengadakan 2 kali open trip semi backpacker ke Ternate.

Q : Bagaimana cara membiayai perjalananmu selama 150 hari? 
A :  Ini adalah pertanyaan yang paling banyak diatnyakan terkait perjalanan saya. Jawabannya cukup simpel, hanya dibutuhkan kerja cerdas, hemat dan rajinnlah menabung.

Danau Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

Q : Kamu pernah bilang “”Jika ingin ke Raja Ampat, pilihannya ada dua yaitu kamu punya banyak uang dan banyak waktu” Kenapa kamu bisa bilang seperti itu? 
A :  Biaya paling mahal di Raja Ampat adalah biaya sewa perahu untuk keliling pulau. Jadi kalau kamu mau hemat harus menyediakan waktu lebih lama dan mencari rombongan untuk diajak patungan, tapi ini juga bergantung lagi pada keberuntungan.
Q : Apa mimpi terbesarmu yang belum tercapai?
A :  Saya ingin menjelajah Indonesia.

Pianemo Raja Ampat, Papua

Setiap orang punya mimpi tapi yang membedakan hal apa yang sudah kita lakukan demi mimpi kita terwujud. Ahmad Hasanela punya mimpi terbesar menjelajah Indonesia begitupula dengan saya ingin mengunjugi 34 Provinsi Indonesia. Mari bermimpi dan bermimpilah setinggi langit karena jika kita jatuh, kita akan jatuh diantara bintang-bintang.

Semoga perjalanan Ahmad Hasenela bisa menginspirasi kita semua bahwa tidak perlu ada keraguan untuk bermimpi keliling Indonesia karena dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berjalanlah maka akan mengetahui banyak hal yang tidak kau dapatkan sebelumnya.

Written by
Muhammad Akbar