Panduan dan Tips Backpacking ke Tana Toraja

Tana Toraja merupakan salah satu wisata andalan Sulawesi Selatan. Di sini, kita bisa menemukan kearifan lokal Masyarakat Tana Toraja yang terlihat dari budaya leluhur. Tana Toraja sudah sangat terkenal dengan perayaan atau upacara kematian hingga ke seluruh dunia.

Bagi masyarakat Toraja, kematian bukanlah sebuah kesedihan, namun perayaan sukacita karena orang tua (yang meninggal) akan ‘melanjutkan’ perjalanannya. Perayaan bisa berlangsung hingga 7 malam lamanya dan mengorbankan hingga ratusan kerbau dan babi selama perayaan.

Tak hanya ‘merayakan kematian’ yang menarik, namun Tana Toraja juga memiliki pesona lama yang tak kalah indahnya.

Sekarang ini, ada begitu banyak paket-paket wisata ke Toraja yang bisa kita pilih. Namun buat teman-teman yang ingin liburan ke Toraja, berikut beberapa panduan dan tips liburan backpacking ke Tana Toraja.

Baca juga: Backpacking Menyusuri Tempat Wisata di Toraja

Transportasi Makassar — Toraja

Kota Makassar merupakan pintu masuk menuju Toraja. Ada banyak maskapai penerbangan ke Makassar, kamu tinggal menyesuaikan dengan budget kamu saja. Dari Makassar kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus.

Ada cukup banyak operator bus yang melayani rute Makassar – Toraja PP, diantaranya: Bus Manggala Trans, Bus Metro Permai, Bus Charisma Transport, Bus Liman, Bus Litha. Co, Bus Bintang Prima, Bus Bintang Timur.

Harga tiket bus berkisar Rp 100.000,- sampai Rp 150.000,-  (waktu normal)

Perjalanan Makassar — Toraja sekitar 8 jam. Pilihlah bus yang berangkat pada jam malam (sekitar pukul 9 pagi) agar bisa tiba Toraja pada pagi hari. Rata-rata bus Makassar — Toraja berhenti di Kota Rantepao. Kalau kamu hanya trip satu hari saja, jangan lupa untuk membeli tiket terlebih dahulu. Pilihlah jadwal keberangkatan terakhir.

Untuk transportasi selama di Toraja, kamu bisa rental motor atau mobil.

Destinasi Wisata di Toraja

Keunikan budaya di Tana Toraja yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia adalah upacara kematian. Masyarakat Toraja sangat menjunjung tinggi budaya warisan leluhur mereka hingga sekarang. Makanya, wisata di Toraja umumnya didominasi dengan makam, baik itu tebing maupun di goa-goa.

Walau begitu, tak sedikit pula kita temukan pemandangan alam yang mengundang decak kagum. Sebut saja salah satu contohnya Batutumonga, negeri di atas awan versi Tana Toraja.

Batutumonga Negeri di atas awan
Batutumonga, bak negeri di atas awan.

Tana Toraja terbagi dua bagian, yaitu bagian utara dan selatan. Destinasi di Toraja Selatan, meliputi: Kete’ Kesu, Lemo, Londa, Tilanga, Kambira, Suaya. Sementara, destinasi di Toraja Utara, meliputi: Batutumonga, Bori, Pasar Bolu, Lokomata, Singki.

Kalau kamu hanya punya waktu sehari, saran saya cukup eksplor Toraja Selatan saja. Rata-rata tiket masuk ke tempat wisata berkisar Rp 5.000,- hingga Rp 10.000,-.

Penginapan di Toraja

Untuk penginapan murah di Kota Rantepao, rekomendasi saya ada Wisma Maria I lokasinya dekat dari pusat kota Rantepao.

Sementara untuk penginapan murah di Batutumonga ada “Mama Rina Homestay”. Sebenarnya masih banyak lagi penginapan di Toraja. Terlebih ada begitu banyak aplikasi booking hotel murah yang bertebaran dan memberikan promo. Silahkan dicek saja!

Makanan di Toraja

Bagi teman-teman yang beragama Islam, hendaknya berhati-hati dalam memilih warung. Karena sebagian warung menawarkan kuliner dari Babi, seperti Bakso Babi dan Pantollo.

Namun, jangan khawatir, ada juga koq warung makan Islam yang menyediakan aneka makanan halal. Misalnya, kamu bisa memilih Pappiong atau Tori-tori.

***

Demikian panduan dan tips backpacking ke Tana Toraja, semoga bisa membantu teman-teman yang ingin traveling sendirian ke Tana Toraja.

Written by
Muhammad Akbar
Join the discussion

22 comments