BALI – LOMBOK Part 2

Perjalanan ini masih lanjutan dari Bali – Lombok part 1. Cerita perjalanan ini berlanjut setelah menikmati liburan di pulau dewata. Skenario tambahan dari rangkaian Pelatihan yang akan saya ikuti di Mataram. Setelah 2 hari di Bali, tiba saatnya kami meninggalkan Bali dengan sejuta kenangan.
Matahari terbit menyinsing di ufuk timur, kami pun bergegas dan siap meninggalkan Markas KSR IHDN menuju Pelabuhan. Teman setia dari Bali yang 2 hari ini menemani akan mengantar kami ke pelabuhan. Sebelum menuju Pelabuhan kami menyempatkan mengunjungi Pasar Sukowati, dimana disini meruapakan pusat oleh-oleh Bali. Gantungan kunci, baju, sandal, tas, dan masih banya lagi tersedia tergantung dari keuangan. Jika ingin membeli semua maka keuangan anda juga harus siap merogoh kocek. Dilain sisi penjual sangat ramah dan menawarkan harga yang murah, membuat saya berpikir untuk terus membeli. 
 Pasar Seni, Sukawati Gianyar
Setelah memuaskan diri belanja, kami melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan. perjalanan yang cukup lama namu semuanya sirna melihat keindahan pemandangan desa-desa yang begitu hijau dan tenang. Tanpa terasa, akhirnya kami tiba juga dan membeli tiket di loket. Tiket disini seharga Rp. 30.500,-/orang dengan jasa penybrangan Bali – Lombok via Ferry. 
Bismillah….
Lets Go to Lombok……
  
Pemandangan di atas kapal ferry
Selama perjalanan saya menikmati indahnya lautan yang memisahkan Bali – Lombok. perjalanan yang menempuh jarak tempuh sekitar 5 jam. Diatas kapal kita akan banyak menemui banyak turis asing, ynag hendak menuju pulau lombok. Saya juga merasa beruntung bisa melihat ikan lumba-lumba bermain ditengah lautan seolah memancing kami untuk memandanginya. Tempat yang paling indah itu berada di Dek atas, dimana disini kita bisa bercengkrama dengan turis mancanegara dan juga menghindari hembusan ombak, karena hempasan ombak sangat terasa. setelah melihat Pelabuhan dari kejauhan saya kembali mengingatkan teman untuk siap-siap. Namun setelah bermusyawrah bersama, untuk menuju Kota Mataram, kami berencana minta tumpangan di mobil ekspedisi dengan tujuan mengirit biaya dan menghindari calo’ yang menawarkan jasa antar. Seorang bapak sopir ikhlas menerima kami untuk ikut mereka sampai di Kota Mataram, karena jarak dari pelabuhan ke kota msih sangat jauh. Sesampainya di kota kami memberikan uang pembeli rokok sebagai bentuk ucapan terima kasih kami. 
Untuk menuju tempat kegiatan (kampus IAIN Mataram) kami sempat memutuskan untuk mengisi lambung tengah, namun apa hasil kami mendatangi sebuah warung ternyata warung tersebut semua menu adalah Babi. Untungnya kak lheeea menggunakan hijab sehingga pemilik warung tersebut langsung mencegat kami. Alhamdulillah…..
Kami memutuskan untuk langsung menuju tempat kegiatan via Taxi. Akhirnya kami tiba juga di tujuan akhir, setelah perjalanan 2 hari. Panitia menjemput kami dengan keramahan, setelah mendaftar dan mengisi Formulir kami resmi terdaftar sebagai Peserta Pelatihan SARDATNAS II IAIN Mataram
Pelatihan akan berlangsung selama 7 hari dengan materi ruangan dan materi lapangan. Peserta yang hadir 48 orang yang terdiri dari Korps Sukarela PMI Unit Perguruan tinggi Se-Indonesia. Disinilah saya merasakan Keberagaman Indonesia yang menyatukan kami dalam naugan oraganisasi Palang Merah Indonesia.

 Suasana Materi Indoor

Suasana Materi Lapangan di Hutan Sesaot
Setelah kegiatan materi lapangan. Peserta mendapatkan liburan keliling kota Mataram dan sekelilingnya. kami mengunjungi beberapa tempat termasuk Pantai Sengigi. Pantai yang dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya. membuat kami malas beranjak kembali ke mess, menghabiskan waktu samapai senja sambil menikmati indahnya sunset di Pantai Sengigi.

Liburan di Pulau Senggigi
Akhirnya kegiatan Pelatihan yang disisipkan dengan Liburan selesai. Bali – Lombok memberikan saya banyak pengalaman perjalanan dan menambah wawasan saya dalam ilmu pertolongan. Semoga saya dapat mengulang kisah ini di lain waktu.
Written by
Muhammad Akbar
Join the discussion

12 comments