Beras Basah, Pulau Kecil nan Cantik dari Bontang

Pulau Beras Basah menjadi destinasi wisata pertama yang saya kunjungi selama di Kota Bontang untuk urusan pekerjaan. Perusahaan tempat saya bekerja mengutus ke Bontang untuk OJT On Job Training di PT. BADAK LNG. Bontang memang bukan kota tujuan wisata namun tak selamanya kota ini tak memiliki sisi untuk dieksplore. Kesempatan untuk menyambangi kota Bontang tak saya sia siakan untuk jalan-jalan baik itu wisata bahari, kuliner, alam dan sejarah.

Sebelum mengulas liburan saya di Bontang, mari mengenal lebih dekat tentang kota yang akan saya tinggaliΒ  satu tahun kedepan. Kota Bontang yang selama ini dikenal sebagai kota Industri. Bontang merupakan salah satu kotamadya di Provinsi Kalimantan Timur, jika dari Balikpapan dapat ditempuh sekitar 6 – 7 jam dengan melintasi kota Samarinda.

Moment weekend itu moment yang paling ditunggu, dimana minggu kemarin 5 April 2014 saya mengunjungi sebuah pulau yang ada di kota Bontang, pulaunya terletak di sebelah timur dari kota industri ini. Untuk menuju Pulau Beras Basah ada dua jalur yakni melalui Pelabuhan Tanjung Laut yang diperuntukan untuk masyarakat umum dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kapal kayu dan Pantai Marina yang merupakan jalur khusus untuk para staf, tamu dan karyawan PT. Badak LNG, jarak tempuh lebih singkat hanya 15 menit dengan speed boat.

Pelabuhan Marina
Speedboat dari Pelabuhan Marina PT. Badak LNG
Speedboat menuju Pulau Beras Basah
Speedboat membelah lautan

Kami sudah berkumpul di Pantai Marina pukul 10.00, ke Pulau Beras Basah kami naik speed boat di dermaga Pantai Marina. Speed boat bisa muat 10 – 15 orang. Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berangkat kami harus memakai life jacket sebagai bagian dari dari keamanan. Speed boat yang membawa kami melaju kencang membelah laut yang tenang tapi itu tidak menjamin perjalanan lancar, terkadang kami merasa terhempas dan histeris ketika speed boat menabrak ombak. Tepat 15 menit kami sudah mendekat di sebuah pulau kecil dengan menara mercusuar yang menjulang tinggi sebagai tanda Pulau Beras Basah. Saya sudah tak sabar menikmati pulau yang terkenal dengan pasir putih dan airnya yang jernih.

Pulau Beras Basah dulunya dikelola oleh PT. Badak sebagai tempat berlibur para karyawannya, namun sejak tahun 2014Β  pulau ini sudah diperuntukkan untuk masyarakat umum. Pulau Beras Basah memiliki luas sekitar 1 ha yang ditumbuhi pohon kelapa mengelilingi pulau nan kecil ini. Pulau Beras Basah, jadi penamaan pulau ini konon ceritanya ada sebuah kapal dengan muatan beras dari Makassar terhalang ombak besar sebelum tiba di Bontang hingga akhirnya muatannya diturunkan di pulau ini.

Pulau Beras Basah ramai pengunjung setiap hari minggu. Kami mencari tempat untuk menyimpan barang dan sebuah pohon yang cukup rindang menjadi pilihan untuk menggelar tikar diatas pasir sambil istirahat. Saya memilih istirahat sambil menunggu cuaca bersahabat ketika yang lain sudah berlarian menuju pasir putih. Niat awalnya saya datang kesini ingin mengeksplore setiap lekukan pulau ini saya urungkan dulu, selojoran di atas hammock jauh lebih nikmat ketimbang berpanas- panas ria.

Pasang Hammock di Pulau Beras Basah

 

Pulau ini dilengkapi beberapa gasebo, arena permainan dan sebuah rumah untuk penjaga pulau. Beberapa dari pengunjung juga lebih memilih mendirikan tenda bulan. Semenjak dibuka untuk umum memang pulau ini menjadikan tujuan wisata favorit, tapi anda harus siap merogeh kocek lebih banyak, soalnya disini semua serba pakai uang. Untuk menggunakan kamar mandi harus membeli 1 jeregen air Rp. 5.000,- dan jika ingin menikmati mie gelas di warung dihargai Rp. 20.000,-. Saran saya sebelum kesini hendaknya membawa bekal dan air minum. Pulau ini memang tak mempunyai sumur air tawar jadi air tawar diambil dari Bontang menggunakn perahu.

Setelah cuaca mulai bersahabat saya beranjak dari hammock untuk bergabung dengan yang lain. Pulau ini dapat dijelajahi hanya dengan berjalan kaki. Setiap sisi pulau ini memiliki keindahan tersendiri namun paling baik untuk berenang di sebelah utara karena kedalamannya bertahap jadi baik untuk pengunjung. Selain itu anda juga bisa mencoba banana boat untuk keliling pulau. Saya kali ini tidak mencoba apapun, hanya berjalan keliling pulau sambil mengabadikan setiap moment lewat gawai dan kamera.

Pasir putihnya yang bersih dan airnya yang jernih menjadi daya tarik para pengunjung. Jembatan kayu yang menjorok ke laut menjadi pemandangan tersendiri.

Pasir Putih Pulau Beras Basah
Deretan kapal nelayan
Eksis dulu sebelum pulang
Foto Bersama

Menghabiskan waktu hampir lima jam di Pulau Beras Basah membuat saya belum puas karena saya tak bisa menikmati senja sambil menunggu moment sunset. Kedatangan kami memang sudah terjadwal kapan datang dan kapan pulangnya tapi itu sudah sangat membuat saya senang bisa menikmati hari libur di pulau kecil nan cantik dari Bontang. Saya masih pengen menikmati indah bawah lautnya dengan snorkling ria dan menikmati indah sunsetnya. Selalu saja ada alasan untuk kembali di setiap tempat saya datangi

Menunggu speed boat yang akan mengantar kami pulang
Written by
Muhammad Akbar
Join the discussion

27 comments