Kaledoskop Perjalanan Tahun 2015
Sebelum menutup tahun 2015, saya ingin mengulang kembali catatan perjalanan saya tahun ini. Tahun yang penuh dengan keberagaman dalam setiap perjalanan yang saya lewati.
DATANG KEMBALI KE PULAU BALI DAN GILI TRAWANGAN
Yeah, masih teringat berkunjung ke Pulau Dewata ketika masih kuliah, tepatnya tahun 2010. Kini saya datang kembali setelah 5 tahun. Ada yang bilang kalau mau liburan murah ala backpacker di Bali lah tempatnya, saya bilang iya tapi tidak murah-murah juga tergantung sih kamu mau kemana, menginap dimana dan naik transport apa. Semuanya pilihannya ada, tergantung kamu mau menikmati perjalananmu seperti apa. Thats why, saya mau ke liburan ke Bali.
Selain menghabiskan waktu liburan di Bali, saya juga berkunjung ke Gili Trawangan. Sebenarnya kunjungan ke pulau paling terkenal di Lombok tidak masuk dalam perencaan, semuanya berubah ketika melihat info penyebrangan murah kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan seharga 500 rb/PP.
Memang benar kata orang, di Gili Trawangan, kita yang orang Indonesia akan merasa seperti turis di negeri sendiri.
Info tentang penyebrangan murah dan cepat dari Pelabuhan Padang Bai ke Gili Trawangan akan saya infokan di postingan terpisah.
KELILING 3 PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN
Perjalanan menyusuri Pulau Kalimantan seorang diri memang paling berkesan banget, ada banyak cerita dan pengalaman selama melintasi pulau terluas Indonesia “Borneo” selama 10 hari. Memilih penerbangan menuju Balikpapan dari Makassar sebagai titik awal perjalanan ini, kemudian lanjut menuju Samarinda dan Bontang. Saya menghabiskan 3 hari di Kalimantan Timur. Selanjutnya saya dilanda kebingungan, bimbang antara ke Tarakan atau Banjarmasin. Pilihan yang sulit mengingat saya ingin ke Derawan dan saya juga pengen menikmati serunya bamboo rafting di Kandangan.
Setelah berpikir sejenak, saya pun memilih Banjarmasin dibanding Derawan, Alasannya sih mudah tapi kok saya gak kepikiran tentang itu. Sebagai seorang pejalan yang punya mimpi mengujungi 34 provinsi di Indonesia, tentunya Banjarmasin lebih unggul karena saya bisa mengunjungi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah jika memilih terbang ke Banjarmasin. Lantas kalau saya ke Derawan dengan seorang diri, tempat seromantis itu tanpa pasangan rasanya kurang lengkap. Saya akan ke Derawan bersama istri saya di masa depan. ๐
Perjalanan di Kalimantan Selatan, saya mengunjungi Desa Kandangan yang terkenal dengan bamboo rafting menyusuri Sungai Amandit. Mengunjungi pasar terapung Lok Baintan yang dulu terkenal dengan iklan cap jempol dari salah satu TV swasta. Menikmati sajian kuliner Bajarmasin, ada Lontong orari, Soto Banjar di Warung Novi, dan Ketupat Kandangan serta menyusuri wisata sejarah Banjar. Cerita dari Banjarmasin juga mengenalkan saya tentang komunitas Banjarmasin Traveler.
Perjalanan lintas Provinsi dan lintas waktu itu cuma bisa kamu rasakan ketika perjalanan darat dari Banjarmasin ke Palangkaraya. Ada dua alasan kenapa saya ke Palangkaraya, pertama saya mau melihat seperti apa kota Palangkaraya, ibukota negara impian Soekarno. Itu bisa dilihat dari menara tiang pancang pertamanya yang masih ada sampai sekarang. Kedua, saya ingin bertemu langsung dengan Indra Setiawan, pemilik blog backpackerborneo.com
| Adik Zapran tidak bisa diajak grufie |
JAKARTA - BOGOR - BANDUNG
Bisa dibilang sepanjang tahun 2015 saya lebih banyak menghabiskan waktu di Pulau Jawa, tepatnya di Kawasan Puncak Bogor. Mendapat tugas belajar di Petrotekno dari bulan April hingga November. Sejukya udara dan hawa dingin Puncak menjadi pemandangan setiap hari. Selama kurung waktu delapan bulan itu, saya lebih sering menghabiskan hari libur di tiga kota terdekat, paling dekat ke kota Bogor, main ke Ibukota atau paling jauh liburan ke kota kembang Bandung.
TRAVEL BLOGGER MEET UP
Tahun ini bisa dibilang tahun dimana saya bertemu banyak Travel Blogger ibukota. Kebanyakan dari mereka memang tinggal di Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Mulai dari acara talkshow, nongkrong bareng sambil ngopi, liburan bareng hingga ada yang menemani saya tidur bareng.
| Foto Bareng Blogger-Blogger Hitzz #TravelNBlog4 |
| Ngopi Bareng Blogger-Blogger kece di Starbuck Sarinah, |
| Grufie Bareng Blogger Hore2 |
MOTO GP SEPANG 2015 MALAYSIA
Sempat terpikir bahwa paspor yang saya bikin di tahun 2013 lalu, akan tidak digunakan sampai tiba expired. Memang sih awal mulanya bikin paspor hanya buat gaya-gayaan persiapan saja. Mungkin saja ada yang ajakin liburan ke luar negeri. Iya gak?
Rezeki memang tidak pernah ada yang tau kapan itu datang, begitupun tiket gratis dari maskapai Air Asia Jakarta-Kuala Lumpur PP ditambah menginap Hotel bintang lima. Mungkin ini namanya rezeki anak sholeh. Tanpa berpikir panjang, saya pun menggunakan tiket itu untuk menonton langsung Moto GP Sepang 2015, demi menyaksikan Valentino Rossi menendang Marc Marques.
Semoga petualangan di Tahun 2016 jauh lebih menarik lagi. Saya masih punya banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai salah satunya perjalanan menuju pelaminan. Aminkan yah..