Ngabuburit di Sate Maranggi Sari Asih

Sate Maranggi Sari Asih

Bulan ramadahan identik dengan ngabuburit atau menunggu waktu bedug magrib tiba. Menunggu waktu berbuka puasa biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan.

Paling sering biasanya ngabuburit di warung makan bersama teman, sahabat, pasangan ataupun keluarga. Selain itu biasanya ngabuburit juga bisa menjadi ajang reuni tentunya.

Pengalaman ngabuburit saya saat tinggal di Jawa adalah saat menikmati Sate Maranggi Sari Asih di Kawasan Puncak. Waktu itu adalah Hari ke-28 Ramadhan, saya bersama teman kerja ngumpul di warung ini sambil bertukar cerita.

Warung Sate Sari Asih milik Pak Maskur sudah ada sejak tahun 80’an dan belum ada cabang di tempat lain. Terletak di Jalan Raya Cipanas, Pacet, Cianjur. Tempat ini bisa menjadi pilihan berburu kuliner di Kawasan Puncak. Lokasinya sebelah kanan dari arah Puncak setelah melewati Istana Cipanas, tepatnya seberang jalan kantor Pegadaian Pacet.

Sate Maranggi merupakan kuliner khas Purwakarta, Maranggi artinya daging. Sate Maranggi terbuat dari daging sapi yang direndam dengan bumbu khusus sebelum dibakar. Satenya dibakar kering tanpa diolesi sambal kecap atau saus. Sate ini sangat berbeda pada sate pada umumnya. Sate ini tidak disajikan dengan lontong seperti sate madura, tapi dengan ketan bakar.

Proses Pembakaran Sate dan Ketan
Proses Pembakaran Sate dan Ketan
Sate Maranggi dan Ketan Bakar
Sate Maranggi dan Ketan Bakar

Awal kami datang, tempat ini hanya beberapa orang yang mengisi kursi yang tersedia. Tempatnya hanya sebuah jejeran ruko yang diisi dengan kursi dan meja yang memanjang. Semua pelayannya sibuk dengan kerjanya masing-masing. Ada yang sibuk membakar sate, sibuk menusuk sate dan sibuk mempersiapkan sambel oncom. Kami merasa terabaikan, hanya disuruh duduk sambil menunggu. Tak lama kemudian seorang pelayannya menghampiri kami untuk mencatat menu apa saja yang kami mau pesan.

Ketan Bakar
Ketan Bakar
Menu Berbuka Puasa
Menu Berbuka Puasa

Ada dua pilihan menu yang disajikan yaitu Sate Maranggi tanpa lemak dan yang pakai lemak. Saya memesan 10 tusuk Sate Maranggi tanpa lemak dan 2 potong ketan bakar. Hidangan satenya tanpa menggunakan saus kacang, semuanya secara terpisah. Di atas meja sudah terdapat semangkuk sambel oncom, cabe hijau dan kecap botol.

Sambel oncomnya sangat khas dan sedikit mengeluarkan bau yang khas pula. Sambel oncom ini terbuat dari permentasi sisa pembuatan tempe dan tahu, jadi rasanya seperti tempe yang sudah lama, tapi yakinlah rasanya enak kok.

Tak lama berselang, bedug magrib pun berkumandag. Tempat ini seketika ramai dan penuh. Deretan kursi kini penuh dan sesak, untungnya kami datang lebih awal sehingga masih kebagian tempat duduk. Para pelayannya sangat sibuk meladeni permintaan. Saya melihat banyak yang memesan ketan bakar dibanding dengan nasi. Bahkan ada pula yang memesan untuk dibawa pulang.

Ngabuburit di Sate Maranggi Puncak
Ngabuburit di Sate Maranggi Puncak

***

Warung Makan Sate Maranggi Sari Asih

Pak Maskur / 087 820 019 473
Jalan Poros Puncak-Cianjur
Pacet, Kec. Cipanas
Kab. Cianjur, Jawa Barat

Written by
Muhammad Akbar
Join the discussion