Semarang (part 1) : Jalan Sendiri Keliling Kota Semarang
| Gereja Blenduk yang berasitektur Eropa |
| Pabrik Rokok Praoe Lajar (Perahu Layar) |
| Lawang Sewu |
| Gedung Lawang Sewu |
Beberapa rombongan pun mulai berdatangan tetapi saya masih memilih-milih. Diantara beberapa rombongan, ada 1 rombongan yang terlihat lebih ramah dibanding yang lain. Ada 5 orang yang ternyata mereka dari jakarta, saya pun ikut dengan mereka menyusuri setiap sisi gedung. Gedungnya ada 3 lantai tetapi ada juga lantai paling atas, yang katanya dulu dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan dan tempat untuk pos pemantau. Selain itu ada juga ruang bawah tanahnya yang dijadikan sebagai ruang tahanan. Diantara semua lantai, ruang bawah tanah lah yang sangat istimewa tetapi tidak semua orang bisa berkunjung kesana, hanya orang-orang yang berani dan bernyali.
| Penjara Berdiri |
| Rombonganku di tempat lokasi uji nyali |
Sebelum meninggalkan Lawang sewu, saya sholat dzuhur dulu di musholla yang berada di sudut gedung. Destinasi selanjutnya ke Vihara Sam poo kong. Setelah sholat saya bertemu seorang pemandu wanita, dia sarankan untuk ke MAJT terlebih dahulu karena akses transportasi lebih mudah dibanding ke Sam Poo Kong. Itinerary pun saya berubah dan saya mengikuti sarannya.
MESJID AGUNG JAWA TENGAH (MAJT)
Cuaca Semarang yang panas, membuat saya dehidrasi. Terlihat indomaret di seberang jalan kemudian saya memilih 2 botol pulpy. Istirahat dulu sambil menikmati setiap tegukan pulpy sambil menanyakan jenis angkot yang menuju MAJT. Untuk menuju Mesjid Agung Jawa Tengah, saya harus naik angkot warna merah kemudian turun di Lottemart. Kemudian lanjut lagi naik becak karena angkot agak susah untuk jalur masuk ke MAJT.
| Tampak Mesjid Agung Jawa Tengah dari Menara Putar. |
Mesjid Agung Jawa Tengah adalah mesjid terbesar di Semarang dan menjadi kebanggaan kota Semarang. Mesjid perpaduan arsitektur Jawa, Arab dan Romawi. Setiap sisi mesjid memiliki arti dan maksud sendiri. Apa saja mari kita simak penjelasannya dari informasi saya dapatkan.
Sungguh berutung rasanya saya bisa berkunjung. Tak ayal saya tak menyia-nyiakan kedatanganku, saya memilih naik di menara putar lebih dulu dimana dari atas kita bisa melihat Mesji Agung Jawa Tengah dari atas dan tentunya Kota Semarang. Sebelum naik kita membeli tiket masuk 5.000,-/orang kemudian naik lewat scalator. Selang beberapa menit saya sudah berada di lantai paling atas. Hembusan angin sangat terasa karena hanya dibatasi trali besi yang sengaja dibuka sehingga angin bisa leluasa masuk.
Ada banyak pengunjung sudah berada diatas. Terdapat juga teropong yang bisa digunakan untuk melihat Kota Semarang dari dekat, tentunya harus dimasukkan koin pecahan 1000 sebelum digunakan. Saya memilih selojoran dan sempat tertidur juga, namun berhubung waktu sholat ashar sebentar lagi, saya pun turun menuju mesjid. Oiya sebelum turun saya sempatkan dulu berkunjung ke museum yang ada di lantai 3 dan 4. Sejarah Islam di tanah jawa dan proses pembangunan mesjid bisa kita dapatkan disini.
Dibalik kemegahan Mesjid Agung Jawa Tengah, ternyata punya kekurangan juga dari segi kebersihan. Tempat wudhu dan toilet yang pengap dan sedikit berbau tampaknya kurang diperhatikan, terlebih lagi ketika saya hendak berwudhu air yang keluar dari kerang warnanya sangat keruh. Saya sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Jawaban yang saya dapatkan dari salah satu petugas bahwa kurangnya air karena musim kemarau. Apapun alasannya, semoga ini bisa lebih diperhatikan untuk kenyamanan jemaah.
| Halaman Mesjid dengan payung raksasa |
| Bangunan Pilar yang menyerupai Coloseum Roma |
| Koleksi Al Qurβan dengan Ukuran 145 cm dan 95 cm |
| Eksis dulu sebagai bukti kunjunganku |
SIMPANG LIMA SEMARANG
Sebenaranya tujuan awal saya ke Sam Poo Kong tetapi jadwal kunjungan disana hanya sampai jam 3 sore, maka dengan berat hati saya tak bisa kesana. Hari sudah mulai sore, saya lebih memilih turun di kawasan Simpang Lima Semarang.
| Simpang Lima di kala senja |
| Hidangan 1 porsi Soto Semarang |
Pengeluaran Hari Pertama
- Tiket Kereta : Rp. 28.000,-
- Nasi Campur : Rp. 10.000,-
- Bus Kota lama - Lawang Sewu : Rp. 4.000,-
- Tiket Lawang Sewu : Rp. 10.000,-
- Penyewaan Sepatu + Guide : Rp. 30.000,-
- Pulpy 2 botol + Roti : Rp.15.000,-
- Angkot Lawang Sewu - MAJT : Rp.14 .000,-
- Tiket Menara Putar : Rp. 5.000,-
- Angkot MAJT - Simpang Lima : Rp. 14.000
- Soto Semarang : Rp. 10.000,-
- TOTAL : Rp. 140.000,-
Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com