Kete Kesu, Destinasi Wajib di Toraja

Perjalanan terakhir saya sebelum pulang adalah kawasan Kete’ Kesu. Jika anda sedang di Toraja, Kete’ Kesu’ adalah tempat yang paling wajib dikunjungi. Ada banyak alasan kenapa saya menyarankan untuk wajib berkunjung ketempat ini. Akses transportasi juga sangat lancar walaupun tidak berada di jalan poros.

Kete’ Kesu’ Toraja

Setelah dari kota Rantepao, perjalanan dilanjutkan ke Kete’ Kesu. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya kalau selama liburan di Toraja saya ditemani seorang teman asli Toraja dan tinggalnya di kawasan Kete’ Kesu’. Dia menyarankan dari kemarin agar tempatnya dijadikan destinasi terakhir. Tak jauh dari Rantepao saya menemukan jalanan pertigaan yang terdapat patung kerbau bonga. Dari situ saya belok kanan dan menyusuri jalanan hingga tiba di kawasan wisata Kete’ Kesu’.

Cuma bermodalkan senyum dan melambaikan tangan saya masuk secara gratis. Sebenarnya pengunjung harus membeli karcis Rp.10.000 sebelum masuk. Memarkir motor di samping rumah tongkonan yang tua. Tandik mengajak saya masuk ke dalam, beliau memandu saya dan menceritakan segala hal tentang Kete’ Kesu. Tandik memang sudah paham betul dengan tempat ini karena seringnya memandu pengunjung.

Sebelum menaiki tangga, dia menunjuk sebuah bangunan makam yang mana ada sepasang tau-tau berdiri di depan itu. Makam itu adalah makam kakek – neneknya yang sudah meninggal beberapa tahun silam. Beliau juga mengajak saya menuju Goa yang berada di atas. Didalam goa juga terdapat makam yang merupakaan kakeknya juga.

Sepasang Tau – Tau Suami Istri
Tau – Tau digembok dalam lubang
Tau-Tau di Kete Kesu dimasukkan kedalam sebuah lubang yang ditutupi pintu besi yang tergembok. Dulunya sering terjadi pencurian makanya tau-taunya diamankan. Saya sangat terbantu dengan penjelasannya dan apa yang saya tanyakan pasti langsung jawab.
Ada beberapa peti yang masih tergantung ditebing tapi terlihat petinya sudah lapuk. Sepanjang pinggir tangga banyak terdapat tulang belulang dan tengkorak yang terkesan mistis dan sedikit menakutkan.
Banyak pengunjung yang berdatangan, saya menyimpulkan kalau tempat ini adalh tempat pavorit. Kete’ Kesu memang terbilang lengkap, disini terdapat goa, rumah tongkonan, makm tebing dan pusat oleh2. Kekurangan dari tempat ini hanya tidak adanya makam bayi (baby grave) jadi pantas saja jika Kete’ Kesu adalah tempat yang wajib dikunjungi jika datang ke Toraja.
Sebelum pulang saya sempat melihat sebuah kain ikat kepala dengan motif toraja mengalihkan pandangan saya. Saya membelinya seharga Rp. 25.000,- kainnya sangat identik dengan Toraja. Ada juga beberapa pilihan oleh-oleh tergantung dari selera anda.

Mengambil beberapa gambar di deretan  rumah tongkonan, jika anda melihat post card bergambar rumah tongkonan itu pasti lokasinya di Kete’ Kesu. Saya pun sempat membeli post card bergambarkan tongkonan untuk salah satu teman traveller yang suka mengoleksi postcard.

Syal INDONESIANHOLIC
Tandik, Travelmate selama di Toraja
Berhubung hari sudah mulai sore, saya memtuskan untuk pulang. Ucapan terima kasih kepada Tandik yang sudah menemani saya di Toraja selama 2 hari. Tulisan tentang Kete’ kesu ini merupakan juga rangkaian dari beberapa rangkaian sebelumnya. Sebagai penutup dari Liburan Toraja, saya merasa bahwa perbedaan agama,suka,ras, dan apapun itu justru itulah yang membuat indonesia kaya akan keberagaman. Tak ada yang perlu ditakutkan untuk berlibur ke Toraja.
Written by
Muhammad Akbar
Join the discussion