Turnamen Foto Perjalanan Ronde 58 : Sunrise
| Menyaksikan Sunrise di Puncak Gunung Ungaran, Semarang |
Tema Turnamen Foto Perjalanan Ronde 58 adalah:
| Begitu banyak menunggumu di Penanjakan Bromo |
| Hangatnya Matahari Pagi di Bukit Kusnodo, Bontang. |
| Suatu Pagi di Pantai Kilo Lima, Luwuk. |
| Selamat Pagi Indonesia dari Gili Trawangan. |
| Moment Sunrise di Batutumonga, Toraja Utara. |
Sebelumnya, mari simak aturan mainnya sebagai berikut:
Turnamen Foto Perjalanan (TFP) adalah sebuah permainan berantai para blogger, khususnya (travel) blogger Indonesia, sebagai sarana berbagi foto perjalanan secara kolektif. Setiap ronde, tuan rumah akan menentukan sebuah tema, dan para peserta akan mengirimkan foto perjalanan sesuai dengan temanya. Foto-foto yang masuk akan dipajang di artikel ronde yang sedang berlangsung. Nantinya, tuan rumah akan memilih seorang pemenang. Hadiahnya? Menjadi tuan rumah turnamen ronde berikutnya. Dan roda turnamen pun berputar!
- Turnamen Foto Perjalanan (TFP) Ronde ke-58 ini berlangsung pada: 15 Maret 2015 – 23 Maret 2015 (batas waktu pukul 23.59 WIB)
- Foto harus merupakan karya sendiri. Peserta TFP bebas meng-upload foto dimana saja, asalkan milik/akun sendiri (web, blog, Flickr, Picasa, Photobucket, dan sebagainya)
- Submit foto pada kolom komentar artikel ini dengan format berikut:
- Nama: -
- Nama blog: -
- Link blog: -
- Akun Twitter: -
- Judul foto: -
- Keterangan foto (secukupnya): -
- Link foto (maksimal ukuran 600 pixel): -
- Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di re-host oleh tuan rumah. Terutama kalau terlalu besar atau bermasalah.
- Foto tidak diperkenankan dalam bentuk kolase.
- Foto yang tidak patut tidak akan di-upload di sini (misal: menyinggung SARA, nyeleneh, atau menghina pihak lain)
- Submisi lebih cepat lebih baik, sehingga fotomu bisa tampil seatas mungkin.
- Pengumuman pemenang sekitar 2-3 hari setelah batas akhir turnamen ronde ini.
- Foto-foto peserta akan segera dipajang bersamaan di ujung artikel ini, berdasarkan urutan antrian pada kolom komentar di bawah ini.
Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?
- Ajang berbagi (sharing) foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini.
- Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
- Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link yang bersangkutan) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.
Siapa saja yang bisa ikutan?
- (Travel) blogger. Tak terbatas pada travel blogger profesional, random blogger yang suka perjalanan juga boleh ikut.
- Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal, DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim maksimal 1 foto.
- Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
- Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.
Nggak punya blog, tapi ingin ikutan?
- Oke deh, tidak apa-apa. kirim sini fotomu. Tapi, partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang, karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
- Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, atau Blogspot. Gampang kok, pakainya.
Hak dan kewajiban tuan rumah:
- Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan (TFP) di blog-nya
- Memilih tema
- Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
- Meng-upload foto-foto yang masuk
- Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
- Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)
Mengapa saya tidak diundang?
- Memang tidak diperlukan undangan untuk mengikuti turnamen ini, langsung join saja.
- Laut – DuaRansel
- Kuliner – A Border that breaks!
- Potret – Wira Nurmansyah
- Senja – Giri Prasetyo
- Pasar – Dwi Putri Ratnasari
- Kota – Mainmakan
- Hello, Human! (Manusia) – WindyAriestanty
- Colour Up Your Life -Jalan2liburan
- Anak-Anak – Farli Sukanto
- Dia dan Binatang – Made TozanMimba
- Culture & Heritage – Noni Khairani
- Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
- Malam – Noerazhka
- Transportasi – Titik
- Pasangan – Dansapar
- Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
- Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
- Hutan – Regy Kurniawan
- Moment – Bem
- Festival/Tarian – YoesriantoTahir
- Jalanan – PergiDulu
- Matahari – Niken Andriani
- Burung – The Traveling Precils
- Sepeda – Mindoel
- Freedom – Pratiwi Hamdhana AM
- Skyfall – Muhammad Julindra
- Jembatan – Backpackology
- Tuhan – Efenerr
- Gunung – Elizabeth Murni
- Batas – Ayu Welirang
- Jejak – Daru Aji
- Sungai – Omnduut
- Rumah Ibadah – Sikiky
- Kampung – Monda
- Museum – Avant Garde
- Taman- Ari Murdiyanto
- Pencakar Langit – Dede Ruslan
- Terminal/Stasiun – Sy Azhari
- Hujan – Diah
- Danau – Messa
- Wastra – Indah
- Grey – Lies Hadi
- Gua – Uwien Budi
- Awan – Syifna
- Siluet – Yofangga
- Refleksi – Tiga di Bumi
- Jendela – Endah Kurnia Wirawati
- Chamber – Indah
- Barang Tua – Silviana
- Kemarau – Cheila
- Peaceful – Dee An
- Framing – Depz
- Let’s Jump! – Endah Kurnia Wirawati
- Kabut – Rinaldi Maulana
- Waterfalls – Rifqy Faiza Rahman
- Keindahan Alam Indonesia – Geo Funny
- Langit Biru – Saya (Lina W. Sasmita)
- Sunrise – Saya (Muhammad Akbar)
- Kamu selanjutnya….
- Dina DuaRansel.com
- Email: [email protected]
- Twitter: @duaransel
- Facebook: fb.com/duaransel
Pertanyaan seputar penyelenggaraan dan lain sebagainya? Hubungi Dina.
| Abaikan Foto ini |
Bagaimana? Mudah dan menyenangkan bukan? Jadi, segera kirim foto bertema “Sunrise“ kalian di kolom komentar di bawah ini, ya! Ayo, sama-sama kita berbagi keindahan negeri ini dengan ikutan TFP Ronde 58 mulai sekarang.
Yuk, ditunggu!
=========================================================================================
@catatanruslan / http://catatanruslan.blogspot.com/
“Menanti sunrise dari phuntuk setumbu”
Sunrise dari phuntuk setumbu
2. Agung Gidion R.
Catatan kecilku / www.warnawarnidiriku.blogspot.com
“pagi sehat”
walau hanya sekali seminggu, menikmati udara segar di pusat kesibukan Jakarta. olahraga bukan lagi soal keindahan dan bentuk tubuh, tapi soal bugar dan sehat. Ayo olahraga
4. Rifqy Faiza Rahman
@anandarifqy / papanpelangi.co
Sunrise Gunung Limo Pacitan
Pagi-pagi saya berlari dari rumah nenek ke desa sebelah, hanya demi mengabadikan sunrise yang sederhana. Tampak Gunung Limo menyembul di kejauhan.
5. Fardelyn Hacky
@fardelynhacky1 / http://www.fardelynhacky.com/
Menyambut Pagi
Pagi telah datang kembali… menambah satu hari lagi perjalanan hidup anak manusia.
Terbangun dari mimpi, menaklukkan hari, untuk bersiap memyambut mimpi baru.
Aku dan kau - kita - sudah sampai di mana?
Mimpi kita tadi malam, apakah mimpi yang sama dengan mimpi kemarin?
Sayang, mari menyambut pagi…
Lihat matahari di ujung sana
Malu-malu semburat jingga, sebelum datang garangnya.
Sayang, mari kita nikmati hangatnya pagi
Dengan dua cangkir hangat kopi
“The sun just touched the morning;
The morning, happy thing,
Supposed that he had come to dwell,
And life would be all spring.” ––Emily Dickinson
6. Raditya Jati
http://denmasbrindhil.wordpress.com
“Pagi yang Sedikit Berawan”
Foto itu diambil dari bukit batu sebelah timur dari pantai Klayar, Pacitan. Saat itu saya memang menyengaja mbolang ke sana sendirian, nyepeda. Karena sebelumnya pernah juga mau ke Klayar, waktu itu bareng seorang teman, tapi gagal sampai karena kemalaman dan keesokan harinya sudah harus pulang ke Jogja. Nah, saat sendirian itu saya asyik-asyikakan saja di pantai Klayar itu
7. Nurul Noe
@NurullNoe / www.nurulnoe.com
“Mengeja Pagi”

Putik-putik bougenville menyembul dari balik mahkotanya, bersuka cita menyambut pagi di Bukit Kramatwatu Indah, Serang. Diam-diam, sekeping hati mulai mengeja sebaris kata. Hari baru, harapan baru, semangat baru.
8. Isna Saragih
djangki / avant garde / https://djangki.wordpress.com
“Mentari dan Embun Pagi”
Matahari hanya segaris tipis berwarna keemasan di ujung timur pulau Bali ketika pesawat kami hendak meninggalkan Pulau Dewata. Lalu perlahan sang surya memancarkan sinar agungnya, meluruhi butir-butir embun di balik jendela. Selamat pagi Bali, suatu saat aku ‘kan kembali.
9. Danan Wahyu S
“Menanti Surya”
Kanawa – Tak ada yang tak indah di pulau ini. Melayangkan pandangan ke segala arah , indra penglihatan selalu dimanjakan pesona alam. Tapi fotografer tetap setia menanti surya di puncak bukit. Melengkapi sebuah ritual pagi.
10. Dee An
@dieend18 / www.adventurose.com
“Bola Jingga di Langit Banyuwangi”
Tak perlu mencari tempat istimewa hanya untuk menikmati sebuah moment istimewa. Terkadang, moment istimewa itu justru hadir di tempat yang menurut kita sangat biasa. Seperti pagi itu, pada sebuah unplaning trip menuju Bali, dari dalam mobil yang melaju aku melihat matahari cantik, bulat sempurna, di langit timur Kota Banyuwangi.
11. Dimas Angga
@dmasangga / www.pedomellonz.blogspot.com
“Merdeka”
Foto ini diambil bertepatan dengan hari kemerdekaan 17 agustus di puncak gunung cikuray
12. Noerazhka
@noerazhka / www.noerazhka.com
“Sunrise, Perayaan Bagi Para Pecinta Pagi”
Saya bukan manusia pagi.
Kalau disuruh memilih antara berburu sunrise atau bergelung di balik selimut, tanpa ragu, saya akan mengambil opsi kedua. Namun, Desember 2014 lalu, saya ‘terpaksa’ harus berkejaran dengan waktu, mendahului matahari sebelum ia tiba di cakrawala.
Drini, salah satu pantai di pesisir Selatan Gunung Kidul. Disanalah saya memaksa mata untuk terjaga, merayakan sunrise bersama para pecinta pagi. Langit gelap, lalu perlahan surai berwarna jingga memecahnya. Biru, ungu, merah pun bersusulan setelahnya. Memeriahkan pagi yang syahdu.
Para pecinta pagi bersorak kegirangan. Sementara saya menguap, menahan kantuk mati-matian.
13. Syifna
@inisyifna / www.gatedelhi.wordpress.com
“Sinar Harapan”
Kegelapan hutan di malam hari hilang seketika saat secercah sinar mentari datang menghampiri, hidup takkan pernah suram saat masih ada secercah harapan. Life is Beautifull 🙂
14. Vizon
@hardivizon / www.hardivizon.com
“Menjemput Rezeki”
Saat mentari menyembulkan cahaya hangatnya di pagi hari, saatnya bagi umat manusia untuk bertebaran di muka bumi, menjemput rezeki yang telah Allah sediakan untuk mereka. (Foto ini kuambil, Minggu pagi, 22 Maret 2015, pukul 06.00 wib, di Jl. Ring Road Selatan, dekat pasar buah dan sayur Giwangan-Yogyakarta, dalam perjalanan menuju bandara Adi Sutjipto).
15. Aliko Sunawang
@sunawang / sunawang.net
“Menanti Matahari”
Pagi itu para pendaki sedang menunggu matahari terbit di padang sabana satu gunung Merbabu. Semburat jingga sudah mulai terlihat, para pendaki mulai keluar tenda untuk menanti sang surya pagi menampakkan dirinya.


