Showing posts with label Kalimantan. Show all posts

Tips Backpacking ke Prevab Mentoko Sanggatta


Prevab Mentoko terletak di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Jarak dari Balikpapan ke Sanggatta sekitar 280 km atau dapat sitempuh sekitar 7 jam perjalanan via darat. Prevab Mentoko merupakan kawasan konservasi orangutan Kalimantan dan beberapa flora dan fauna endemik Kalimantan dibawah naungan Taman Nasional Kutai. Menikmati hijaunya hutan Kalimantan dan mengenal lebih dekat orangutan Kalimantan merupakan dua dari beberapa keindahan yang bisa anda nikmati jika berkunjung ke Prevab Mentoko.

Berbagi tips menuju Prevab Mentoko.

TRANSPORTASI 

  • Pilihlah Penerbangan menuju kota Balikpapan, ada banyak maskapai yang melayani rute menuju Balikpapan dari kota anda masing-masing.
  • Untuk menuju Prevab Mentoko, anda akan melewati tiga kota yaitu Samarinda, Bontang dan Sangatta.
  • Jika anda datang rombongan, saya sarankan untuk mencari travel. Mobil travel biasanya didominasi mobil avanza dan innova. tarif tergantung dari jenis mobil tapi biasanya sekitar 800 k - 1000 k*.
  • Lama perjalanan umumnya 7-8 jam perjalananan.
  • Untuk jalur angkutan umum, anda bisa memilih bus tujuan langsung Balikpapan - Sangatta (125 k*) tapi bus jurusan ini lebih sedikit dibanding anda memilih jurusan Balikpapan - Bontang (100 k*), kemudian lanjut lagi bus Bontang - Sangatta (25 k*).
  • Dari terminal umum Sangatta anda bisa memilih angkot atau ojek menuju Desa Kabo Jaya.
  • Dari kantor Desa Kabo Jaya berjalanlah menuju sungai, tak jauh dari kantor desa terdapat dermaga perahu katinting.
  • Akses selanjutnya ditempuh dengan perahu katinting (300 k PP*) sekitar 20 menit untuk sampai di Kawasan Wisata Alam Prevab Mentoko, Sangatta.
  • Harga Tiket Masuknya 15 k/ orang* di hari libur

    * harga juni 2014
Dermaga swadaya rakyat untuk perahu katinting
Uji adrenalin mengarungi sungai sangatta yang terkenal dengan lumbung buaya
DESTINASI WISATA

Sebenarnya destinasi wisatanya adalah Prevab Mentoko Sangatta, lebih tepatnya apa yang bisa dilakukan di tempat ini. Berikut ulasannya:
  • Mengunjungi Pohon Ulin berumur ratusan tahun
  • Melihat secara langsung Orang Utan
  • Walking Track di tengah hutan kalimatan
  • Susur sungai Sangatta.
  • Mengenal lebih dekat flora dan fauna endemik.
Orang Utan Kalimantan
Ini  penampakan Kayu Ulinnya, bisa anda bayangkan sendiri betapa besar pohonnya.
Walking track menyusuri hutan
PENGINAPAN

Tak perlu khawatir dengan penginapan, terdapat dua buah rumah kayu yang dapat disewa. Setiap kamarnya seharga 150 k. Jangan berharap anda akan mendapatkan fasilitas seperti resort ditengah hutan, itu tak akan anda dapatkan disini. Fasilitas yang ada hanya 1 buah kamar dengan 2 buah kasur lengkap dengan kelambunya. Fasilitas toilet dan kamar mandi ditempatkan diluar untuk dipakai bersama dengan pengunjung lain. Akses listrik hanya berlaku di malam hari dengan tenaga bantuan motor diesel.


Rumah kayu
Sebagai penutup, saya mengharapkan kepada para pengunjung agar bisa lebih menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarang tempat, menebang pohon dan memburu/membunuh binatang,  agar nantinya prevab mentoko tidak hanya menjadi cerita untuk anak cucu kita.



Cinta Pahlawan dan Sosok Pahlawan Saat Ini

Sejarah telah mengukir bahwa tragedi 10 November 1945 di kota Surabaya mengingatkan kita tentang sosok heroik Bung Tomo yang dengan lantang berteriak mengusir penjajah dari Indonesia, maka sejak saat itu setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita dan kota Surabaya dideklarasikan sebagai kota pahlawan terbukti dengan adanya Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Terlahir setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya adalah sebuah anugrah, namun kita tak mesti harus berbangga diri. Ada orang-orang yang telah berjuang yang rela meluangkan waktu, tenaga, materi bahkan nyawa sekalipun demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka itu disebut sebagai pahlawan, meskipun sebenarnya terlalu banyak orang-orang yang berjuang tapi belum sempat tertuliskan namanya dalam deretan daftar nama pahlawan. Mungkin beberapa dari kita masih mengingat bahwa sejak bangku sekolah dasar kita sudah dikenalkan akan sosok pahlawan yang biasanya foto digantung di dinding belakang. Saat ini apakah masih terpasang foto pahlawan itu?  jawabannya mungkin beragam tapi saya berharap itu tidak hilang. Sungguh ironi jika anak zaman sekarang justru lebih mengenal superhero dibanding pahlawannya sendiri.

Pahlawan Indonesia terbagi dari beberapa macam sesuai dengan zaman mereka berjuang, ada pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan kemerdekaan nasional, pahlawan proklamator, pahlawan kebangkitan nasional, pahlawan ampera, dan pahlawan tanpa tanda jasa. Sebenarnya zaman sekarang ada pahlawan paling fenomenal yang terkadang terlupakan, mungkin beberapa diantara anda sendiri sebagai pahlawannya. Mereka itu dikenal sebagai pahlawan kesiangan dimana sosok yang datang tiba-tiba yang memberikan bantuan dibalut dengan pencintraan. apakah anda termasuk pahlawan itu? Ok, tak perlu dijawab cukup anda sendiri yang tahu.

Pemuda - Pemudi Cinta Indonesia
Sebenarnya dalam postingan ini saya akan menanyakan tentang sosok pahlawan idaman mereka. Mereka ini siapa? mereka yang ada dalam foto di atas, yang mana  kami tergabung dalam Generasi Cinta Indonesia. Tentunya sebagai anak muda cinta Indonesia, kami punya pandangan tersendiri. Mari simak penuturan mereka dalam project Cinta Pahlawan dan Sosok Pahlawan Saat Ini. 

1. Surya Pandu Perdana Putra 


Surya Pandu Perdana Putra, begitulah nama lengkapnya tapi lebih familiar dengan nama uya atau uppa'. Matanya sipit mirip perawakan tionghoa tapi dia asli Indonesia kok. Siapakah pahlawan idaman dan sosok pahlawan saat ini di mata dia?

Wage Rudolf Soepratman
"Pahlawan di masa lalu yang menurut saya berjasa adalah Wage Rudolf supratman. Dia adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia 'Indonesia Raya'. Beliau adalah seorang pemain biola dan pandai mengubah lagu, itulah mengapa saya pilih beliau karena saya pemain biola juga. Bukan hanya itu, jika seandainya tak ada beliau siapa yang akan menciptakan lagu nasional kita. Beruntunglah kita punya beliau di masa lalu, karena kalau tidak ada beliau yang mengubah lagu nasional kita, saya ragu apakah lagu nasional kita akan semegah dan sesakral seperti yang kita dengan sekarang. Salute to WR Soepratman."

Ibu dan Bapak Guru
"Jika ditanya siapakah pahlawan yang berjasa di masa kini saya tidak akan menjawab dia adalah politikus, visioner atau seseorang yang menjabat di pemerintahan. Yah, kita tau mereka sudah berbuat hal yang besar terhadap bangsa ini. But honestly, I personally didn't feel the effect. Rakyat kecil masih harus berjuang untuk menyambung hidup. My hero is my teachers, karena merekalah saya bisa seperti apa saya sekarang. Guru-guru tidak harus di bangku sekolah, mereka bisa saja orang tua, instructors di pabrik atau bahkan teman-teman kita sendiri. Terima kasih guru."

2. Rezki Paradigma 


Perempuan dengan balutan hijab orange ini adalah Rezki Paradigma, kami sering memanggilnya kiki atau kiko. setiap harinya dia memakai kacamata, tapi gak tau kenapa di foto ini dia gak pake, orangnya dewasa dan berjiwa keibuan banget dan paling penting dia pintar masak. Ngomongin tentang pahlawan dan sosok pahlawan saat ini, dia punya penuturan sendiri.

Cut Nyak Dhien
"Saya kagum dengan sosok Cut Nyak Dhien, perempuan pemberani dari Aceh. Beliau seorang perempuan tapi dia rela berjuang dan memimpin rakyat Aceh untuk berjuang melawan penjajah Belanda. Beliau seorang wanita mandiri dan tangguh, dia tetap melanjutkan perjuangan rakyat Aceh walaupun dia ditinggal oleh Teuku Umar suaminya sendiri yang gugur di medan perang. Saya bangga dengan Cut Nyak Dhien."

K.H. Abdullah Gymnastiar
"Pahlawan saat ini menurut saya adalah Aa Gym, beliau membangun citra sebagai sosok pemuka agama yang berbeda dengan ulama lainnya. Pesan-pesan dakwahnya berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi, dan keteguhan iman. Selain itu cara berdakwahnya juga bagus."

3. Resky 


Nama Lengkapnya Reski, biasa dipanggil Kikan. Terkadang orang mengiranya perempuan karena hanya melihat namanya tapi jangan salah dia punya paras tampan loh. Dia juga hebat dalam memainkan alat musik gitar, petikan gitarnya terkadang membuat kita hanyut. Orangnya agak pendiam tapi ngomongin tentang pahlawan dia punya cerita sendiri.

Pong Tiku
"Pong Tiku adalah pahlawan asli dari Tana Toraja, sama dengan tanah leluhur saya. Beliau lahir, tumbuh, dan menjadi seorang pejuang di tengah hutan dengan segala kekurangan yang ada. Beliau mengajarkan arti sebuah kesederhanaan dimana kita berjuang bukan dari hal-hal yang besar tapi perjuangan itu bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebagai contoh, beliau melawan Belanda hanya bermodalkan lada khas Toraja 'lombok katokkon'. Lada ini dihancurkan kemudian dimasukkan dalam meriam yang terbuat dari bambu lalu ditembakkan. Dari senjata sederhana itulah kemudian beliau bersama pasukannya bisa merebut senjata Belanda."

Anies Baswedan
"Saya suka Anies Baswedan dari gaya kepemimpinannya. Beliau dikenal dari gebrakan program Indonesia Mengajar. Memperjuangkan pendidikan anak bangsa mulai dari pedalaman. Tidak mudah untuk melakukan itu semua, dibutuhkan keyakinan, komitmen, dan kerja keras untuk mewujudkannya."

4. Hajar Hasanuddin


Hajar Hasanuddin itulah nama lengkapnya. Dia bukan anak dari pahlawan Sultan Hasanuddin,tapi dia adalah putra kebanggaan dari pak Hasanuddin. Orangnya sangat kreatif dalam hal desain. Dia juga sangat telaten dalam mengerjakan sesuatu, setiap pekerjaannya tidak pernah asal-asalan. Tak kalah pentingnya dia jago dalam hal meracik masakan. Bagaimana penuturannya tentang Pahlawan?

Pahlawan Nasional
"Saya kagum kepada semua pahlawan, karena mereka berjuang dengan hati. Mereka berjuang atas dasar kesadaran akan kewajiban, mereka membela dan membangun negara ini. Kata dan tindakan sejalan."

Diri Sendiri
"Saat ini susah dibedakan terhadap apa yang masyarakat lihat terhadap apa yang orang lakukan dan itu menguntungkan buat mereka, maka mereka akan menyebut orang tersebut 'pahlawan'. Tapi benarkah itu? Butuh Kejelian dalam menanggapi hal tersebut. Bagiku, pahlawan saat ini adalah diri kita sendiri, yang berusaha bangun dari keterpurukan keadaan. Membangun negeri ini dalam kesendirian. Suatu saat yang sendiri akan berkeseinambungan, karena sebetulnya kita tidak sendiri."

5. Palaguna


Palaguna nama lengkapnya. Orang biasa memanggilnya Gugun, Gun-Gun, dan Guna. Dia suka travelling, saya pernah travelling bareng ke Bromo tahun lalu. Dia penggila warna biru, baginya biru adalah segalanya. Dia juga seorang penikmat kuliner dan Coto Makassar adalah salah satu kuliner favoritnya

Syekh Yusuf Abdul Mahasin Thajun Khalwati Al-Makasari Al-Bantani
"Saya sangat kagum dengan Syekh Yusuf. Beliau merupakan putra asli tanah Gowa, Sulawesi Selatan. Jarang kita temukan tokoh agama lintas negara bahkan benua. Beliau sangat diterima oleh masyarakat dimana beliau berdakwah."

Ibu dan Bapak Guru se-Indonesia
"Bagi saya para guru se-Indonesia, kalianlah the real hero yang saya kagumi. Kalian adalah programmer buat para penerus bangsa. Di tangan kalianlah masa depan bangsa yang cerdas serta bermartabat dicetak."

6. Toety Anggriani Suharto


Perempuan kelahiran Luwuk, Sulawesi Tengah ini bernama Toety Anggriani Suharto. Dia bukan anak presiden soeharto cuma kebetulan nama bapaknya Soeharto. Dia hobbi menyanyi dan musik country adalah musik favoritnya.

Ibu Fatmawati Soekarno
"Saya kagum dengan Ibu Fatmawati Soekarno, perjuangannya melampaui batas-batas pemikiran para pejuang bangsa. Beliau telah menyiapkan bendera Merah Putih selama satu setengah tahun dan disinilah fakta terungkap bahwa ibu Fatmawati tidak sekedar berperan sebagai penjahit bendera pusaka. Terlalu sulit untuk mengukur secara konkrit betapa besarnya jiwa kepahlawanan yang telah beliau sumbangkan kepada Nusa dan Bangsa Indonesia."

Simon Santoso
"Pengorbanan seorang pahlawan tidak harus identik dengan pengorbanan nyawa. Seorang olahragawan seperti Simon Santoso pantas juga disebut sebagai pahlawan karena dia juga berjuang dalam olahraga bulutangkis membawa nama Indonesia."

7. Muhammad Akbar

Muhammad Akbar, tapi orang lebih mengenal saya dengan nama Akbar. Saya penikmat segala jenis musik tapi tak ada satupun alat musik yang bisa saya mainkan. Saya penikmat kuliner dan semua teman saya tahu, bagi saya makanan itu cuma ada dua, enak dan enak banget. Lewat blog travel indonesianholic salah satu cara saya mencintai Indonesia. Ngomongin tentang Pahlawan saya punya pendapat sendiri.

Sultan Hasanuddin
"Saya kagum dengan sosok Sultan Hasanuddin, beliau adalah Raja ke-16 di Kerajaan Gowa-Tallo. Keberaniannya dalam mengusir penjajah Belanda dari dataran Indonesia tak perlu diragukan lagi. Beliau dikenal dengan sebutan Ayam Jantan Dari Timur, beliau menentang kebijakan pemerintah Belanda yang ingin memonopoli perdagangan rempah di Maluku. Bandar udara internasional Sultan Hasanuddin, namanya dijadikan nama bandara sebagai bentuk mengenang jasa kepahlawanannya."

Abraham Samad
"Siapa yang tak mengenal sosok Abraham Samad, pimpinan ketua KPK saat ini. Seorang pemberani dari Makassar yang siap dan rela berkorban demi terhapusnya budaya koruptor di Indonesia. Saya kagum dengan keberaniannya yang tidak tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Orangnya tegas dan berani mempertanggung jawabkan segala janjinya. Budaya 'Siri' na Pacce' mengalir di darahnya, budaya malu jika tak mampu berbuat untuk Indonesia."

Semoga semangat para pahlawan yang telah gugur mendahului kita tidak pernah padam. Saya hanya ingin menularkan semangat para pahlawan, agar kita tidak pernah putus asa membangun Indonesia yang masih tertinggal dari negara lain. Percaya bahwa kita masih punya banyak pahlawan masa kini, bisa jadi orang di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri.

Penutup dari postingan ini, saya akan membagikan 2 buah T-Shirt Indonesia (seperti baju yang di atas). Cara dapatkannya mudah, Simak syarat dan ketentuannya:
1. Follow twitter @indonesianholic dan like FB Page indonesianholic
2. Berikan komentarmu tentang sosok pahlawan idamanmu dan sosok pahlawan masa kini.
3. Share di twitter kemudian mention @indonesianholic sebagai bukti kamu sudah berpartisipasi dalam giveaway ini.
Contoh tweet: Baru saja ikutan giveaway di blog www.indonesianholic.com untuk dapatkan T-Shirt Indonesia dari @indonesianholic #GAheroesday
4. Komentar terbaik akan mendapatkan 1 buah T-Shirt dan komentar terpilih juga akan mendapatkan 1 buah T-Shirt yang akan saya pilih secara random atau acak.

Giveaway ini mulai hari ini sampai 25 November 2014,pukul 23.59 pemenang akan diumumkan 1 hari setelah giveaway ini ditutup. Setiap orang punya kesempatan sama untuk mendapatkan hadiahnya.
Tunggu apalagi, Ayo buruan....

Let's Travel to Experience the Beauty of Indonesia
INDONESIANHOLIC


Mengejar Sunrise di Bukit Kusnodo Bontang

Langit Kota Bontang masih gelap ketika saya bersama teman sedang semangatnya menuju Bukit Kusnodo untuk menyaksikan sunrise. Sebuah daerah perbukitan sebelah utara Kota Bontang dimana letaknya sedikit lebih tinggi sehingga kita bisa melihat view Bontang dari ketinggian. Dari Bukit Kusnodo kita juga bisa melihat obor dan tangki PKT dan PT. Badak LNG, dua perusahaan besar di kota Bontang.

Bukan naik motor atau naik mobil apalagi jalan kaki, tapi kami menempuhnya dengan naik sepeda. Aktivitas baru yang saya geluti selama di Bontang bahkan kami punya kelompok bersepeda sendiri, kami ini Semut Hitam, namanya sedikit aneh tapi nama ini punya arti sendiri bagi kami.

Bukan Indonesia kalau tidak telat, ya seperti itulah yang terjadi, awalnya kami akan berangkat Pukul 05.15 tapi malah molor 30 menit kemudian. Apapun yang terjadi kami tetap berangkat walaupun tujuan utama kami rasanya sulit untuk dicapai. Saya memimpin teman-teman dan berada di garis terdepan menyusuri jalan raya kota Bontang. Udara dingin pagi hari seakan memberikan semangat agar tak patah semangat. Tanjakan HOP (Area Perumahan Umum PT. BADAK) menyambut kami, laju sepeda saya kencangkan, dengan sedikit napas ngos-ngosan akhirnya kami bisa melewatinya. Ini baru babak awal masih ada tanjakan selanjutnya.

Sebenarnya ada banyak jalur menuju Bukit Kusnodo, namun yang paling cepat lewat Kawasan Perumahan PKT (Pupuk Kaltim). Setelah melewati pintu masuk pos PKT kemudian belok kiri, harusnya itu yang kami lewati tapi kami malah lurus dan sempat kesasar. Perjalanan tanpa tersesat itu bagaikan sayur kurang garam, hukum alibi berlaku.
Saya beradu kecepatan dengan matahari yang sudah mulai beranjak dari peraduaanya, tapi apa daya saya kalah capat. Saya berhenti sejenak kemudian menikmati Indahnya Sunrise walaupun bukan di tempat tujuan rencana awal. Sebuah perjalanan tak mesti harus tiba di tujuan tapi bagaimana cara kita menikmatinya. 
Sang Mentari sudah mulai muncul
Langit gelap sudah mulai berganti
Hari sudah mulai terang, mengejar sunrise pun sudah gagal tapi kini berganti sunrise yang menemani kami menuju Bukit Kusnodo. Sebelum tiba, sebuah tanjakan bertingkat berada di depan yang harus kami lalui. Singgah sejenak sambil istirahat dengan sebotol air mineral sebagai pelepas dahaga di pagi hari. 

Puncak Bukit Kusnodo sudah di depan mata namun itu tak sedekat dengan apa yang dilihat, dibutuhkan tenaga untuk mengayuh sepeda dan semangat untuk mencapai puncak. Pantang juga bagi kami turun dari sepeda kemudian mendorongnya. 

Tanjakan terakhir sebelum puncak
Jalanan beton membelah Bukit Kusnodo
Sebuah pencapaian bisa berada di Bukit Kusnodo, walaupun tak sesuai rencana awal tapi perjalanan ini mengajarkan saya banyak hal tentang segala sesuatu tak selamanya harus sesuai dengan perencanaan. Jika mundur sedikit ke belakang, seandainya kami start lebih cepat ada kemungkinan kami bisa menyaksikan sunrise dengan balutan gradasi warnanya. Apapun itu, saya tetap bersyukur karena kini saya telah menemukan tempat paling keren di kota Bontang.

Bagi saya Bukit Kusnodo merupakan tempat bisa kalian kunjungi untuk para penikmat sunrise, selain itu tempat ini bisa menyaksikan sunrise dan sunset dari satu tempat. Terdapat pula menara yang terbuat kayu ulin, tapi sayangnya menaranya tak terawat.

Temukan cerita perjalanan saya selanjutnya mencari sisi keindahan kota Bontang. Setelah Pulau Beras Basah dan Bukit Kusnodo, saya yakin akan ada lagi tempat-tempat keren yang belum saya temukan. 

Ekspresi kegembiraan bisa berada di puncak
Sule, Guna dan Erick #Semut Hitam Crew

Let's Travel to Experience the Beauty of Indonesia
Salam IndonesianHolic

Beras Basah, Pulau Kecil nan Cantik dari Bontang

Landscape Pulau Beras Basah Bontang
Sejak kedatangan saya di Kota Bontang maret kemarin untuk urusan pekerjaan, perusahaan tempat saya bekerja mengutus ke Bontang untuk OJT On Job Training di perusahaan pengolahan gas LNG. Bontang memang bukan kota tujuan wisata namun tak selamanya kota ini tak memiliki sisi untuk dieksplore. Kesempatan untuk menyambangi kota Bontang tak saya sia siakan untuk menemukan pariwisata baik itu wisata bahari, kuliner, alam dan sejarah. Hari weekend saya memfaatkan betul untuk berlibur karena liburan itu bisa dilakukan dimana saja asal tujuan dari liburan itu tercapai.

Sebelum mengulas liburan saya di Bontang, mari mengenal lebih dekat tentang kota yang akan saya tinggali  satu tahun kedepan. Kota Bontang yang selama ini dikenal sebagai kota Industri. Bontang merupakan salah satu kotamadya di Provinsi Kalimantan Timur, jika dari Balikpapan dapat ditempuh sekitar 6 - 7 jam dengan melintasi kota Samarinda.

Moment weekend itu moment yang paling ditunggu, dimana minggu kemarin 5 April 2014 saya mengunjungi sebuah pulau yang ada di kota Bontang, pulaunya terletak di sebelah timur dari kota industri ini. Untuk menuju Pulau Beras Basah ada dua jalur yakni melalui Pelabuhan Tanjung Laut yang diperuntukan untuk masyarakat umum dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kapal kayu dan Pantai Marina yang merupakan jalur khusus untuk para staf, tamu dan karyawan PT. Badak LNG, jarak tempuh lebih singkat hanya 15 menit dengan speed boat.

Wajib pakai life jacket sebelum naik speedboat
Motor Speedboat membelah lautan
Kami sudah berkumpul di Pantai Marina pukul 10.00, ke Pulau Beras Basah kaminnaik speed boat di dermaga Pantai Marina. Speed boat bisa muat 10 - 15 orang. Hal penting yang perlu diperhartikan sebelum berangkat kami harus memakai life jacket sebagai bagian dari dari safety. Speed boat yang membawa kami melaju kencang membelah laut yang tenang tapi itu tidak menjamin perjalanan lancar, terkadang kami merasa terhempas dan histeris ketika speed boat menabrak ombak. Tepat 15 menit kami sudah mendekat di sebuah pulau kecil dengan menara mercusuar yang menjulang tinggi sebagai tanda Pulau Beras Basah. Saya sudah tak sabar menikmati pulau yang terkenal dengan pasir putih dan airnya yang jernih.

Pulau Beras Basah dulunya dikelola oleh PT. Badak sebagai tempat berlibur para karyawannya, namun tahun kemarin pulau ini sudah diperuntukkan untuk masyarakaat umum. Pulau Beras Basah memiliki luas sekitar 5 ha yang ditumbuhi pohon kelapa mengelilingi pulau nan kecil ini. Pulau Beras Basah, konon ceritanya sebuah kapal dengan muatan beras dari Makassar terhalang ombak besar sebelum tiba di Bontang hingga akhirnya muatannya diturunkan di pulau ini.

Pulau Beras Basah terlihat ramai namun ini tak seramai di hari minggu. Kami mencari tempat untuk menyimpan barang dan sebuah pohon yang cukup rindang menjadi pilihan untuk menggelar tikar diatas pasir sambil istirahat. Saya memilih istirahat sambil menunggu cuaca bersahabat ketika yang lain sudah berlarian menuju pasir putih. Niat awalnya saya datang kesini ingin mengeksplore setiap lekukan pulau ini saya urungkan dulu, selojoran di atas hammock jauh lebih nikmat ketimbang berpanas- panas ria.


Pulau ini dilengkapi beberapa gasebo, arena permainan dan sebuah rumah untuk penjaga pulau. Beberapa dari pengunjung juga lebih memilih mendirikan tenda bulan. Semenjak dibuka untuk umum memang pulau ini menjadikan tujuan wisata favorit, tapi anda harus siapakan uang lebih banyak jika anda seorang yang tak mau repot. Untuk menggunakan kamar mandi harus membeli 1 jeregen air Rp. 5.000,- dan jika ingin menikmati mie gelas di warung dihargai Rp. 20.000,-. Saran saya sebelum kesini hendaknya membawa bekal dan air minum. Pulau ini memang tak mempunya sumur air tawar jadi air tawar diambil dari Bontang menggunakn perahu.

Ketika cuaca bersahabat saya beranjak dari hammock untuk bergabung dengan yang lain. Pulau ini dapat dijelajahi setiap lekukannya hanya dengan berjalan kaki. Setiap sisi pulau ini memiliki keindahan tersendiri namun paling bagus untuk mandi di sebelah utara karena sisi kedalamannya bertahap jadi baik untuk pengunjung. Selain itu anda juga bisa mencoba banana boat untuk keliling pulau. Saya kali ini tidak mencoba apapun, hanya berjalan keliling pulau sambil mengabadikan setiap moment yang ada.

Pasir putihnya yang bersih dan airnya yang jernih menjadi daya tarik para pengunjung. Jembatan kayu yang menjorok ke laut menjadi pemandangan tersendiri.

Liat seperti ini pengennya langsung nyemplung
Pasir Putih Pulau Beras Basah
Deretan kapal nelayan
Eksis dulu sebelum pulang
Foto Bersama
Menghabiskan waktu hampir lima jam di Pulau Beras Basah membuat saya belum puas karena saya tak bisa menikmati senja sambil menunggu moment sunset. Kedatangan kami memang sudah terjadwal kapan datang dan kapan pulangnya tapi itu sudah sangat membuat saya senang bisa menikmati hari libur di pulau kecil nan cantik dari Bontang.
 
Saya masih pengen menikmati indah bawah lautnya dengan snorkling ria dan menikmati indah sunsetnya. Selalu saja ada alasan untuk kembali di setiap tempat saya datangi. 
 
Menunggu speed boat yang akan mengantar kami pulang
Let's Travel to Experience the Beauty of Indonesia
Follow twitter @indonesianholic

Jelajah Bumi Borneo

Pulau kalimantan juga dikenal dengan nama Borneo. Salah satu pulau terbesar pulau di indonesia. Pulau yang terkenal dengan hutan yang luas dan hasil tambang yang berlimpah. Pulau Kalimantan merupakan penghasil oksigen terbesar dan dikenal sebagai sumber paru-paru dunia.

Perjalanan ini akan menceritakan Jelajah di bumi Borneo dan mengikuti kegiatan Temu Bakti Forum Komunikasi KSR PMI Unit Perguruan Tinggi se- Indonesia VI di Samarinda Kaltim. saya tergabung dengan kontingen Sulawesi Selatan. Kami sepakat akan menuju Kaltim via Kapal laut berhubung peserta yang begitu banyak. Naik kapal merupakan hal pertama kali bagi saya pribadi. Ini akan menjadi perjalanan yang menarik. saya meninggalkan pelabuhan Makassar sekitar jam 12 malam, karena terjadi delay. Jarak Makassar- Samrinda sebenarnya sangat dekat hanya dipisahkan oleh laut (peta) namun jarak sebenarnya cukup jauh.
Menuju Samrinda, kami harus menuju Balikpapan terlebih dahulu dengan tempuh 24 jam.Semua akses menuju Samarinda terpusat di Balikpapan, bukan hanya Pelabuhan tapi Bandara pun begitu. Saya jadi heran, Samarinda yang jelas-jelas ibu kota provinsi, namun untuk akses transportasi terpusat di Balikpapan. saya tiba di Pelabuhan Balikpapan Sekitar Jam 3 pagi. Selanjutnya menuju samarinda ditempuh dengan Bus dengan jarak tempuh 2-3 jam. Saya tak menikmati perjalan karena masih subuh, namun saya bisa merasakan jalanan yang berbelok-belok dan berbukit. Alhamdulillah tiba di Samarinda sekitar jam 6 pagi disambut dengan matahari pagi.



Bismillah
Seperti sebelumnya, saya di samarinda akan mengikuti kegiatan TEMBAK VI (tujuan utama) dan jelajah borneo (tujuan utama juga). Saya dan kontingen Sulsel terdaftar sebagai peserta dan tergabung dengan kontingen Provinsi lain yang begitu banyak. Seingat saya peserta kurang lebih 250 dari KSR UPT se Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi,membahas dan memilih. Semua kegiatan berlangsung 4 hari. Memutuskan Bengkulu sebagai tuan rumah TEMBAK VII dan memilih bang asep dari Jabar sebagai Koord FORKOM.

Forum TEMBAK VI Samarinda

Setelah kegiatan Forum, tiba saatnya jalan-jalan yang masuk dalam rangkaian kegiatan yang telah diatur olah panitia (KSR PMI Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda).
Hari pertama kami mengunjungi Tenggarong Kutai Kartanegara. Jarak Samarinda - Kutai lumayan jauh namun rasa bosan terbayarkan oleh pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. saya semakin percaya kalau Indonesia itu indah. Kutai yang terkenal dengan dengan sejarah masa lalunya. Rombongan akan diterima di kediaman Pemerintah setempat setelah itu berkunjung ke Museum Mulawarman. tempat yang menyimpan sejarah Kutai dan beberapa koleksi-koleksi langkah. Setelah itu saya dapat melihat langsung Jembatan kebanggaan masyarakaat Kutai (sebelum runtuh) dan stadion sepakbola yang megah yang menandakan Kutai sebagai salah kota terkaya di Indonesia. 

Jembatan kebanggan Kutai Kartanegara

 Simbol Kota Kutai

Hari selanjutnya, saya dan peserta lainnya mengunjungi kota Bontang, yang merupakan kota terkaya di indonesia dengan limpahan sumber daya alam.
Meninggalkan Samarinda di pagi hari menuju kota Bontang. Perjalanan menempuh sekitar 3 jam. Tempat yang akan kami datangi adalah PT. BADAK NGL, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan gas, yang menghasilkan LNG, LPG dan Kondensat. Memasuki area kilang tidak semudah yang dibayangkan. Kami harus melewati beberapa pintu, karena memang area ini tertutup untuk area umum.
Setelah tiba di sebuah gedung, kami disambut direksi dan memberikan pengarahan tentang PT. BADAK NGL. Setelah menerima pengarahan,kami diberi kesempatan untuk berkeliling area kilang via bus, karena tidak semua orang bisa bersentuhan langsung. Kami hanya bisa menikmati aktivitas kilang dari dalam bus. Setelah berkeliling sekitar 45 menit kami kembali ke gedung sebelumnya untuk acara penutupan.
Meninggalkan lokasi  PT. BADAK NGL, kami menuju kantor walikota Bontang untuk acara perkenalan tentang kota Bontang secara keseluruhan. Kantor Walikota dengan kota Bontang lumayan jauh terpinggirkan dari hiruk pikuk perkotaan. yang menarik dari kota ini saya tidak melihat jalanan yang rusak. Pembangunan yang merata.
Perbatasan kota Bontang

Kantor walikota Bontang

Setelah kegiatan jalan - jalan selesai hari berikutnya adalah penutupan. Sebelum penutupan kami mengunjungi pusat oleh-oleh kota samarinda. Banyak khas kota samarinda seperti baju, gantungan kunci, tas, mandau, dan jangan lupa beli kerupuk amplang. tidak sah jadinya kalau ke kota samrinda jika tidak membeli kerupuk amplang. Seperti halnya dengan sungai mahakam." sekali minum air mahakan, maka akan kembali ke kota samarinda" kata penduduk setempat. tapi kalau dipikir secara akal sehat, siapa juga yang bisa meminum air sungai mahakam yang warnanya kecoklatan.  
Hari penutupan tiba, seluruh rangkaian kegiatan akan berakhir. Perjalanan yang mempertemukan saya banyak relawan PMI se Indonesia. Inilah suka duka ikut kegiatan, dimana akan sulit untuk mengucapkan kata perpisahan. 
Sampai ketemu kembali..
kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang boleh kita berjumpa lagi.
-TEMBAK VI SAMARINDA-
Keluarga Besar TEMBAK VI SAMARINDA