Pulau Kecil Menyimpan Sejarah - Pulau kelor Kep. Seribu
Sesuai jadwal trip dari #Sahabat jalan peserta akan mengunjungi pulau Kelor. Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama pulau Kherkof, merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten administratif Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Pulau Kelor adalah sebuah pulau kecil yang menyimpan sejarah masa lalu. Pulau ini terdapat galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk mengahadapi serangan portugis di abad 17 (sumber: Artikel pembagian)
 |
| Penampakan Pulau Kelor dari atas perahu |
|
| Sisa reruntuhan Benteng Martello |
Pulau yang bernama dengan pulau
Kelor karena luasnya yang hanya sekitar 2 Ha dan yang paling jelas di
pulau ini adalah bekas benteng Martello. Pulau yang tak berpenghuni dan
sangat ramai dikunjungi di hari libur/weekend. Pulau ini juga tujuan
para orang-orang yang mempunyai hobbi memancing. Menurut salah satu
pemancing, spot di pulau Kelor sangat baik dan tak jarang mereka tidak
mendapatkan ikan.
Benteng
Martello hanyalah saksi yang masih bertahan sampai sekarang dan
mengingatkan pengunjungnya bahwa pulau ini merupakan bekas benteng
pertahanan VOC. Benteng Martello adalah benteng bulat dari bata yang
dibuat dengan meniru benteng Mortella di Corsica, sebuah pulau di Laut
Tengah. Dulu, pulau Kelor adalah garda terdepan untuk mempertahankan
Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari
samudera/laut. Penjagan pulau akan memantau wilayah laut di depannya dan
mengabarkan pada batavia jika kapal musuh menampakkan diri.
 |
| Pulau Kelor |
 |
| Benteng Martello dari sisi berbeda |
 |
| Jejak kaki kami di pasir putih |
Benteng
Martello sebenarnya sangat luas tapi sayangnya sekarang tinggal sisa
reruntuhannya hal ini disebabkan karena faktor umur dari benteng dan
akibat meletusnya Gunung Karakatau. Akibat letusannya menyebabkan
sebagian pulau ini hancur dan terkikis. Saya mengharapakan pulau ini
akan selalu ada karena ini merupakan saksi sejarah. Pulau ini agak
kurang terpelihara terbukti dengan semak-semak yang menyelimuti benteng Martello. Saya juga melihat beberapa sampah di sudut pulau, ternyanta
sampah itu adalah sampah kiriman dari Jakarta. Sebenarnya pemerintah
sudah memperhatikan pulau ini terbukti dari dibangunnya banguan pemecah
ombak. Mari kita selalu menjaga obyek wisata terutama wisata yang
menyimpan sejarah agar anak cucu kita masih bisa melihat dan
merasakannya.
 |
| Sisa reruntuhan Benteng Martello |
 |
| Tiang pancang sebagai pemecah ombak |
Tidak lengkap rasanya ke Pulau kelor jika hanya berdiam saja di bawah pohon atau berlinding di dalam benteng. Bagi yang suka berfhoto ria tempat ini sangat cocok. pasir putih, laut biru dan background pulau sangat tepat untuk diabadikan. Saya dan teman tidak berpikir lama untuk melakukannya, percuma datang jauh dari seberang jika tidak mengabadikannaya, silahkan dinikmati kegilaan kami...(jangan iri yah)
 |
| 2 jempol untuk Indonesia |
 |
| Senyum Backpacker |
 |
| Eksis depan Benteng Martello |
 |
| Peserta #one day trip 3 pulau |
Tepat pukul 10.30, bang @widhy20 selaku tour guide memanggil semua peserta berkumpul untuk menuju pulau Cipir. Sebelum meninggalkan pulau selebar daun kelor ini kami menyempatkan foto bersama. Sebenarnya saya masih kurang puas mengeksplore pulau ini, suatu saat nanti saya masih ingin mengunjunginya. Cerita selanjutnya di Pulau Cipir dan Pulau Onrust
keren!!!!
ReplyDeleteiya,
Deletesilahkan berkunjung.
murah kok cuma 100/0rang bisa keliling 3 pulau.
Sayang banget kalau sampai hilang ya, artinya bangsa kita juga kehilangan satu bukti sejarahnya.
ReplyDeleteiya semoga pulau ini akan terus ada.
ReplyDeletedisana sudah dibangun tiang-tiang pancang yang berfungsi untuk memecah ombak.
nice entry...keep it up
ReplyDelete