Telusur Jejak Mengalith Situs Gunung Padang #CianjurTrip Part II

Tuesday, July 30, 2013 muhammad akbar 8 Comments

Berhubung saya lagi berkunjung dan liburan di Cianjur, tapi ada satu hal pastinya menjanggal jika saya kembali ke Jakarta tanpa berkunjung ke salah satu tempat yang membuat saya sampai sekarang penasaran dengan cerita-cerita para backpacker dan ulasan-ulasan di media. Ada yang tau tempat yang saya maksud.?
Mau tau aja atau mau tau banget??

Sebelum saya berangkat ke Cianjur, saya sudah rencanakan akan berkunjung ke Situs Megalith Gunung Padang Cianjur. Mungkin ada yang belum tau ini tempat atau bahkan baru pertama kali ini mendengarnya. Kenapa saya bilang demikian karena sepupu saya yang sudah tinggal 7 tahun dan beristrikan orang cianjur tidak tau sama sekali. 

"besok, saya ingin ke Gunung Padang" cerita saya ke sepupu
"Gunung Padang???? bukannya itu di sumatera" celetos sepupu saya
"Astagfirullah, Gunung Padang itu adanya di Cianjur, salah situs megalith sebelum manusia mengenal peradaban" saya mencoba menjelaskan dari A-Z.

Situs Megalith Gunung Padang  merupakan situs purbakala atau kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Situs ini terletak di Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, tepatnya 20 km dari pertigaan arah Cianjur-Sukabumi. Situs Gunung Padang diprediksikan lebih besar dari Candi Brobudur karena luas kompleks kurang lebih 900 m2 dan terletak pada ketinggian 885 mdpl. Beberapa media juga mengatakan bahwa Situs Gunung Padang adalah Piramida Indonesia. Banyak arkeolog yang percaya dan ada  juga yang pesimis dengan kebenarannya tapi sampai saat ini masih dilakukan proses penggalian untuk mencari kebenarannya.
Gunung Padang Versi Arkeologi (copyright)
Minggu, 14 juli 2013
Pagi itu saya semakin gelisah dan tidak sabar ingin berkunjung ke Situs Gunung Padang. Semua perlengkapan saya sudah siapkan seperti kamera,powerbank,dan yang paling penting Syal Trip Indonesia. Kami memutuskan untuk naik motor mengingat bahwa jalan menuju kesana jelek atau belum tersentuh proses pengerasan. Berhubung kami tinggal di sekitaran RS. Cianjur dan info saya dapatkan bahwa jalur menuju kesana sangat mudah dan sudah terdapat banyak plan petujunk di sepanjang perjalanan, ini yang saya dapatkan di salah satu blog Backpacker yang sudah pernah kesana.

Start point di perempatan Hypermart Cianjur, selanjutanya kami menuju arah sukabumi jaraknya sekitaran 15 km dari titik awal tadi. anda akan melewati kantor DPRD Cianjur, selanjuntnya setelah anda mendapatkan pertigaan arah menuju Situs Gunung Padang dan Sukabumi. Dari pertigaan anda belok kiri ikuti arah petunjuknya, jaraknya 20 km sesuai dengan papan informasi.

Setelah anda memasuki jalan menuju situs yang jaraknya 20 km, anda akan mendapatkan jalanan berlumpur dan sedikit berlubang di 5 km pertama. Selanjutnya jalanan sudah beraspal, berbukit dan sempit tapi pemandangan sepanjang perjalanan sangat aduhai dan memanjakan mata. Persawahan dan perbukitan dan penampakan Gunung Gede sangat nampak jelas. Setelah anda menemukan plan yang menunjukkan 6 km lagi menuju situs, disinilah puncak pemandangan yang sangat luar biasa. perkebunan teh yang hijau, puncak Gunung Gede yang terselimuti awan tipis, langit biru dan pastinya cuaca sangat adem dan sejuk. Suasana di sini mirip dengan suasana puncak Bogor.

jalan sempit dan berbukit

Pemandangan Gunung Gede sepanjang perjalanan
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, akhirnya kami tiba di pintu gerbang Situs Megalith Gunung Padang Cianjur. selanjutnya anda bisa memarkir kendaraan anda di parkiran yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Dari pintu gerbang masih ada 1.5 km dengan jalanan berbatu dan tanjakan tapi jika anda berani mengemudi, bisa juga mengemudi sampai pos pelaporan atau pintu masuk. disini juga terdapat area parkir dan beberapa warung makan yang dikelola oleh masyarkaat setempat. Berhubung saya datang dalam suasana bulan ramadhan jadi semua warung lagi tutup.

Pintu gerbang Situs
Sebelum masuk kami terlebih dahulu menuju pos pelaporan untuk membayar iuran masuk Rp. 2000,- untuk wisatawan lokal dan Rp. 5000,- untuk wisatawan mancanegara. Kemudian jangan lupa menulis nama, alamat, jumlah, dan tujuan anda berkunjung.

Setelah proses administrasi selesai saatnya kita melakukan pendakian, jangan khawatir pendakiaanya tidak sulit kok karena untuk mencapai puncak anda akan melewati anak tangga yang sudah dibangun. Pilihan jalurnya ada dua yaitu jalur ziarah dan jalur wisata, dimana jalur wisata lebih mudah dibanding jalur ziarah namun anda harus berjalan lebih jauh. Saya memutuskan untuk naiknya lewat jalur wisata berhubung saya dalam kondisi berpuasa pada saat itu. Perlahan saya sudah menaiki beberapa anak tangga tapi masih belum melihat puncak, untuk jumlah anak tangga saya tidak tahu untuk lebih jelasnya silahkan berkunjung dan hitung sendiri. Nafas mulai ngos-ngosan dan kaki mulai terasa berat untuk dilangkahkan tapi seketika saya melihat kumpulan bebatuan dan saya percaya bahwa itulah puncak situsnya, semuanya terasa mudah dan bersemangat untuk berjalan.
Jalur ziarah

Pemilihan jalur menuju Puncak
Lama perjalanan saya naik tangga sekitaran 30 menit akhirnya sampai juga di puncak. melihat kumpulan lonjong segiempat yang bertaburan dan ada juga yang tertancap di tanah. Tampak hanya beberapa pengunjung berhubung karena masih pagi dan bulan puasa jadi pengunjung kurang banyak. Menurut seorang bapak yang ditugaskan untuk menjaga situs mengatakan bahwa minggu kemarin sebelum puasa ada sekitar ribuan pengunjung yang datang.

Saya takjub akan hamparan batu ini karena saya tidak habis pikir proses batu batu seberat ini bisa berada di puncak gunung. Situs Gunung Padang memang dulunya merupakan tempat penyembahan di zaman megalith. Ada satu batu yang berbeda dengan batu lainnya, dimana jika batu ini diketuk maka akan mengeluarkan bunyi seperti gamelan. Batu itu dinamakan batu gamelan. Ada juga batu yang diajadikan berbentuk seperti kursi dan jika kita duduk maka akan selurus dengan puncak Gunung Gede, konon katanya di batu ini lah dijadikan tempat duduk pada saat menyembah dan meminta sesuatu. Dari atas puncak situs sangat jelas kota Cianjur dan sekitarnya dari ketinggian. Berada di puncak pemandagan yang disuguhkan sangat indah.

Batu Gamelan

Hamparan batu yang tersusun rapi

Batu Kursi sebagai tempat meminta petunjuk

Syal Trip Indonesia
Indonesia itu Indah
Danau Jangari Cianjur  terlihat dari atas puncak situs
Setelah puas dan melihat-liahat dan berkeliling situs sambil mengabadikan beberapa gambar, saya pun meminta pamit dengan penjaganya untuk kembali. Saya memilih jalur ziarah untuk turunnya, memang betul jalur ini lebih singkat tapi anda harus berhati-hati karena tangganya hanya terdiri dari beberapa tumpukan batu.

Akhirnya mimpi saya untuk berkunjung ke Situs Megalith Gunung Padang Cianjur terkabul juga. Semoga proses penggalian yang dilakukan oleh tim arkeolog membuahkan hasil bahwa situs ini memang lebih besar dari Candi Brobudur

-BACKPACKER AMATIRAN_
tidak pernah lelah dan menyerah untuk mencintai Indonesia




8 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Puncak Bogor dari balik Jendela Bus #CianjurTrip Part I

Wednesday, July 24, 2013 muhammad akbar 6 Comments

Sabtu pagi, 13 Juli 2013
bangun tidur kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi (lagu anak jaman dulu)

Trip kali ini saya akan menuju Cianjur, kota yang terletak di Jabar. Liburan kali ini adalah mengunjungi keluarga yang sudah lama menetap di Cianjur. Setelah tas dan isinya terpacking saya menuju halte busway. Untuk menuju Cianjur terlebih dahulu menuju terminal Kampung Rambutan, ada beberapa pilihan bus menuju Cianjur diantaranya Bus Doa Ibu, Bus Karunia Bakti, Bus AC Marita, dan Bus Parung Indah. Pandangan pertama adalah sangat ramai karena rata-rata bus dari luar kota semua terpusat di terminal Kampung Rambutan. Berjalan menuju luar terminal karena saya tidak ingin menunggu lama sampai penumpang penuh, Intinya bus apapun yang berangkat maka itulah pilihan saya. Bus Marita AC perlahan meninggalkan terminal, tanpa pikir panjang saya kemudian naik dan memilih duduk di dekat jendela.

Apa yang saya hindari akhirnya terjadi juga, ternyata busnya ngetem di sisi jalan tol. Saya pun hanya bisa bersabar sambil menunggu sopirnya insyaf kalo penumpang sudah mulai gelisah. Tukang asongan silih berganti menjajakan jualannya, hanya kata "maaf ya bang, lain kali..!!!" hanya kata-kata ini yang mampu menaklukkannya. Hati-hati jika sudah memegang dan menanyakan harga lantas tidak membeli , maka penjualnya akan sedikit memaksa agar anda membelinya. Hampir 1 jam ngetem  akhirnya busnya berangkat juga dan melaju di jalan tol.

Sepanjang jalan tol, saya hanya memilih duduk diam sambil mengutak-atik smartphone saya. Kondektur bus sudah mulai beraksi menagih tarif, karena tujuan saya Kampung Rambutan - Cianjur itu tarifnya 22.000,-. Hujan mulai turun dan AC bus sudah mulai terasa mendinginkan membuat saya terbuai dan terlelap dalam tidur.

Bus yang saya tumpangi seperti sedang melewati perbukitan, kubuka kain penutup jendela ternyata bus  sudah keluar dari jalan tol dan memasuki daerah Cisarua. Sepanjang perjalanan saya melihat beberapa villa/penginapan di bagian kiri-kanan bahu jalan. Cisarua sudah termasuk bagian dari puncak dan sebagian besar orang Jakarta menghabiskan hari libur mereka disini sehingga tidak salah jika villa berjamuran. Ada beberapa pilihan mulai dari Hotel berbintang sampai villa dengan harga ala kantong backpacker. Disamping itu juga terdapat beberapa balai pelatihan dari perusahaann. Ada juga yang lebih penting untuk diketahui bahwa konon katanya, sering terjadi praktik kawin kontrak oleh orang arab dengan pribumi. Jika anda tidak percaya silahkan datang sendiri, mungkin bisa jadi altenatif jika anda sudah lelah menemukan cinta sejatinya.

Landscape Puncak Cisarua-Bogor (Copyright)

Perkebunan Teh
Hamparan bukit kebun teh
Sepanjang Jalan Cisarua-Cipanas
Setelah bus melewati bukit demi bukit akhirnya pemandangan kebun teh, awan biru dan pegunungan yang tertutupi kabut tipis terpampang di depan mata saya. Inilah alasan kenapa orang berbondong-bondong ke puncak untuk menikmati pemandangan alamnya. Pemandangan yang sangat sejuk,nyaman dan indah walaupun saya hanya bisa merasakan dari balik jendela bus. Kutarik HP dari kantong celana dan mengambil beberapa gambar walaupun gambarnya kurang sempurna karena kecepatan bus. Apa yang saya lihat membuat saya berasa sangat tenang, sangat berbeda dengan kondisi Jakarta yang panas. Beberapa pilihan wisata juga terdapat di kawasan Puncak diantaranya, Taman safari, Telaga warna, Taman bunga, Taman Nasional Gede Pangarango Cibodas, Curug Cilember dan masih banyak lagi. Ada juga spot Paralayang Bogor, namun untuk nikmati ini harus merogoh kocek lebih dalam. Terbang dengan ketinggian 1.900 mdpl selama 10-15 menit dengan tarif  300.000,- (sumber: Detik travel)

Setelah bus sudah menuruni perbukitan, namun pemandangan masih tetap indah. Bus kali ini sudah memasuki daerah Cipanas. Kotanya juga sejuk tidak seperti dengan namanya panas,maksud dari Cipanas karena disini terdapat beberapa wisata air panas. Ada juga yang harus diketahui bahwa di Cisarua terdapat Istana Negara selain Bogor dan jakarta walaupun saat itu saya melihat di lingkungan istana tidak ada aktivitas dan pintu utama tertutup.

Istana Negara Cipanas
Pasar Cipanas
Sesuai dengan apa yang disampaikan sepupu saya bahwa saya harus turun di perempatan Hypermart Cianjur. akhirnya sampai juga dengan 3 jam perjalanan tapi waktu itu sangat tidak terasa karena saya menikmatinya. Turun di perempatan kemudian lanjut naik angkot merah menuju RSUD Cianjur. Sepupu saya sudah menunggu ternyata, kemudian kami menuju rumahnya di daerah Perumahan Himalaya tidak jauh dari tempat kami ketemu. Perumahanya juga berada di atas bukit sehingga udaranya sangat sejuk.Kemudian  saya memilih untuk istirahat.

Cerita selanjutnya Telusur Jejak Mengalith Situs Gunung Padang

6 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Mesjid Terbesar di Asia Tenggara, Mesjid Istiqlal

Thursday, July 18, 2013 muhammad akbar 0 Comments

Tak terasa ramadhan tahun ini sudah memasuki minggu ke-2, saya berharap ibadah di bulan ramadhan tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun kemarin. A.M.I.N Ramadhan jauh dari tanah kelahiran (makassar) itu hal yang kedua kalinya saya rasakan, tahun lalu ramadhan di Cepu Jateng dan tahun ini Ramadhan di Jakarta. 

Ngomongin tentang ber-ramadhan di Jakarta saya ingin berkunjung ke Mesjid Istiqlal untuk menunaikan sholat jumat berjamaah. Hari jumat kemarin saya manfaatkan kesempatan itu. Mesjid Istiqlal merupakan mesjid terbesar di Asia tenggara dan merupakan Ikon Jakarta dan Indonesia tentunya. Mungkin banyak yang belum tahu kalau mesjid Istiqlal dibangun di era presiden Soekarno tepatnya 24 Agustus 1951. ada satu hal yang penting di ketahui bahwa arsitek dari mesjid Istiqlal bukan dari seorang beragama Islam melainkan dari seorang kristen protestan bernama F. Silaban, beliau berhasil memenangkan sayembara rancang bangun mesjid dengan disain bersandi ketuhanan. Kata Istiqlal berasal dari bahasa arab yang berarti kebebasan, lepas atau kemerdekaan, Ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa.

Mesjid Istiqlal

Mesjid Istiqlal berada di Jakarta pusat dan sangat mudah ditemukan karena lokasinya tepat berada di samping Monumen Nasional (MONAS). Dulunya sebelum dibangun mesjid Istiqlal tempat ini merupakan Taman Wihelmina. Ada satu hal yang penting untuk diketahui bahwa Mesjid Istiqlal bersebrangan dengan Gereja katedral Jakarta. Ini adalah salah satu bukti bahwa tak ada yang bisa memisahkan kita walaupun berbeda agama. Indonesia dari dulu sudah menjunjung kerukunan antara umat beragama, jika ada yang mencoba mengacaukan kerukunan itu hanyalah oknum yang terlalu memikirkan kepentingannya tanpa berpikir bahwa menjalankan kepercayaan itu punya cara masing-masing. 

Berkunjung ke mesjid Istiqlal membuat saya sedikit bingung dengan luas areanya. Pintu masuk ada beberapa pintu namun saya akan tuliskan apa yang saya alami walaupun semuanya tertuju ke Mesjid Istiqlal. Jika anda menggunakan Busway TransJakarta silahkan turun di halte mesjid Istiqlal, kemudian berjalan beberapa langkah setelah itu akan menemukan pintu masuk. Anda akan menemukan kolam air mancur, tapi sangat disayangkan kebersihan kolamnya kurang terurus. Sepanjang pintu masuk jangan heran dengan beberapa penjual kantongan, anda akan berpikir kantongan hitam ini untuk apa? saya pun merasakan hal yang demikian, usut punya usut ternyata fungsi kantongan itu untuk tempat jika anda ingin muntah, eh maaf, tempat untuk menyimpan alas kaki anda, walaupun disetiap pintu masuk terdapat jasa penitipan sandal/sepatu dari panitia mesjid Istiqlal. Anda juga harus ingat bahwa kemanan sandal/sepatu di mesjid itu rawan dengan adanya Pasha (Palukka Shandala/Pencuri Sandal).

Saya juga takjub dengan tempat wudhunya, semuanya berbahan pipa besi dan lain dibanding mesjid lainnya. Disini juga terdapat beberapa toilet yang bisa digunakan untuk mandi dan semuanya itu gratis. tapi disini saya menemukan sebuah pamplet yang ditempelkan di salah satu dinding toliet yang sangat memilukan dan miris ketika membacanya.

Jika pesan ini untuk anda, cepatlah insyaf
Setelah mengambil wudhu, saya menaiki tangga menuju salah satu sudut mesjid yang bisa difungsikan untuk istirahat. Tempatnya luas dan sangat bagus viewnya untuk mengambil sudut mesjid Istiqlal, tanpa menunggu lama saya dan beberapa teman melakukan itu sebelum masuk mesjid.

Memasuki mesjid anda akan takjub dengan sisi bangunannya dimana semua dindingnya berbahan dari marmer dan anda akan melihat 12 tiang pancang sebagai penopang kemudian jika anda melihat ke bagian langit-langit mesjid anda akan terpana hiasan lampu dengan paduan warnanya, selanjutnya saya tidak bisa menceritakan lewat tulisan apa yang saya lihat. Intinya jika anda sedang berada di jakarta, Mesjid Istiqlal sangat wajib dikunjungi. Untuk non-muslim jangan khawatir, anda pun bisa berkunjung namun harus didampingi oleh pendamping dan harus menggunakan pakain yang sopan. untuk perempuan anda akan dipinjamkan kerudung untuk digunakan selama berkeliling di area mesjid. Saya bangga akan banyaknya wisatawan luar negeri yang berkunjung, saya pun sempat bertemu 3 orang pemuda asal Jerman yang datang untuk melihat sisi bangunannya dan mereka salut akan kekuatan bangunan ini. Mereka juga senang dengan keramahan orang-orang Indonesia utamanya umat muslim yang menurutnya sangat diluar dugaan mereka yang melihat indonesia dikenal dengan negara teroris. Saya pun tidak bisa mengelakkan kenyataan tersebut terbukti banyaknya teroris yang ditangkap di Indonesia. Satu hal yang mereka dapatkan bahwa Indonesia bersahabat. 



Jemaah mesjid Istiqlal datang dari berbagai penjuru, ada yang memang rutin sholat disini namun ada juga yang sengaja datang berkunjung sambil beribadah dan saya salah satunya. Jemaah bagaikan lautan manusia, sungguh sebuah pemandangan yang luar biasa. Jika anda pertama kali masuk ke dalam mesjid anda akan melihat TV di setiap tiang, memang kegiatan sholat jumat di mesjid Istiqlal rutin diliput oleh stasiun TVRI secara live dan beberapa media cetak lainnya yang mengambil gambar dan momen-momen pada saat kegiatan ibadah. Setelah kegiatan sholat beberapa jemaah memilih tinggal di dalam mesjid sambil istirahat dan ada juga yang tadarussan.  Di halaman mesjid juga terdapat beberapa penjual songkok, baju muslim dan parfum harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat namun tergantung lagi dari anda cara menawar. Mumpung di bulan yang penuh berkah ini, silahkan datang ke mesjid Istiqlal.
 

-BACKPACKER AMATIRAN-
Tidak pernah lelah dan menyerah dalam mencintai Indonesia


0 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Liburan akhir tahun 2012 di PALU

Friday, July 05, 2013 muhammad akbar 14 Comments

Liburan di penghujung 2012, saya bingung menentukan pilihan tujuan vacation. Ada dua tempat terlintas dipikiran saya pada saat itu, antara Tana Toraja atau Palu. Setelah melalui proses seleksi akhirnya tujuan liburan saya adalah Palu. Kota Palu merupakan ibukota dari Sulawesi Tengah dan tepat berada di jantung pulau sulawesi.

Ini adalah perjalanan pertama saya berkunjung ke Palu. Ada beberapa inerary yang sudah rencanakan jauh hari sebelumnya. Palu bukan kota yang asing bagi saya pribadi karena banyak keluarga tinggal di kota ini. Masyarakat palu memang terdiri dari suku pendatang dan paling dominan suku bugis-makassar. Disamping itu saya juga ingin menikmati indahnya kota palu dan beberapa aktivitas lainnya. 

Tiket yang sudah saya booking sebelumnya dengan pemberangkatan pukul 06.00 pagi. Malam sebelum berangkat saya packing seadanya dan memilih tidur lebih awal. Bangun sholat subuh kemudian menuju bandara Sultan Hasanuddin. Setelah proses Pengecekan tiket dan barang, saya berjalan menuju tempat check-in. Antrian sudah menunggu dan membuat saya sedikit khawatir sebab 20 menit lagi pesawat akan take off. Setelah menunggu dengan perasaan gelisah takut ketinggalan pesawat akhirnya tiba giliran saya untuk check-in. saya memilih menyimpan koper saya di bagasi. Setelah semuanya selesai saya berlari menuju gate pemberangkatan.

Pesawat Merpati UPG-Palu #ngeri

sunrise dari jendela pesawat
Bandara Mutiara Palu.

Perjalanan Makassar - Palu normalnya 1 jam. Selama perjalanan saya memilih mendengar musik sambil memandangi lautan awan dan sesekali melihat pegunungan. Dari dalam peswat saya disuguhkan pemandangan pegunungan dan lautan awan dan beruntung bisa melihat sunrise. Selang waktu, pesawat mendarat juga di Bandara Mutiara. Alhamdulillah tiba juga walaupun sempat khawatir selama dalam pesawat. Bandaranya kecil seperti terminal namun saya melihat pembangunan bandara baru sedang dikerjakan.

Liburan saya di Palu akan stay di rumah keluarga. Setelah tiba di rumah kelurga, istirahat sebentar kemudian kakak saya mengajak untuk City tour Palu sambil wisata kuliner. Tujuan pertama adalah makan Binte' di daerah pasar inpres Palu.  Binte' seperti soup namun isinya jagung rebus. Kemudian lanjut menuju kawasan Pantai Talise, sebelum menyusuri pantai kami menuju warung Kaledo. Kaledo adalah makanan khas kota palu, jika ke palu tidak mencicipi Kaledo maka itu sama saja kamu tidak ke kota ini. Nama warungnya "Kaledo Stereo". Pilihan kaledo dapat kita pilih mau campur ubi rebus atau nasi. Saya Pesan 1 porsi kaledo + ubi rebus minumnya teh botol sosro. Dinding warung terdapat beberapa bingkai yang gambarnya artis yang pernah makan disini, terlintas di pikiran saya kalau ini adalah warung Kaledo pavorit di kota ini.

Makanan Khas Palu "Kaledo"

Mesjid Terapung dan Jembatan Kuning Kembar

Jembatan Kuning Kembar Malam Hari (copyright)





Setelah menikmati Kaledo, lanjut perjalanan menuju kawasan pantai Talise, Sepanjang pantai terdapat beberapa cafe namun ramai di saat malam hari. Sepanjang perjalanan kami melewati jembatan kuning kembar yang merupakan ikon kota Palu. Ini adalah bangunan kebanggaan dan sangat indah disaat malam hari karena setiap sisi jembatan terdapat beberapa lampu. Disini juga terdapat mesjid Terapung, uniknya ini dibangun diatas air laut.

Malam harinya saya bertemu salah satu sahabat terbaik, cantik, imut dan suka traktir. Dia kerja di salah satu perusahaan asuransi dan ditugaskan di palu. Dia juga pernah nge-trip bareng ke Bali-Lombok pokoknya dia paling handal jika ngomongin liburan. Mengajak saya berkeliling kota palu sambil naik motor maticnya. Menikmati malam sambil berbagi cerita mulai dari yang terkecil, pribadi dan bahkan yang yang spesifik pokoknya dia salah satu orang yang paling asyik untuk berbagi cerita.

Kak Lheeaaa

Ada satu kota yang sayang dilewatkan jika berkunjung ke palu. kota yang merupakan kampung halaman Pasha Vokalis Ungu band. Suatu tempat dimana kita bisa melihat kota Palu dari kejauahan. Kota itu adalah Donggala sekitar 30 km dari kota palu dan memiliki wisata andalan yaitu Tanjung Karang.

Keesokan harinya saya menuju Donggala. sebuah tempat wisata andalan kota Donggala yang memberikan pemandangan laut dan pasir putih. Harga tiket masuk itu gratis untuk semua pengunjung. Pasirnya putih dan halus dan menurut teman saya pemandangan bawah laut Tanjung Karang juga sangat indah. Untuk menikmati alam bawa laut saya menyewa alat snorkling dan ban sebagai pelampung. Hanya mengeluarkan Rp.20.000,- untuk penyewaan sudah bisa digunakan sepuasnya.

Tak perlu naik kapal untuk menikmati spot snorkling karena jaraknya sangat dekat dengan pantainya. Bisa melihat ikan dan karang yang sangat memanjakan mata saya selama snorkling walaupun karangnya kurang terlalu bagus dan sudah ada yang rusak. Saya sampai lupa waktu karena keasyikan bermain dengan ikan yang mengelilingi saya dan sesekali mengigit tangan saya. Setelah snorkling lanjut nikmati pisang goreng yang masih panas itu rasanya sesuatu banget. Dingin dan lapar abis snorkling terbayarkan dengan pisang goreng. Sempurna..

Pintu Gerbang Selamat Datang

Sisi Pantai Tanjung Karang

Perahu sewa untuk berkeliling sepanjang pantai

Muhzan, Hajar, Andres, and Me

Tanjung Karang Donggala
Matahari sudah mulai redup dan memancarkan cahaya emasnya. Sebelum meninggalkan Pantai Tanjung Karang kami menikmati Sunset. Sunset dengan latar gunung, ini hal pertama kalinya saya temukan di sini. Setelah nikmati sunset kami meninggalkan tempat nan indah ini dan saya sangat berharap jika saya ke Palu akan kembali ke tempat ini.

Jika berkunjung ke palu jangan lupa mencicipi Kaledo. Mengunjungi Pantai Talise dengan jembatan kuning kembarnya tapi saya sarankan berkunjunglah di malam hari. Paling penting berkunjunglah ke Tanjung Karang Donggala.

-BACKPACKER AMATIRAN-


14 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh