Refleksi Kemerdekaan di Air Terjun Parangloe Gowa
| AIR TERJUN PARANGLOE |
Air terjun Parangloe merupakan potensi wisata yang sering dibicarakan di media sosial atau para kalangan pecinta alam. Sebelumnya tempat ini keindahannya pernah saya dengar dari teman kampus (2010) yang kebetulan dia berasal dari Parangloe. Akhir tahun 2012, saya mengunjunginya dengan bekal keberanian dan sedikit informasi namun saya gagal menemukannya. ada pepatah mengatakan bahwa Kegagalan adalah awal dari keberhasilan dan Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kata tersebut menjadi penyemangat saya untuk nantinya bisa berkunjung dan menemukan Air terjun Parangloe.
17 Agustus 2013, waktu yang tepat untuk melanjutkan petualagan saya menuju Air terjun Parangloe. Untuk trip ini saya tidak mau gagal lagi, saya sudah lakukan survey dan bertanya di beberapa teman yang sudah pernah datang sebelumnya. Informasi sudah jelas tinggal mencari travelmate, saya memposting di group FB dan twitter tapi yang bersedia hanya 3 orang. Bagi saya sendiri pun saya akan berangkat tapi lebih bagus lagi jika punya teman agar bisa berbagi cerita dan tersesat bersama.
Untuk menuju Air terjun Parangloe terbilang gampang-gampang susah. Akses angkutan umum menuju kesana sedikt sulit dan butuh waktu lama. Naik motor adalah pilihan yang tepat karena dapat mengambil jalur lebih singkat yakni melewati samata kemudian keluar di jalan poros Sungguminasa - Malino.
Pukul 09.00 sesuai dengan kesepakatan di depan kampus UIN Samata kami berkumpul kemudian naik motor bersama menuju lokasi. Jalur Samata memang terbilang singkat dan sepi jadi dapat memacu kendaraan lebih cepat tetapi kami perjalanan sedikit melambat karena ditengah perjalanan sedang terjadi proses perbaikan jalan
Tak lama berselang kami sudah tiba di depan kantor kehutanan. Menurut informasi disamping kantor kehutanan ada jalan masuk dari situ kami belok kanan hingga menemukan jalan setapak berbatu sekitar 200 meter dari jalan poros Malino. Untuk menuju air terjun ada dua pilihan dimana kita bisa memarkir kendaraan kemudian trekking atau tetap melanjutkan naik motor sampai di lokasi. Kami memutuskan mengambil pilihan kedua, memaksakan naik motor ke lokasi dengan pertimbangan mnghemat energi sekaligus bisa merasakan jalur off road.
Jarak dari Kantor kehutanan hingga lokasi air terjun sekitar 2 km. Sepanjang jalan kami melewati jalur berbatu dan sedikit tanjakan. Inilah salah satu hal yang seru ketika saya mencoba menghindari batu cadas namun malah mengenai batu itu juga. Di tengah perjalanan juga terdapat pohon tumbang yang menghalangi bahu jalan tapi itu bukan penghalang bagi saya dan teman-teman untuk berhenti.
Tak terasa kami menemukan sebuah plang himbauan dari SAR tentang waspada air bah. Ini merupakan salah satu petunjuk yang saya dapatkan bahwa jika sudah berada disini cobalah diam sejenak dan dengarkan suara air karena dari sini bisa terdengar suara gemuruh air. Mendekati sumber suara air namun sedikit mendapatkan halangan karena jalur yang curam dan jika dipaksakan akan berbahaya. salah satu teman saya menyarankan untuk mengambil jalan memutar yakni lewat jembatan kemudian menyusuri air terjun dari atas. Saya hanya nurut walaupun air terjunnya sudah terlihat dari balik pohon, kami memutar arah karena teman saya ini sudah pernah kesini sebelumnya tapi melewati jalur yang berbeda dan sudah mulai lupa jalurnya.
Melewati jembatan gantung , dimana ini berada di hulu air terjun kemudian memarkir motor di salah satu kebun warga dan menyusuri air terjun dari atas. Pemandangan air terjun dari atas sedikit berbeda dan membuat nyali saya sedikit ragu untuk memilih jalur ini dengan melompati batu tebing hingga sampai bawah.
Safety first
Saya masih mengutamakan prinsip aman dan selamat, dengan ucapan bismillah saya melompati batu kemudian berpegangan di rumput, memeluk batu sambil memegang tas kamera. Ini memang jalur yang jarang dilewati bahkan kami ini yang pertama.
Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang akhirnya kami tiba di bagian bawah air terjun dan istirahat di tepi bawah pohon sambil menunggu matahari turun karena memang pada saat kami tiba sudah pukul 12 alhasil kami hanya bercanda sambil menikmati cemilan yang kami bawa.
Saya masih belum percaya akan keindahan Air terjun parangloe dengan susunan batunya yang bertingkat dan warnanya yang menghitam dan suara air yang jatuh seperti iringan musik alam. Salah satu keindahan yang masih alami dan patut berbangga yang bisa berkunjung. saya menghela napas dan mengingat kembali perjalanan saya hingga sampai disini bahkan masih teringat dipikiran saya tahun lalu ketika saya gagal menemukan tempat yang indah ini. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk perjalanan saya kali ini. Tujuan utama saya adalah bagaimana mereflesikan perjuangan pahlawan dengan apa yang saya mampu saat ini. Saya ingin mengankat Indonesia " syal trip" dan mengenalkan potensi keindahan Indonesia.
Matahari mulai turun dan panas matahari mulai bersahabat tanpa pikir panjang kami melompat ke air dan bercanda ria. Saya seperti orang yang kegirangan tapi itulah salah satu bentuk ekspresi dan mencoba meresapi arti sebuah perjuangan. Tak ada kata yang bisa mengunkapkan lebih detail arti keindahan yang saya liat. Beberapa momen sempat terekam dari kamera saya dan albie salah satu travelmate saya.
Pukul 09.00 sesuai dengan kesepakatan di depan kampus UIN Samata kami berkumpul kemudian naik motor bersama menuju lokasi. Jalur Samata memang terbilang singkat dan sepi jadi dapat memacu kendaraan lebih cepat tetapi kami perjalanan sedikit melambat karena ditengah perjalanan sedang terjadi proses perbaikan jalan
| Kantor kehutanan, Jalan poros Malino |
Jarak dari Kantor kehutanan hingga lokasi air terjun sekitar 2 km. Sepanjang jalan kami melewati jalur berbatu dan sedikit tanjakan. Inilah salah satu hal yang seru ketika saya mencoba menghindari batu cadas namun malah mengenai batu itu juga. Di tengah perjalanan juga terdapat pohon tumbang yang menghalangi bahu jalan tapi itu bukan penghalang bagi saya dan teman-teman untuk berhenti.
| Kondisi jalan menuju Air terjun Parangloe |
Melewati jembatan gantung , dimana ini berada di hulu air terjun kemudian memarkir motor di salah satu kebun warga dan menyusuri air terjun dari atas. Pemandangan air terjun dari atas sedikit berbeda dan membuat nyali saya sedikit ragu untuk memilih jalur ini dengan melompati batu tebing hingga sampai bawah.
Safety first
Saya masih mengutamakan prinsip aman dan selamat, dengan ucapan bismillah saya melompati batu kemudian berpegangan di rumput, memeluk batu sambil memegang tas kamera. Ini memang jalur yang jarang dilewati bahkan kami ini yang pertama.
Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang akhirnya kami tiba di bagian bawah air terjun dan istirahat di tepi bawah pohon sambil menunggu matahari turun karena memang pada saat kami tiba sudah pukul 12 alhasil kami hanya bercanda sambil menikmati cemilan yang kami bawa.
Saya masih belum percaya akan keindahan Air terjun parangloe dengan susunan batunya yang bertingkat dan warnanya yang menghitam dan suara air yang jatuh seperti iringan musik alam. Salah satu keindahan yang masih alami dan patut berbangga yang bisa berkunjung. saya menghela napas dan mengingat kembali perjalanan saya hingga sampai disini bahkan masih teringat dipikiran saya tahun lalu ketika saya gagal menemukan tempat yang indah ini. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk perjalanan saya kali ini. Tujuan utama saya adalah bagaimana mereflesikan perjuangan pahlawan dengan apa yang saya mampu saat ini. Saya ingin mengankat Indonesia " syal trip" dan mengenalkan potensi keindahan Indonesia.
| Indonesia Merdeka (17 agustus 2013) |
| Albie, Juma, Cumi dan saya Mencintai Indonesia |
| Ekspresi 1 |
| Ekspresi 2 |
| Ekspresi 3 |
Puas bermain air lanjut mengabadikan landscape air terjun dan sesekali menjadi objek. Saya memang sudah siapkan tripod dan remote untuk abadikan setiap momen dan sesekali saya juga ikut dalam momen itu. Photographer tidak selalu harus melawan hasratnya untuk tidak ikut dalam sebuah photo tapi bagi saya mencoba untuk menggabunkan keduanya dan hasilnya seperti ini. Jangan iri yah.
| Mencintai Indonesia dengan cari kita sendiri ''@bpborneo" |
Sekali lagi saya merasa bangga dan senang bisa berkunjung dan saya berharap ini bukan kunjungan terakhir dan saya akan mengantar kalian menuju ke Air terjun terindah yang pernah saya liat "Air terjun parangloe" dengan sketsa jalur dan tips.
SKETSA JALUR
SKETSA JALUR
![]() |
| Sketsa Jalur versi Akbar |
TIPS - TIPS
Indonesia adalah bagian dari surga dunia
Tak pernah lelah untuk mencintai Indonesia
Kenalkan indonesia dengan apa yang kita mampu
INDONESIANHOLIC
- Jika anda ingin ngetrip ke air terjun parangloe lebih baik naik motor karena lebih efisien waktu dan bisa naik motor masuk kedalam sampai di lokasi air terjun.
- Jalur angkutan umum: Naik pete' pete' merah arah gowa turun di jalan menuju malino kemudian lanjut naik pete' pete menuju parangloe. Untuk lebih jelasnya bertanyalah ke pak sopirnya.
- Setelah tiba di kantor kehutanan, belok kiri kemudian susurlah jalan berbatu sepanjang 2 km dan ikuti pentunjuk sketsa jalur hingga di plang himbauan sar. Selanjutnya berjalan ke arah sungai sekitar 200 meter dengan jalan setapak.
- Trekking jalan kaki masuk cukup 30 menit jika berjalan normal
- Datanglah disaat pagi hari 07.00 - 10.00 atau sore hari 15.00 - 17.00 karena matahari sudah bersahabat dan cuaca tidak panas
- Bawalah persedian minuman dan makanan ringan
- Waspada air bah, hati-hati dalam kondisi musim hujan karena seringkali terjadi pengunjung terseret air bah yang berujung kematian
- Jika kondisi air keruh dan air semakin tinggi maka cepatlah naik agar tidak terseret bah.
Indonesia adalah bagian dari surga dunia
Tak pernah lelah untuk mencintai Indonesia
Kenalkan indonesia dengan apa yang kita mampu
INDONESIANHOLIC











55 comments:
Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh