Toraja part 2: Makale, Kambira dan Suaya
Lanjutan dari Toraja Part 1
Setelah perjalanan sekitar 4 jam, akhirnya saya sudah tiba di kota Makale ibukota dari kabupaten Tana Toraja. Tana Toraja sekarang sudah terbagi menjadi 2 kabupaten setelah terjadi proses pemekaran. Tiba di Makale sebelum pukul 12 itu artinya saya masih punya waktu untuk keliling dulu sebelum sholat jumat. Memilih istirahat di bawah pohon tepat berhadapan dengan kolam Makale. Saya melihat sekeliling dan mata saya sedikit silau dari cahaya matahari tapi cuaca tak begitu panas. Pandangan saya terhenti di sebuah bangunan bertuliskan Kantor Dinas kebudayaan dan Pariwisata Toraja, Makale. Saya mendekat untuk mendapatkan info tempat wisata dan brosur.
Makale
Makale adalah ibukota dari kabupaten Tana Toraja. Ini kota pertama yang saya akan eksplore sebelum ke destinasi selanjutnya. Ada mesjid Agung Makale yang merupakan mesjid terbesar. Samping mesjid terdapat sebuah warung yang menyediakan nasi campur dan dijamin halal. Bagi anda yang hendak berkunjung Toraja hendaklah berhati-hati dalam memilih warung makan. Nasi campur seharga Rp. 25.000,- saya pesan ke salah satu ibu yang menjaga warung tersebut.
Makale adalah ibukota dari kabupaten Tana Toraja. Ini kota pertama yang saya akan eksplore sebelum ke destinasi selanjutnya. Ada mesjid Agung Makale yang merupakan mesjid terbesar. Samping mesjid terdapat sebuah warung yang menyediakan nasi campur dan dijamin halal. Bagi anda yang hendak berkunjung Toraja hendaklah berhati-hati dalam memilih warung makan. Nasi campur seharga Rp. 25.000,- saya pesan ke salah satu ibu yang menjaga warung tersebut.
Adzan berkumandang di Mesjid Agung Makale, itu menandakan saya harus bergegas menuju mesjid. Memilih tempat paling belakang agar bisa bersandar di dinding agar rasa lelah sedikit terkurangi. Mendengarkan ceramah jumat dalam keadaan ngantuk itu sesuatu banget, godaan setan sudah merasuki pikiranku agar saya tertidur tapi sang malaikat melawan agar saya tetap bertahan. Ada hal yang membuat saya sedikit kagum dengan jemaah mesjid yang penuh, padahal kalau kita ketahui Tana Toraja didominasi beragama Kristen. Makale memang masih banyak warganya bergama islam. Salah satu warga mengatakan bahwa Makale itu aman karena rasa saling menghormati antar agama mereka junjung.
Ada pesan masuk di HP saya ternyata salah satu teman saya bernama Tandik, menawarkan diri untuk menjadi guide selama di Toraja. Tandik adalah teman kerja saya yang tinggal di Toraja. Saya mengiyakan tawarannya kebetulan saya lagi solo traveller ini sangat membantu selama perjalanan. Janjian bertemu di depan mesjid.
| Landmark Kota Makale |
Perjalanan kami mulai menuju Kambira.
Baby Grave (KAMBIRA)
Baby Grave "Kambira" adalah sebuah tempat pemakaman bayi yang mana bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi susunya yang mayatnya dimasukkan ke dalam pohon tarra'. Mereka percaya bahwa pohon tarra dapat menyusui bayi tersebut karena pohon tarra' dikenal kaya akan getah.
Sebelum masuk di area Kambira, terlebih dahulu pengunjung harus membayar
iuran masuk Rp. 5.000,- kepada ibu tua yang menjaga. Terlihat banyak
mobil pariwisata yang membawa tourist asing. Mereka datang jauh hanya untuk melihat suatu situs yang harus kita banggakan. Berjalan menuruni tangga
sekitar 10 meter sudah terlihat sebuah pohon besar dimana pohonnya sudah
terlihat makam-makam bayi yang tertutupi oleh ijuk.
| Baby Grave Kambira |
| Wisatawan asal Jerman serius mendengarkan penjelasan tentang Kambira |
| Miniatur tau-tau dijual sebagai oleh-oleh |
Perjalanan di lanjutkan ke Suaya,
SUAYA
Suaya adalah kompleks pemakaman untuk para bangsawan Sangalla. Kuburannya berada di dinding tebing batu yang dipahat sehingga terbentuk seperti lubang. Semakin tinggi mayatnya maka akan semakin tinggi pula derajat kebangsawanannya. Terdapat juga tau - tau (patung) yang disimpan berdiri di tebing. Untuk menggapai makam yang lebih tinggi terdapat sebuah tangga batu tapi saya sedikit ragu untuk menaikinya. Selain mayat di tebing juga terdapat makam bangsawan sangalla namun makamnya hanya ditanah seperti pemakaman islam pada umumnya.
Suaya adalah kompleks pemakaman untuk para bangsawan Sangalla. Kuburannya berada di dinding tebing batu yang dipahat sehingga terbentuk seperti lubang. Semakin tinggi mayatnya maka akan semakin tinggi pula derajat kebangsawanannya. Terdapat juga tau - tau (patung) yang disimpan berdiri di tebing. Untuk menggapai makam yang lebih tinggi terdapat sebuah tangga batu tapi saya sedikit ragu untuk menaikinya. Selain mayat di tebing juga terdapat makam bangsawan sangalla namun makamnya hanya ditanah seperti pemakaman islam pada umumnya.
Jarak Suaya dari Kambira sangat dekat, tinggal menyusuri jalan lurus tapi saya sempat tersasar karena memang tidak ada tanda-tanda yang jelas. Saat itu juga saya hanya masuk gratis, padahal sebenarnya pengunjung harus membayar Rp. 5.000,- mungkin penjaganya lagi istirahat. Tak banyak waktu saya habiskan disini karena masih ada destinasi yang saya akan kunjungi .
| Suaya, Makam para bangsawan Sangalla |
| Tao - Tao di Suaya |
| Syal Trip Indonesia terbentang di Suaya. |
Masih ada spot-spot indah yang lainnya, dimana saya akan menuju kolam yang airnya sangat jernih dan ada juga susur goa.
Cerita Perjalanan saya berlanjut
Cerita Perjalanan saya berlanjut






Nah, yang ini saya belum sempat mampir nih. Kemarin malah ke Utara jalurnya hehehe. Kapan-kapan mau ke sana lagi, pengin ke Lemo.
ReplyDeleteToraja bagian Utara, ada Bori' , Lokomata , Tinambayo , Batutumonga
Deletekalau Toraja ke arah selatan "makale" ada Kete' kesu, londa, lemo, tilanga, suaya, kambira, makula, dan Makale.
Heuheu.. kemaren nggak sempet ke Makale :/
ReplyDeleteingin sekali segera berkunjung ke tana toraja
ReplyDeleteSalam kenal bang :)