Tetesan Kedamaian di Coban Pelangi, Malang (part 3)

Monday, November 25, 2013 muhammad akbar 16 Comments

Aura dingin di pananjakan view sunrise point dan panas di kawah bromo masih terasa. Belum lagi bukit teletubbies yang punya keindahan sendiri. Rententan destinasi telah terkunjungi namun masih ada satu lagu destinasi yang belum dikunjungi. Coban Pelangi, nama tempat yang akan kami kunjungi. Kata coban itu terkesan aneh dan hal baru saya dengar. Saya baru mengetahui bahwa coban itu sama saja dengan air terjun setelah tanya mbah google. Bagi saya yang tidak mengerti bahasa jawa walaupun sudah setahun lebih stay di Jawa. Jika di Makassar semua air yang jatuh dari ketinggian dinamakan air terjun. Air terjun juga adalah bahasa indonesia yang dikenal oleh seluruh lapisan. Oiya, di Bogor beda lagi, air terjun dinamakan curug. Mungkin ditempat lain beda juga, tapi itulah indonesia dengan penuh dengan keberagaman perbedaan.

Coban Pelangi terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Perjalanan menuju Coban pelangi disuguhkan dengan pemandangan yang tak kalah indahnya. Kami juga melewati desa asli suku tengger, pemandangan disini sangat keren dengan pemandangan perkebunan sayur. terlihat beberapa Jeep singgah disini tapi Jeep kami hanya melaju pelan sambil memandangi dari balik jendela. Saya sudah tak sabar ingin merasakan percikan air coban pelangi. 

Tak terasa jeep menepi dan berhenti di bahu jalan, terlihat beberapa jeep sudah parkir. Saya melihat sebuah plang tertancap ditanah bertuliskan Wana Wisata Coban Pelangi.
Plang depan Wana Wisata Coban Pelangi
Peta Jalur Coban Pelangi
Setelah Jeep berhenti kami segera turun dan melemaskan badan yang sangat lelah. Saya membayangkan pas turun dari jeep, Coban pelangi itu juga langsung terlihat. Ternyata itu hanya angan-angan saya. Untuk menuju di titik air terjun masih perlu berjalan lagi. Terlihat wajah Rezki, Ayu, Nia dan Icha sudah tak bersemangat lagi untuk berjalan. Saya mengerti kondisi mereka karena memang dari tadi malam kami hanya setengah tidur di atas Jeep. Tenaga kami terkuras habis di penanjakan, kawah bromo, dan bukit teletubbies. Terlihat wajah putus dari mereka, apalagi waktu hendak masuk ternyata harus bayar iuran masuk lagi. Bukan hanya saya saja yang dongkol dalam hati tapi ternyata mereka juga mempertanyakanya.

" Mas Arif mana sih?? bukannya 250 ribu sudah include semua " sahut Rezki dengan muka cemberut

" Iya, kami juga bertiga bayar segitu " Jawabku dengan sedikit kesal

Kami masih asyik duduk sambil menunggu mas Arief muncul. Uccank berjalan menuju loket dan membeli 7 potongan tiket. Untuk tiket masuk seharga Rp.6.000,-/ orang. Saya dan Guna saling berpandangan kemudian tersenyum melihat aksi Uccank yang menjadi pahlawan dengan membelikan kami tiket. Sungguh tulus hatimu Uccank, kau seakan jadi pelipur lara bagi kami. Sontak muka kami sumringah dengan perasaan yang tidak enak sudah dibayarkan. Saya sih punya uang untuk bayar tiket begitupun dengan Rezki dan temannya, tapi ini masalah tanggung jawab dari mas Arief yang sudah berikan kami PHP (pemberi harapan palsu). Begitulah kata anak alay sekarang jika dicampakkan oleh pasangannya.

" Terima kasih ya Uccank, kau sangat baik " begitulah kira-kira kata hati kami

Kami pun masuk berjalan beriringan melewati jalan setapak yang menurun. Jarak dari pintu gerbang ke air terjun sekitar 1 km. Jalur ke air terjun memang penurunan tapi tak terbayangkan bagaimana pada saat pulangnya. Abaikan dulu pikiran itu, saya hanya mencoba menikmati perjalanan dengan ditemani pohon yang menjulang tinggi. Terlihat juga ada sebuah pondok yang menjual makanan dan minuman. Sebelum turun Rezki membeli gorengan untuk dijadikan cemilan nanti di dekat air terjun. Kami masih terus berjalan tapi tanda-tanda air terjun belum telihat juga. Ada juga lokasi camping ground, terlihat sekelompok anak pramuka lagi sibuk dengan aktivitasnya.

Jembatan Bambu
Tak terasa di tengah perjalanan kami harus melewati sungai dengan berjalan di atas bambu. Tak ada sedikit keraguan dari saya untuk melewatinya. Bambu yang tersusun rapi yang saling berkaitan dan saling menguatkan. Terlintas di pikiran saya, bahwa kita harus mengambil filosopi  hidup dari jembatan bambu. Jika kita hanya sendiri maka kemampuan kita terbatas tapi jika bersatu maka segala kelemahan dan kelebihan kita masing-masing akan bersatu dan saling menguatkan. Ingatanku seketika kembali pada peta jalur yang ada di gerbang dimana jika sudah melewati jembatan bambu maka lokasi air terjun semakin dekat. Mendengar suara gemercik air yang pelan spontan langkahku terhenti dan mendengarkan dengan jelas bunyi itu. Dengan keyakinan kalau air terjun sudah di depan. Wajah sumringah kesenangan pun terpancar dari muka kami.
Air yang turun dari ketinggian sekitar sepuluh meter dan jatuh di gumpalan air, begitulah gambaran apa yang saya lihat. Kami memilih istirahat di sebuah pondok tua. Perjalanan yang sangat melelahkan, sekantong gorengan dari rezki kami lahap walaupun awalnya saya segan tapi karena rasa lapar membuat saya mengesampingkan perasaaan itu. Gorengannya sangat enak banget, mungkin karena momentnya pas jadi semua yang masuk pasti enak. Terlihat juga yang lain masih mengunyah sambil memandangi air terjun.

" Ayo, turun ke bawah sana !!! " ucapku mengajak mereka sambil menunjuk air terjunnya

" gak deh, biar disini saja jaga tas " balas Rezki didukung oleh Ayu

" Tasnya gak apa-apa ditinggal, aman kok disini "  ucapku dengan penuh harapan

Ternyata Guna, Uccank, Nia dan Icha tertarik dengan ajakanku. Berjalan menuju air terjun, jalannya harus hati-hati karena licin dan bebatuannya juga sudah berlumut. Hanya beberapa langkah, hembusan gemercik air sudah terasa dan membasahi. Saya melangkah mendekat kemudian disusul lainnya, gemercik air pun semakin keras.

" Woi, ada pelangi...pelangi " ucapku dengan spontan

" Iya, keren..keren " ucap Guna sambil melihatnya

" Oh ternyata ini alasannya, kenapa dikatakan coban pelangi " pikirku dalam hati

Saya kemudian mengambil air dan mengusapnya di seluruh bagian muka, sungguh nikmat sekali. Mengulang di bagian kepala dinginnya air terasa hingga di ubun-ubun. Kemudian saya melihat keatas dan membentangkan tangan saya kesamping seolah-olah adegan titanic. Saya memejamkan mata dan merasakan setiap tetesan kedamaian yang membasahiku . Tak cukup dengan itu saya pun berteriak bebas sekencang-kencangnya tentang apa yang saya rasakan. Semua masalah yang tersimpan saya teriakkan dibawah air terjun. Suara keras saya seakan lenyap oleh suara hempasan air. Saya merasa sangat plong dengan apa saya lakukan.

" Jika punya masalah, teriakkan semua masalahmu disini " Ucapku ke mereka semua

Coban Pelangi


Kami kembali naik ke atas setelah puas bermain air hingga basah kuyup. Oiya, sebelum balik dari coban pelangi, kami sempatkan foto bersama. Tak ada rotan akar pun jadi, tak ada tripod tas pun jadi. Dengan tas disusun dan mengatur timer kamera, kami pun siap beraksi.  Masih teringat sebelumnya dimana kami masih segan untuk saling menyapa kini kami sudah saling mengenal. Perjalanan Bromo yang punya banyak cerita. Bangga bisa liburan bareng bersama kalian.

Senyum Kebersamaan Untuk Indonesia
Bagi yang ingin berkunjung ke Bromo dan anda hanya sendiri atau tidak cukup untuk sewa 1 mobil Jeep dengan alasan kemahalan. Ikut open trip adalah salah satu solusinya, selain murah anda juga dapat teman baru dengan perjalanan yang menyenangkan. tapi tergantung juga sih orangnya!!! Sebelum menutup perjalanan Liburan saya ke Bromo bersama 2 orang temanku dan kini punya teman baru, ada Rezki, Icha, Ayu dan Nia. See you when I see you.

" Kita bukan mencari teman untuk travelling tapi Travelling untuk mencari teman " Arief Julio s. Budi


Total Pengeluaran:

Balapan Gokart di Jatimpark 1     : Rp. 105.000
City tour Malang                          : Rp. 15.000,-
 (Alun-Alun dan Balaikota)
Tiket masuk BNS                        : Rp. 20.000,-
Tiket masuk Lampion Garden      : Rp. 12.500,-
Iuran Open trip                           : Rp. 250.000,-
  (Penanjakan, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies dan Coban Pelangi)

*Pengeluaran diatas tidak termasuk tiket masuk Jatimpark dan nginap di Hotel Sahid Montana (gratis). Untuk makan dan souvenir anda bisa tentukan sendiri pengeluarannya. Menuju Bromo saya dijemput di Malang kemudian jalurnya lewat tumpang.


16 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Kebersamaan Menggapai Kawah Bromo dan Bukit Teletubbies (part 2)

Sunday, November 24, 2013 muhammad akbar 10 Comments

Mobil Jeep berbaris rapi dan kuda sedang sibuk mengantar pengunjung. Pandangan pertama yang terlihat di kawasan Kawah Bromo. Buat kami yang naik jeep tak bisa merapat lebih dekat dengan kawah, ada semacam tanda sebagai pembatas walaupun tidak dipagari tapi itu sudah dipatuhi dan dimengerti oleh sopir jeep. Tapi aturan tidak berlaku bagi pengendara motor, dengan mudahnya merapatkan motornya hingga di sekitaran pura. Jangan khawatir bagi yang ingin naik ke Kawah Bromo bisa melanjutkan dengan naik kuda. 

Tiba di kawasan Kawah Bromo saya sudah disambut dengan cuaca panas dan badai pasir. Rezki dan temannya sudah membulatkan tekad hanya di sekitaran parkiran dan tak berniat sedikitpun naik ke puncak Kawah Bromo. Kawah Bromo memang sudah bagian dari open trip ini dan sayang banget jika tak naik ke puncak kawah. Saya, Guna dan Uccank sepakat untuk naik. Kami berjalan beriringan menembus lautan pasir. Dalam perjalanan banyak yang menawarkan jasa kuda untuk naik ke puncak tapi spontan kami menolak.

" Manja banget jika naik kuda, puncak kawah juga sudah terlihat " pikirku dalam hati

Langkah demi langkah ahirnya kami tiba daerah penanjakan yang mengharuskan mengumpulkan energi untuk berjalan menanjak. Sebelumnya perjalanan hanya berjalan lurus dan rata, kali ini medan 45 derajat dan berpasir sudah di depan kami. Hal yang membuat saya sedikit mengeluh bukan karena berjalan di bawah panas terik matahari tapi bau kotoran kuda yang bercampur dengan pasir membuat saya sulit bernafas. Berjalan sambil menutup hidung untuk menghindari pasir dan bau kotoran kuda tapi dilain sisi saya sulit bernafas, sungguh pilihan yang sulit.

Gurun Pasir Bromo
Menuju Kawah
Untuk menuju puncak kawah terdapat tangga permanent yang sudah dibangun untuk memudahkan pengunjung. Berhubung kunjungan saya kali ini termasuk high season dimana pengunjung bromo membludak. Masih teringat pada saat di penanjakan ratusan orang menunggu melihat sunrise. Hal yang sama juga terjadi di Kawah Bromo dimana untuk naik lewat tangga mengharuskan kita harus antri.

" Kita naik tangga atau lewat jalur sana " menunjuk jalur darurat yang dilalui sebagian pengunjung.

" Terserah sih " Guna dengan jawaban ngos-ngosan

" OK, daripada kita antri lama mending lewat jalur berpasir itu " jawabku dengan keyakinan

Berjalan 3 langkah turun 2 langkah. Akhirnya saya merasakan hal yang sama dengan apa yang pernah diucapkan oleh para pemain film #5cm, sebuah film perjalanan 5 sahabat ke puncak Mahameru. Film yang mengakibatkan Gunung Semeru sangat ramai dan melahirkan pendaki instan yang tidak mematuhi aturan pecinta alam. Pendaki instan yang tak mengetahui kode etik, ini saya share

Jangan mengambil apapun kecuali gambar 
Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
Jangan membunuh apapun kecuali waktu 

Film yang menuai pro dan kontra. Film yang menuai pujian dan cacian. Film yang menginspirasi para pemuda-pemudi untuk mendaki Gunung tapi menginspirasi pemuda-pemudi berdatangan ke Gunung Semeru hingga merusak alam semeru dan bahkan untuk naik ke puncak harus antri. Menurut saya kembali kepada diri anda sendiri cara anda menanggapi film ini. Stop...Stop...Stop.. Ini artikel perjalanan Bromo atau review film 5 cm. Maaf, keceplosan menulis. kembali ke jalur berpasir.

Berjalan menanjak di atas pasir punya tantangan sendiri. Puncak sedikit lagi tapi jika dijalani masih terasa jauh. Segala trik-trik berjalan saya terapkan tapi belum sampai juga. Ini sudah pilihan memilih jalur berpasir, mungkin beda ceritanya jika tadi saya melewati tangga. Jangan menyesal dengan keputusan sendiri tapi jalanilah dengan senang hati. Saya berjalan sambil melihat ke bawah dan tak berhenti sebelum 10 langkah, trik yang cukup efektif yang membawa saya tinggal beberapa langkah lagi sampii di puncak kawah. Berhenti sejenak sambil memutar badan dan melihat ke bawah. Terlihat pura di tengah pasir dan dari kejauhan terlihat juga mobil jeep yang terparkir. Pemandangan itu seketika menghilang dari pandangan saya akibat badai pasir. Terlihat hanya pasir yang beterbangan dan jarak pandang hanya beberapa meter.

Jalur berpasir sebagai jalur alternatif menuju kawah
Guna dan Uccank di atas jalur menanjak yang berpasir
Setelah tenaga terasa cukup untuk melanjutkan pendakian. Mengumpulkan semangat dan tenaga seketika saya berlari menuju puncak dan mengiraukan langkah kaki saya yang terbenam di pasir. Semangat yang membuat sampai di puncak.
" Alhamdulillah tiba juga di puncak " ucapku ke Uccank yang lebih dulu tiba di Puncak.
" Ayo Guna, Puncak sedikit lagi. Kamu pasti bisa !!! " teriakan semangat

Duduk di puncak berpasir harus berhati-hati karena tak ada pembatas dengan Kawah Bromo. Tak terbayang jika jatuh terguling-guling ke kawah. Terlihat gumpalan asap dari kawah yang menandakan kawah ini masih aktif tapi masih dalam kondisi aman. Disamping kiri - kanan terlihat beberapa pengunjung dengan muka yang sangat kelelahan dengan nafas ngos-ngosan. Kami harus berbagi tempat duduk agar semua kebagian dan bisa melihat langsung kawah dari dekat. 

Mengeluarkan kamera dari tas yang masih terbungkus. Ini sebenarnya hal yang sangat beresiko dimana saya mengeluarkan kamera ditempat yang banyak pasir dan debu beterbangan. Pikirku, membeli kamera untuk mengambil gambar, kalau hanya disimpan tas sama saja bohong. Apalagi pemandangan yang ada sangat sayang dilewatkan untuk diabadikan. Dengan sedikit skill akhirnya saya bisa mengambil beberapa moment. Puas merekam spot keadaan kawah. Saatnya meminta tolong kepada pengunjung lain untuk merekam kebersamaan kami bertiga di Kawah Bromo.

Kawah Bromo
Kebersamaan di atas Kawah Bromo untuk Indoensia
Kami memutuskan untuk turun dari kawah. Ternyata turun tak sesulit ketika naik, yang dibutuhkan hanya kekuatan kaki untuk mengerem agar tidak terpleset. Saya turun dengan berlari dan saya sangat menikmati tapi jangan dicontoh karena ini sedikit berbahaya. Tak lama berselang kami sudah berada di jalur yang landai. Ada beberapa penjual makanan dan minuman juga ternyata. Mereka seakan menjadi pelipur lara bagi orang-orang yang sudah turun dari puncak. 

Saya merasa sudah menjadi manusia pasir, bayangkan saja semua bagian tubuh saya sudah terkontaminasi oleh debu dan pasir. Belum lagi bau kotoran kuda yang masih terikut dengan debu. Saya harus mencari tempat untuk bersih-bersih. Untungnya sudah tersedia sebuah Toilet di tengah gurun pasir. Saya berjalan menuju kesana tapi sayang seribu sayang tempat ini sedikit berbau pesin. Menanggalkan jaket dan sepatu agar debu dan pasir yang terikut bisa hilang. Airnya sangat dingin dan menyejukkan walaupun bau pesin masih terasa. Sungguh tak mencerminkan sikap yang baik dimana hanya memamfaatkan tapi tak membersihkannya. Badan yang tadinya sangat gerah akibat debu kini sudah segar. jangan lupa sebelum keluar dari toilet hendaklah membayar uang sukarela kebersihan.(WAJIB)

" Mobilnya dimana yah,?? kok tidak keliatan " bingung mencari mobil

" Tadi mobil itu terparkir disini " jawab Uccank dengan keyakinan

" Tapi kok tidak ada, jangan-jangan mobil sudah ke Bukit Teletubbies " jawabku dengan nada kesal

" Tidak mungkin kita ditinggal, coba telpon mas Arief atau Rezki " jawab guna dengan keyakinan

Saya menelpon mas arief tapi tidak diangkat. Menelpon lagi tapi tak diangkat juga. Mencoba peruntungan menelpon Rezki tapi tak diangkat juga. Berkali-kali saya telpon tapi masih dengan jawaban yang sama. Saya mengirimkan pesan singkat tapi gak ada balasan juga. Semua usaha saya lakukan tapi belum ada yang berhasil. Akhirnya solusi terakhir dimana saya bertiga berjalan berpencar untuk mencari mobil jeep. Memang sedikit bingung karena ada banyak mobil jeep yang terparkir dan warna mobil juga banyak yang mirip. Sambil berjalan sambil memeriksa dan melihat sekitar. Badan yang tadinya segar kini sudah panas lagi karena berjalan diatas pasir dan dibawah panas terik matahari.

Bahagia itupun mencul ketika kami mendapatkan mobil terparkir. Ini yang dicari-cari ternyata berada disini. Lokasi parkirnya memang sudah pindah dari tempat semula, pantas saja kami susah payah mencarinya. Rezki dan temannya hanya tersenyum melihat tingkah kami bertiga. Berhubung mas Ariefnya belum terlihat juga yang tidak tau rimbanya dimana. Saya mengajak uccank untuk befhoto ria di depan Jeep. Sebelum tadi turun saya melihat ada mobil jeep orange dan saya pengen banget berfhoto dengan mobil itu. Tapi setelah melihat sekeliling mobilnya sudah tidak ada. Tak ada rotan akar pun jadi, Tak ada jeep orange Jeep kuning pun jadi. Berbagai ekspresi dan gaya dengan jeep kuning.



Destinasi selanjutnya ke Bukit Teletubbies. Mobil jeep kami kembali melanjutkan perjalanan membelah lautan pasir. Bukit Teletubbies terletak masih kawasan Bromo. Perjalanan menuju bukit teletubbies melewati pasir berbisik tapi kami tidak singgah karena diluar sangat panas. Konon ceritanya, pasir berbisik itu jika kita menempelkan telinga kita di pasir maka akaan terdengar bunyi suara.

Selama perjalanan kami bercengkrama sambil menceritakan perjalanan kami yang menuju Kawah Bromo. Mereka juga punya cerita berbeda yang ternyata tidak tinggal diam di jeep. Rezki dan ayu memperlihatkan hasil foto-fotonya diatas kuda. Percakapan terus berlanjut hingga kami tertawa diatas mobil. Saya sedikit lupa apa yang kami bicarakan. Jalanan menanjak dan berlubang membuat kami harus berpegangan agar tidak terobok-obok lagi seperti yang terjadi sebelumnya ketika kami sedang menuju bromo tadi subuh.

Tak terasa saya melihat sebuah beberapa gundukan tanah di lereng pegunungan. Jeep berhenti di tengah padang savana yang mengering. Ternyata gundukan tanah yang terlihat itu adalah Bukit teletubbies. Langit biru dan awan putih terpadu dengan bukit ditengah padang savana. Pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan

" Selamat Datang di Bukit Teletubbies  " nada spontan keluar
" Ternyata asal usul teletubbies itu berasal dari Bromo " jawabku untuk membuat mereka tertawa.

Bukit Teletubbies dari kejauhan
Pemandangan yang indah sangat sayang dilewatkan untuk mengabadikan moment. Perjalanan memang bisa kita rasakan sekarang tapi tak ada yang bisa dikenang kecuali gambar. foto yang akan bercerita bahwa kita pernah berada ditempat ini walaupun tanpa kita ceritakan. Beberapa spot terekam di kamera, kami juga foto bersama di depan jeep. Disini saya harus rela menjadi relawan untuk menjadi photographer dan memotret aktifitas mereka. Keceriaan dan kebersamaan terlihat ditempat ini dimana sebelumnya terlihat dari kami masih sedikit ada ruang batas. Perjalanan liburan yang menyenangkan bersama kalian dan mendapatkan teman baru itu  yang kami rasakan bersama. Ada beberapa moment sempat saya rekam canda tawa mereka. Saya sibuk mengatur pose mereka seakan saya seperti photographer handal tapi kenyataannya masih amatiran. Mungkin beberapa gambar ini sedikit bercerita.

Kebersamaan di depan Jeep
Kebersaman di Bukit Teletubbies
Kebersaman di rerumputan kering
I'm Backpacker Indonesia
Tak lama berselang dan puas menikmati Bukit Teletubbies. Perjalanan dilanjutkan ke tujuan terakhir sebuah tempat yang sangat adem dan dingin. tempat yang sangat berbeda dengan kawah bromo yang panas kini kami menuju tempat untuk mengademkan diri. Destinasi selanjutnya Coban Pelangi, seperti apa kisah perjalan kami ??

Bersambung

10 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Mengejar Sunrise di Gunung Bromo (part 1)

Wednesday, November 20, 2013 muhammad akbar 24 Comments

Gunung Bromo dan Puncak Mahameru dari View Sunrise Point
Berkunjung ke Gunung Bromo adalah salah satu mimpi di antara seribu mimpi saya. Sebelumnya saya sudah niatkan bahwa di liburan idul adha saya harus berkunjung ke Bromo. Mencari beberapa informasi lewat googling dan blogwalking di blog yang punya artikel tentang Bromo. Rezeki memang tak kemana, disaat saya ingin ke Malang ternyata saya dan beberapa teman mendapatkan paket liburan ke Malang. Pikirku ini adalah kesempatan terbaik untuk mengambil kesempatan . Paket liburan menginap di Hotel Sahid Montana Malang dan jalan - jalan ke Jatimpark, seperti saya cerita sebelumnya disini.

Paket liburan telah usai, saya mengajak teman yang ingin joint dengan ide saya yang masih tetap ingin tinggal di Malang. Alhasil, Guna dan Uccank yang tertarik dengan ide saya. Teman yang lain sudah kembali ke Cepu dan saya bertiga tetap tinggal di Malang dengan izin dari instansi (baca: penyelenggara paket liburan Malang)

Ini saatnya memulai petualangan di kota Malang. Untungnya ada Elly, teman yang saya kenal dari Temu Bakti KSR PMI Nasional di Samarinda 2011. Dia menawarkan walaupun sebenarnya kami yang meminta tumpangan untuk istirahat sambil menunggu pemberangkatan ke Bromo. Dia menawarkan di sekretariat di KSR Universitas Merdeka Malang. Bagi saya tak masalah, apapun tempatnya tak jadi masalah asal kami bisa istirahat. 

Hari sudah siang, tapi kenapa saya susah untuk menutupkan mata sedangkan Guna dan Uccank sudah terlelap dalam tidurnya. Saya masih gelisah karena pihak yang menawarkan open trip Bromo yang sudah deal semalam mendadak susah dihubungi. Berkali-kali saya sms dan telpon tapi tak ada jawaban. Apakah ini hanya PHP semata.!? Saya akan merasa bersalah jika tak jadi berangkat, Mengajak teman tapi ujung-ujungnya tak jadi itu seperti duduk diatas bom. Dorrrr

Akhirnya, berita bahagia pun datang setelah sms dari Citra, teman saya kenal dari twitter seorang backpacker dari Palu menawarkan CP Mas arief, seorang sopir jeep yang juga punya open trip ke Bromo. Paket 250 ribu Include Jemputan PP, Tiket Masuk dengan destinasi Penanjakan, Kawah Bromo, Bukit Cinta, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik dan Coban Pelangi. Tak perlu pikir lama saya hanya mengiyakan saja. Setelah terjadi kata sepakat, hati saya sudah merasa lega. Saya pun melanjutkan istirahat untuk menyimpan tenaga untuk tengah malam nanti.

Tak terasa saya terbangun di sore hari. singkat cerita, dimalam harinya saya ke BNS untuk menikmati malam sebelum berangkat ke Bromo.

Handphone saya berbunyi, sebuah pesan dari mas Arief yang memberitahukan untuk bersiap-siap. Kemudian saya membalasnya dengan kata "OK, saya tunggu di dekat Alfamart tepat depan kampus Universitas Merdeka". Kami menuju alfamart, membeli air minum dan beberapa cemilan untuk amunisi buat besok.

Terlihat mobil jeep dengan warna biru gelap berhenti didepan kampus. Saya memberi kode kalau kami sudah siap. Bersalaman dan saling berkenalan, kami naik mobil kemudian melaju kencang dengan knalpot bogartnya. Jreng...Jreng...Jrong..Jrong...

" Sabar ya mas, kami akan jemput 4 orang lagi " pinta mas arief

"OK, mas.." jawabku secara spontan.

Saya sudah tahu konsekuensi jika open trip, dimana kita akan digabung dengan beberapa orang. mau tidak mau atau suka tidak suka harus diterima. Terkadang ikut open trip itu harus sabar jika orangnya menjengkelkan,  tapi juga bisa perjalanan sangat menyenangkan jika orang-orang yang ikut orangnya asyik. Mobil berhenti tepat di salah satu lorong, seketika itu mas arief menelpon yang akan menjadi teman kami. Saya pun masih belum melihat batang hidung ke 4 orang yang dimaksud mas arief. Tiba -tiba dari kejauahan muncul 4 sosok perempuan berjalan beriringan mendekat ke jeep kami. 

Guna dan Uccank yang tadinya duduk didepan harus merelakan tempat duduknya ditempati (emansipasi). dan 2 lainnya duduk di belakang bersama kami. Saya tak bisa melihat jelas raut muka mereka karena saya sangat mengantuk dan sedikit malas untuk mengenalinya. Saya duduk bersama Guna satu deretan sedangkan Ucccank harus rela duduk berimpitan bersama dua orang yang mana normalnya 1 deretan untuk dua orang. Sepanjang perjalanan kami hanya berbalas senyum dan sesekali menyambung pembicaraan. Kami ini masih cuek, padahal sebenarnya kami harus saling mengenal. Tak ada keberanian diantara kami. Intinya saya dan kamu masing-masing punya tujuan sendiri cuma bedanya kita sama ikut di mobil yang sama.

Tepat pukul 01.00 dini hari, Jeep melaju melewati kota Malang kemudian masuk di jalur penanjakan, kalau tidak salah jalur tumpang yang mana jalur yang dilalui ketika kita ingin mendaki ke Semeru. Sebenarnya untuk menuju Bromo bisa juga lewat probolinggo. Ditengah perjalanan, jeep kami mengalami kerusakan di bagian mesin yang memaksa kami turun dari mobil, seketika juga rasa dingin seperti menembus jaket saya. Melihat ke atas, ada jutaan bintang yang berderang di atas langit, sumpah keren banget tapi rasa dingin masih membuat saya tak tenang di luar.

" Ayo, naik semua..mobilnya sudah OK " pinta arief ke kami dengan sedikit wajah kurang sedap.

Kami kembali melanjutkan perjalanan. didalam mobil kami seperti diobok-obok. karena memang kondisi jalan yang kurang bagus. Sebenarnya jalur tidak terlalu jauh tapi berhubung lagi ada proses perbaikan jalan jadinya kami harus memutar. Jeep sudah mulai jalan beriringan dengan jeep lainnya, ternyata banyak juga yang ke Bromo.

Tepat jam 04.30 Jeep kami menepi dan berhenti. Mas arief menganjurkan untuk berhenti disini karena didepan sudah macet. Saya masih bertanya-tanya dalam hati bahwa Gunung Bromodimana? sekeliling hanya ada gelap dan lampu mobil yang mengantri serta bunyi klakson yang terdengar. Kami turun dari mobil dan berjalan menyusuri jalan melewati kemacetan. Ternyata bromo bisa macet juga. Sebelum jalan saya mengumpulkan rombongan untuk berdoa bersama sebelum jalan. Ini hal yang wajib kita lakukan sebelum kita melakukan sesuatu terlebih lagi kita berada di daerah yang baru. Setelah berdoa, saya berjalan lebih duluan untuk menembus puluhan ojek motor yang menawarkan jasa tumpangan sampai di puncak. Sebenarnya saya tak ingin naik ojek tapi karena rasa kasihan melihat teman yang sudah mulai berjalan ngos-ngosan dan kedinginan terlebih 4 wanita yang ikut bersama kami. Oiya lupa, sebelum kami turun tadi dari mobil kami sudah berkenalan. Namanyan Rezki, Ayu, Nia dan Icha. Mereka adalah sahabat semasa kuliah yang terpisahkan dengan pekerjaannya masing-masing. Intinya lagi merayakan reuninya dengan liburan ke Bromo.

Waktu semakin cepat berlalu, saya berpikir jika berjalan mengikuti irama langkah mereka maka saya akan ketinggalan sunrise. Saya sepakat untuk meninggalkan mereka dan berjalan lebih cepat menuju View Sunrise Point. Maaf yah.. !!! Sebelum tiba terlihat disamping kiri dan kanan ada banyak warung makan, jual baju dan oleh-oleh dan ada juga yang menawarkan jasa jacket.

Tiba di spot sunrise ternyata saya belum terlambat. Alangkah kagetnya melihat tempat sudah dipenuhi oleh ratusan orang. Apakah sebanyak ini orang menunggu kemunculanmu, duhai matahari terbit?? *sedikit puitis* Saya memilih mendekati tembok pembatas dan mencari celah untuk duduk diatas pagar. Ini hal yang beresiko tapi mau nda mau saya harus naik agar pandangan saya tidak terhalang oleh ratusan orang.

Gradasi Warna Langit yang berwarna
Mereka Menunggu Kedatanganmu
Sang Mentari telah Muncul
Setelah saya melihat langsung matahari terbit Bromo, alasan yang membuat saya semakin percaya jika Golden sunrise memang adanya di Bromo. Indonesia memang Indah, tak ada alasan lagi buat saya untuk tidak mencintai keindahan Indonesia. Pesona keindahan Bromo bukan hanya dikenal dengan wisatawan domestik tapi dunia pun sudah mengakui keindahannya. Jangan heran jika ditengah ratusan orang terdapat pula tourist asing yang terselip yang juga tak ingin melewatkan keindahan matahari terbit Bromo.
 
Matahari 14 Oktober telah muncul perlahan seketika juga bunyi jepretan, gemerlap flash kamera dan teriakan histeris dari seluruh pengunjung sehingga saya sempat merinding. Inilah alasan yang membuat saya datang dari jauh dan rela menembus kedinginan hanya untuk menikmati keindahan Sunrise Bromo.

" You dont need a doctor when you strees, all you need is a journey" @adistakdos.

Saya percaya bahwa sebuah perjalanan akan membuat kita merasa bebas yang berarati terbebas dari segala belenggu permasalahan. Lupakan semua masalah dan nikmati keindahan di depan matamu.

Saya sangat menikmati pemandangan yang tersuguhkan di depan mata saya. Ini seperti saya melihat foto pemandangan yang biasa terpasang di dinding rumah tapi ini bukan lagi gambar tapi Nyata. Bromo memang keren tak salah jika orang begitu berbondong-bondong mendatanginya dari seluruh penjuru. Akses untuk menuju Bromo pun sangat mudah, ini salah satu keberhasilan pemerintah setempat untuk mendongkrak pariwisata yang secara tidak langsung menambah penghasilan juga untuk daerah setempat.
 
INDONESIANHOLIC
Senyum untuk Indonesiaku.
Matahari sudah menghangatkan embun yang ada didaunan. Pancaran sinar matahari sudah terasa hangatnya tapi dingin bromo masih lebih kuat. Sesuai janji bahwa setelah melihat sunrise kita akan menuju kawah Bromo. Pukul 06.00 adalah waktu yang sudah kita sepakati untuk kembali ke mobil. Tiba lebih awal membuat kami harus menunggu rombongan lain. #MENUNGGU

Perjalanan dilanjutkan menuju Kawah Bromo. Cerita pun mengalir dari kami semua tentang keindahan yang kami saksikan. Masing-masing punya perspektif keindahan sendiri. Oiya, sebelum ke Kawah Bromo kami sempat singgah di bukit cinta. saya tak tahu kenapa bisa dikatakan dengan bukit cinta,? Jika semeru punya tanjakan cinta, Bromo juga punya bukit cinta. Pemandangan dari sini juga keren, beberapa sudut sempat saya bidik lewat kamera saya. Ini juga kami sempatkan untuk berfoto bersama dengan rombongan yang sebelumnya terpisah.
Bukit Cinta
My Travelmates : Ayu, Rezki, Icha, Nia, Guna, dan Uccank
Jempol dan Senyum untuk Panorama Bromo
Member of Open Trip Bromo
Tak banyak waktu terbuang di bukit cinta, karena tujuan awal kami memang menuju kawah Bromo. Perjalanan yang menurun membuat mobil melaju pelan dan sesekali kami harus merangsek kedepan karena laju pengereman. Tak lama berselang kami melihat lautan pasir dan mobil melaju kencang diatas pasir sehingga mobil seperti membelah lautan berpasir. 
 
Kawah Bromo seperti apa sih? pikirku dalam hati sambil melihat melihat keluar jendela.

Bersambung


24 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Batu Night Spectaculuar (BNS) Memang Spectacular

Saturday, November 16, 2013 muhammad akbar 10 Comments

Perjalanan dari Malang menuju Batu sekitar 1 jam, itupun sudah termasuk singgah di salah satu toko outdoor di Malang untuk membeli kupluk dan kaos tangan sebagai bekal perlengkapan sebelum ke Bromo. Oiya, malam ini tepat jam 12 sesuai dengan janji mas arief, sopir mobil jeep yang akan mengantar kami ke Bromo. Saya tidak mau menghabiskan waktu begitu saja. Dengan kebaikan hati anak-anak KSR Unmer yang telah memberi kami tumpangan istirahat di sekretariatnya, dia juga memberikan kami motor untuk keliling di Malang. Masih ada waktu beberapa jam untuk menikmati kehidupan malam di Malang. Bagi saya tak ada yang terlalu istimewa di kota Malang di malam hari sesuai dengan pengalaman saya malam sebelumnya dimana saya dan teman yang lain menuju Alun-alun dan Balai kota. Malam ini baiknya ke kota Batu.

Memacu motor dalam kecepatan normal di jalan yang mulus dan menanjak. Saya bersama Uccank di atas motor Honda Tiger tua dan Palaguna dengan motor matic dengan sendirinya dan kami bertiga beriringan bersama menuju Batu. Saya mengajak teman untuk ke salah satu wisata malam yang ada di Batu. Batu Night Spectacular, begitulah nama tempatnya sesuai dengan nama yang terpampang jelas dari rangkaian kata yang terbentuk dari lampu yang tersusun hingga membentuk sebuah kata.



Setelah melihat penampakannya dari luar saya terkesan berada di Japan, walaupun saya belum pernah kesana dan ini hanya perasaan saya saja. Saya dan teman lainnya tak melewatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar dengan background BNS. Setelah melihat - lihat dari luar, kurang lengkap jika tak masuk kedalam. Sebenaranya ada hal membuat saya penasaran dengan BNS dimana saya mencari lampionnya, namun saya tak melihatnya dari luar.

" Mas, kalau yang banyak lampion itu dibagian mana yah, kok gak keliatan?? " Tanyaku ke salah petugas

" Lampion Garden,!!! itu ada didalam mas, belilah dulu tiket masuk. letaknya itu ada di sebelah kiri "

Tiket masuk Rp. 20.000,-, kami bertiga masuk kedalam dengan tiket masing-masing di tangan. Suasana didalam keren, walaupun tempat ini terkesan seperti pasar malam tapi ini beda banget dan terkesan luar biasa banget. Cuaca yang dingin dan pemandangan gemerlap kota malam membuat saya serasa betah di tempat ini. Ada banyak permainan tapi itu masih dipungut pembayaran lagi, jadi tiket masuk hanya untuk masuk kedalam sehingga jika ingin mencoba permainan silahkan bayar sendiri. 

Saya masuk ke dalam, memang tujuan awal hanya ingin melihat taman lampion, setelah melihat arah petunjuk yang mengarahkan ke tiket box. Sebelum masuk kami terlebih dahulu membeli tiket Rp. 12.500,-. Tiketnya diikatkan di tangan kemudian masuk ke dalam. 




Baru masuk saja, saya sudah sangat terkesan dengan lampionnya yang bertuliskan "Lampion Garden 2013" dan 2 buah lampion yang berpasangan. untuk berfoto di depan tulisan itu kami harus antri dan saling mengerti. Setelah mengambil beberapa gambar, kami berjalan masuk kedalam menyusuri jalannya. Terbayang gak sepanjang kiri kanan saya diapit lampion-lampion yang super keren. Entah kenapa saya sangat jatuh cinta dengan tempat ini, saya berjalan seperti orang yang disambut. Gak itu saja ada rerumputan yang tumbuh juga terlihat sangat lembut. Tempat ini memang sangat romantis terlihat beberapa pasangan muda mudi yang melewatkan malam bersama pasangannya dengan berjalan sambil berpegangan tangan. Ada juga sepasang orang tua yang melewatkan malamnya disini, mereka ingin membuktikan kalau cinta mereka tak pudar oleh waktu. Kami yang bertiga berjalan tanpa pasangan hanya menikmati kemesraan mereka. Nasib ya nasib. sabar ya sabar.




Menara Eifel ada dimana? pasti sebagian menjawab ada di Paris. Tak usah jauh-jauh ke Paris, cukup datang ke BNS anda akan melihat Menara Eifel dengan balutan lampunya. Saya lagi-lagi harus mengakui keindahan tempat ini, banyak banget lampion yang tersebar. Saya memilih duduk di area tempat duduk yang disediakan. Mengalihkan pandangan jauh sehingga saya melihat gemerlap lampu kota Malang. Tak perlu pesan apapun untuk duduk, gratis kok. BNS tidak dibatasi tembok jadi kita bisa melihat langsung Malang dari ketinggian. Dari area tempat duduk juga kita bisa menonton balapan gokart, keren banget, pokoknya super keren. Tempat ini juga sangat bersih, saya tak melihat sampah dari tadi. Seharusnya memang seperti ini. Sebagai pengunjung kita harus selalu menjaga kebersihan tempat dimanapun.

Tak terasa jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 22.30, tak terasa banget kami disini sudah 3 jam padahal masih pengen duduk menikmati keindahan tempat ini. Memang harus pulang karena destinasi selanjutnya ke Bromo tengah malam nanti. Sebenarnya saya belum ingin beranjak dari tempat duduk tapi ya mau apa lagi. Setelah keluar dari area Lampion Garden, terlihat masih banyak gemerlap lampu yang menghiasi sepanjang jalan


Sebelum keluar dari tempat yang membuat saya jatuh cinta, tak lupa narsis dengan mengabadikan di depan peta petunjuk arah. Pintu masuk berbeda dengan pintu keluar. Saya mencari pintu keluar dimana, ternyata ada di daerah market &  food court. Sebelum kita keluar, pengunjung melewati beberapa toko yang menjual oleh-oleh. Saya sih tdak terlalu tertarik dan hanya melewati begitu saja.

Berkunjung ke Malang, kurang lengkap rasanya jika tak ke Batu Night Spectacular. Tempat yang sangat romantis dan sangat Spectacular. Tak salah tempat ini jika diberi nama Batu Night Spectacular karena pengunjungnya merasakan rasa Spectacular.

10 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Liburan Bersama di JatimPark 1 Malang

Thursday, November 07, 2013 muhammad akbar 13 Comments

Hari masih gelap tepatnya jam 1 dini hari dimana saya harus bangun karena Bus jemputan sudah menunggu untuk mengantar kami berangkat ke Malang. Masih teringat, hari sabtu tanggal 12 Oktober 2013. Mari kita liburan kawan lupakanlah sejenak masalahmu. Let's enjoy our weekend.

Saya masih lelah setelah menempuh perjalanan panjang dari Cepu ke Malang sekitar 9 jam. Tiba di Malang sekitar pukul 10.00. Setiba di Malang rombongan bus langsung menuju Hotel Sahid Montana. Liburan ke Malang merupakan salah satu program dari salah instansi pendidikan tempat saya menuntut ilmu saat ini. Itinerary atau jadwal kegiatan telah disampaikan hari sebelum kami berangkat. Destinasi utama adalah berkunjung ke Jatimpark 1. Setelah check in dan masuk kamar, kami hanya diberikan waktu 1 jam untuk istirahat kemudian selanjutnya menuju Jatimpark. 
 
Sebuah pesan masuk dari group WA yang menginfokan bahwa semuanya harus berkumpul Pukul 11.00 di lobi hotel. Pikirku masih ada waktu beberapa menit untuk mandi dan istirahat sebentar di kasur yang sangat empuk, maklum saja kasur hotel jadi tak diragukan lagi keempukannya.

Setelah kami semua berkumpul, selanjutnya naik bus menuju Jatimpark dimana lokasinya berada di kota Batu. Jika perjalanan normal maka hanya ditempuh sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan terlihat beberapa gunung dari kejauhan, saya mencoba mencari penampakan Gunung Semeru yang merupakan tanah tertinggi pulau Jawa. Alih-alih mencari ternyata tak bisa terlihat dan gunung yang saya maksud ternyata bukan Gunung Semeru melaikan Gunung Panderman.

Selamat Datang di Kota Wisata, Begitulah sambutan dari sebuah bangunan yang melingkar di atas jalan. Tak terasa bus terhenti di kawasan parkir Jatimpark. Berhubung waktu sholat dzuhur, saya menuju musholla di sudut parkiran. Bangunan mushollah terbuat dari kayu jadi terkesan alami. Saya berwudhu dimana air yang terpancar dari krang sangat dingin dan menyejukkan raut muka ketika saya membasuhnya. 

Setelah sholat kami dibagikan tiket masuk. Sebuah lembaran kuning ketika saya masuk tiket itu dilingkarkan di tangan saya oleh salah satu petugas pintu masuk. Kesan pertama disambut Gong besar yang menurut tulisan yang saya baca langsung " Gong ini merupakan gong terbesar ke-2 di Indonesia " kalau terbesar pertama dimana yah??  Sebelum kita masuk menyusuri Jatimpark cobalah tandai kedatangan anda dengan memukul gong sebanyak 3 kali.

Gong Terbesar ke II di Indonesia
Jatimpark 1 Malang terletak di kota Batu yang terletak di lereng gunung Panderman 850 mdpl dengan luas mencapai 11 hektar. Selain arena permainan juga terdapat wahana galeri belajar bernama science stadium. Jatimpark 1 itu seperti liburan sambil berjalan mengikuti jalur yang sudah diatur sehingga pengunjung mendapatkan beberapa informasi. Memasuki Zona 1 adalah Galeri Etnik Budaya jadi sepanjang jalur disisi kiri dan kanan terlihat beberapa kebudayaan Indonesia yang terwakili setiap provinsi mulai dari pakaian adat, rumah adat dan beberapa informasi. Saya hanya berjalan sambil melihat kiri dan kanan, beberapa dari teman saya mengabadikan dirinya sehingga terkesan berada di tempat tersebut, contohnya Bali. Saya juga melihat baju adat sulawesi selatan tapi disitu tertulis baju Mandar yang notabene suku Mandar sekarang sudah masuk di Sulawesi barat.

Selanjutnya Galeri Zona 2 adalah Galeri Etnik Jawa Timur dimana terdapat beberapa informasi kebudayaan Jatim. Saya lebih tertarik dengan spot suku tengger dimana suku ini tinggal di lereng gunung Bromo. Selanjutnya ada Galeri Wahana Ilmu Pengetahuan dimana terdapat beberapa alat dan informasi yang memberikan ilmu pengetahuan untuk semua kalangan umur. Selanjutnya Galeri Flora dan Fauna, Galeri Sejarah dan Galeri Manusia Purba dan beberapa Galeri yang lain. Tak salah memang jika JatimPark 1 menawarkan ke pengunjungnya sebagai taman belajar dan rekreasi.

Peta Wisata
Taman Belajar "Science Stadium"

Sepanjang anda berjalan perhatikanlah kiri dan kanan anda karena sumber informasi tersebar tinggal kita tentukan mau perhatikan atau tidak. Saya hanya berjalan dan mempercepat langkah menuju tujuan utama yang mana ingin mencoba wahana adrenalin.

Ada banyak wahana adrenalin yang menantang nyali anda. Ada juga rumah hantu yang siap menguji mental anda. Kolam air ada juga terbagi dimana ada untuk anak-anak lengkap dengan galeri istana airnya dan Kolam untuk dewasa lengkap dengan seluncurannya.

Ada permainan membuat saya sangat tertarik untuk mencobanya, permainan gokart bahkan saya beberapa kali mencobanya. Salah satu teman menantang untuk mengikuti race sungguhan yang terdiri 3 lap. Race 1 pertama saya gagal jadi juara berhubung ada kendala dengan mobilnya dan masih proses adaptasi dengan arenanya. Saya menantang untuk race kembali karena saya masih belum terima dengan race sebelumnya. Kami memulai di garis start dan memacu mobil masing-masing sebanyak 4 lap, putaran demi putaran dan tikungan demi tikungan hingga akhirnya saya keluar sebagai pemenang.


Permainan paling seru "Gokart"
Saya sangat menikmati permainan gokart hingga saya tak sadar bahwa saya sudah menghabiskan Rp. 150.000,- hanya untuk gokart. Kepuasan memang mahal, tak apalah intinya saya puas dengan apa saya nikmati. Untuk 2 lap itu tarifnya Rp. 25.000,-, tapi ada diskon jika kita mengambil lebih dari 2 lap.

Setelah permainan gokart lanjut berendam dan mandi bersama di kolam. Saya merasa kembali ke masa anak kecil dengan main seluncuran tapi itu sangat asyik dalam menikmati hidup. Mandi bersama bareng teman dan berphoto ria. Tak terasa hari sudah sore, itu tandanya liburan di Jatimpark juga usai. Sebelum keluar pengunjung melewati jejeran toko yang menjual oleh-oleh, cinderamata, apel malang, dan lainnya. Tempat ini sudah didesain sangat bagus.

Kolam dengan miniatur bajak laut

Keceriaan dan Kebersamaan
IndonesianHolic
Jika anda berkunjung ke Malang, jangan lupa berkunjung ke Jatimpark1 karena selain arena rekreasi juga sebagai taman belajar. Tempat ini sangat cocok untuk orang yang sudah berkeluarga dimana semua anggota keluarga tersedia arenanya masing - masing. Untuk lebih jelasnya tentang Jatimpark 1 klik disini



13 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Tips Backpacking ke Tanjung Bira, Bulukumba

Sunday, November 03, 2013 muhammad akbar 96 Comments

Tanjung Bira, Bulukumba Sulawesi Selatan,
Tanjung Bira Terletak di Kabupaten Bulukumba. Jarak dari Makassar sekitar 200 km atau berada di paling ujung selatan daratan Sulawesi Selatan. Tanjung Bira dikenal dengan pasir putihnya yang seperti tepung bedak. Alam bawah laut juga tak kalah dengan tempat lain. Pemandangan di kala senja pun tak kalah indahnya. Gradasi warna langit dan cahaya redup matahari terbenam membuat penikmatnya terbuai oleh keindahannya.
Berbagi tips backpacking menuju Tanjung Bira:
TRANSPORTASI
  • Pilihlah penerbangan menuju Makassar, ada beberapa pilihan maskapai tergantung dari isi kantong anda.
  • Jika anda datang rombongan baiknya rental mobil itu jauh lebih murah dibanding naik transportasi umum. Ada beberapa rental mobil di Bandara yang siap mengantar anda tapi mungkin sedikit lebih mahal tapi tergantung dengan cara anda menawar.
  • Untuk jalur angkutan umum. Dari bandara bisa naik Damri arah menuju kota kemudian turun di Lapangan Karebosi. Pilihlah Angkot (pete-pete) merah arah ke Gowa kemudian turunlah di Terminal Malengkeri.
  • Dari Terminal Malengkeri anda bisa memilih mau naik kijang (panther) atau bus yang menuju selayar tapi nanti turunnya di Pelabuhan Tanjung Bira.
  • Tarif naik Bus AC Rp. 75.000,- / orang dan Kijang (panther) Rp. 50.000,- Rp. 65.000,-.
  • Sebelum naik panther pastikan mobilnya mengantar anda sampai di Tg. Bira karena ada beberapa mobil yang hanya sampai di terminal Bulukumba.
  • Pilihlah berangkat pagi agar bisa tiba sebelum sore di Tg. Bira
  • Lama perjalanan Makassar - Tg. Bira biasanya 5 - 6 jam.
DESTINASI WISATA
  • Pantai Tg. Bira, Tujuan wisata paling utama. Menikmati Indahnya air laut yang tersusun dari 3 warna disebabkan tingkat kedalaman lautnya. Menikmati lembutnya pasirnya yang seperti bedak. 
  • Pantai Bara, Pantai ini agak tersembunyi tapi bisa dilihat dari kejauhan di Tg. Bira. Pantainya bersih karena beberapa dari area tersebut dikelola pihak asing. Tempatnya juga tidak seramai Tg. Bira, jadi anda yang butuh ketenangan silahkan mengunjungi tempat ini.
  • Pulau Kambing dan Pulau Liukang, kedua pulau ini sering dikunjungi beberapa pengunjung untuk melakukan snorkling dan diving. Ada beberapa penginapan juga tersedia di Pulau Liukang, anda akan merasa berada di pulau sendiri.
  • Untuk menuju Pulau Kambing dan Pulau Liukang anda harus menyewa perahu.
    Tarif perahu berkisar 250 k - 300 k ( Ardi, Salamatta : 081 258 170 610 )
  • Tanah Beru, Kampung pengrajin perahu phinisi. Para pengunjung akan melihat kepiwaian pengrajinnya membuat perahu phinisi tanpa adanya gambar hanya mengandalkan pengalaman yang didapat dari nenek moyang terdahulu. Bulukumba dikenal sebagai Butta Panrita Lopi yang artinya bumi atau tanah para ahli pembuat phinisi.
  • Karcis tiket masuk Tg. Bira
    Anak - Anak Rp. 3.000,-/ orang
    Dewasa         Rp. 10.000,-/ orang
    Mancanegara Rp. 20.000,-/ orang
  • Selain wisata pantai anda juga bisa mengunjungi Tanah Toa Kajang, masyarakat yang masih memegang teguh kearifan lokal dan jauh dari kehidupan modern. Pakaian serba hitam tanpa alas kaki dan tinggal di dalam hutan. 
  • Tidak jauh dari Tanah Kajang, anda bisa berziarah ke makam penyebar agama islam pertama di Sulawesi Selatan Dato ri Tiro.
  • Pusat Cendera Mata ada di sepanjang jalan Tg. bira. Ada beberapa hiasan yang terbuat dari kerang banyak diperjual belikan.
  • Spot - spot indah di sekitaran Tg. Bira masih banyak cuma belum terlalu dikenal.
 PENGINAPAN
  • Sunshine Guest House ( 082 190 931 175 )
  • Bira View inn  ( 081 343 837 455 )
  • Wisma Sipakatau ( 081 342 707 547 )
  • Pondok Wisata Tg. Bira ( 085 299 980 675 )
  • Villa Asri ( 081 348 071 789 / 085 298 043 208 )
  • Penginapan "Pasir Putih Bira" ( 081 142 010 28 / 085 394 139 293 )
  • Wisma Wiryawan ( 081 242 598 085 / 085 243 368 108 )
  • Wisma Nur Husada ( 081 242 916 51 )
    " Tarif penginapan berkisar 100 k - 300 k tergantung dari fasilitas dan lokasi ".
KULINER
  • Kuliner di Bulukumba tidak jauh beda dengan Kuliner Bugis dan Makassar. Anda bisa menikmati menu seafood yang tersaji di beberapa warung makan di Tg. Bira.
  • Jagung Marning, Kuliner khas Bulukumba bisa dijadikan sebagai oleh - oleh.
  • Perjalanan Makassar  - Toraja, anda bisa singgah di Jenneponto untuk menikmati Coto kuda dan Konro kuda.
Gradasi 3 warna air laut
Senja di Tg. Bira Bulukumba


INDONESIANHOLIC

Kawasan Cenderamata Tg. Bira

Bagi yang ingin di promosikan, seperti:
1. Hotel
2. Resort & Cottage
3. Penginapan
4. Rental Mobil & Motor

Harap menghubungi contact untuk kerjasama.
Email : [email protected]

96 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh