Sungai Pute, Jalur Kehidupan Warga Dusun Berua

Saturday, December 21, 2013 muhammad akbar 14 Comments

Sungai Pute sebagai jalur kehidupan warga Dusun Berua.
Sungai Pute sebagai jalur alternatif paling cepat ketika tak ada jalan permanent yang bisa diakses menuju Dusun Berua Rammang - Rammang, Maros. sebuah perkampungan dengan 16 kepala keluarga ditengah bebatuan karst. Sepanjang aliran sungai terdapat pohon nipa sebagai penahan abrasi dan juga sebagai bahan baku pembuatan sapu lidi untuk dijual. Mereka memanfaatkan alam tetapi juga menjaga ekosistem alam sebagai sebagai sumber kehidupannya.

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan edisi 32 dengan tema Sungai oleh http://omnduut.wordpress.com/

14 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Semarang (part 1) : Jalan Sendiri Keliling Kota Semarang

Monday, December 16, 2013 muhammad akbar 42 Comments

Perjalanan ke Semarang merupakan catatan perjalanan pertama kali dengan solo trip atau liburan seorang diri. Tentunya saya harus lebih berani dibanding jika liburan bersama teman. Banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari itinerary, fisik, mental dan tentunya isi dompet. Saya harus lebih madiri dan bijak dalam menghadapi masalah. Sebenarnya travelmate sangat ngebantu banget buat saya yang punya sifat teledor dan pelupa, contohnya beberapa kali saya harus diingatkan jika HP saya terkadang salah simpan dan membuat mereka panik. Mungkin mereka yang sering ngetrip bareng sama saya akan mengerti. Anyway, tapi inilah saatnya saya buktikan ke mereka kalau saya sudah tidak teledor dan pelupa.

Sabtu, 09 November 2013
Kereta Blora Jaya AC dengan pemberangkatan pukul 04.40 WIB mengantarkan saya ke Semarang dengan harga tiket 28.000,-. Perjalanan pun dimulai dimana saya hanya ditemani tas daypack dan tas kecil berisi kamera. Memilih duduk didepan seorang ibu yang ditemani oleh suaminya dimana tangannya saling merangkul sedangkan saya hanya duduk sendiri, sungguh kasian nasibku. Di luar sana masih gelap dan kondisi saya masih mengantuk, mungkin sebaiknya saya istirahat dulu mengingat perjalanan masih panjang.

Matahari pagi memancarkan kehangatnnya dan menyilaukan mata saya, yang masih tertidur pulas dengan kondisi memeluk tas. Perjalanan sudah 1 jam meninggalkan kota Cepu, jika dari jadwal kereta dimana akan tiba di Stasiun Poncol semarang pukul 09.00 pagi. Saya kembali tertidur dan berharap ketika saya bangun sudah tiba di Semarang. 

Setelah beberapa Stasiun yang terlewati  kini mulai memasuki kota Semarang. Kereta yang tadinya melaju kencang kini mulai melambat. Sebenarnya di Semarang ada 2 Stasiun tapi saya memilih turun di Stasiun poncol karena lokasinya yang berdekatan dengan tujuan pertama saya.

Selamat Pagi Semarang
Alhamdulillah setelah melewati 4 jam perjalanan di atas kereta akhirnya tiba juga di tujuan akhir. Ketika tiba  saya langsung mencari toilet, karena kebiasaan di pagi hari. Toiletnya bersih dan harum. Setelah rutinitas wajib terselesaikan saya cuci muka dulu karena sepanjang perjalanan saya hanya tertidur.
Tujuan pertama adalah Kota Lama Semarang, menurut informasi yang saya dapatkan dari mbah google, jika Kota Lama merupakan kota pertama dari semarang,  pada saat Belanda masih menguasai negeri kita seperti Kota Tua di Jakarta. Ada beberapa bangunan yang sudah berwajah usang tetapi masih dipertahankan agar nilai-nilai sejarah masih bisa kita lihat. Sebenarnya Semarang adalah kota yang penuh dengan sejarah jadi kebanyakan tempat yang akan saya kunjungi  adalah tempat-tempat bersejarah.

Sebelum ngebolang dimulai, saya sarapan dulu di warung di depan stasiun tepat di samping gedung Pabrik Rokok Praoe Lajar. Saya memesan nasi campur dengan porsi lebih banyak seharga 9.000 menjadi sumber energi saya untuk hari ini. 

KOTA LAMA SEMARANG
Jangan membayangkan Kota Lama seperti Kota Tua di Jakarta, tak ada tanda-tanda kalau tempat saya sekarang ini adalah kawasan kota lama. Saya hanya berjalan lurus dan menyusuri jalan, tujuan saya adalah Gereja Blenduk. Ya, disini baru mulai terasa karena disampingnya ada taman dan terlihat beberapa orang yang sedang asyik bercengkrama dan sesekali mengambil gambar.

Gereja Blenduk yang berasitektur Eropa
Sebuah Gereja dengan arsitektur Eropa dan beberapa gedung disampingnya juga terlihat tua. Mencoba menikmati perjalananku dengan  mengangap orang yang saya temui adalah teman. saya dapat informasi kalau di sini ada beberapa gedung tua yang sering dijadikan sebagai objek oleh seorang photographer. Memutar balik arah dan menyusuri jalan beraspal dan menjepret setiap sudut gedung. Kurangnya informasi yang saya dapatkan membuat saya tak lama berada di tempat ini. Semoga pemerintah setempat khususnya bagian pariwisata bisa lebih memperhatikan Kota Lama yang menurutku punya potensi wisata jika dikelola dengan baik

Pabrik Rokok Praoe Lajar (Perahu Layar)
Gedung Marba
Kota Lama Semarang
LAWANG SEWU
Perjalanan dilanjutkan ke destinasi selanjutnya, tujuan saya Lawang Sewu. Sebelum berangkat saya selalu sempatkan bertanya untuk dapatkan info yang lebih jelas, dari ibu warung saya dapat info bahwa untuk menuju Lawang Sewu cukup naik bus dan turun di perempatan lampu merah dekat tugu pemuda. 

Lawang Sewu
Lawang sewu adalah salah satu tujuan wisata utama jika berkunjung ke Semarang. Lawang artinya pintu dan Sewu artinya seribu, jadi lawang sewu adalah seribu pintu. Gedung yang penuh dengan sejarah dan cerita mistis. Tiket masuk 10.000,-/orang untuk orang dewasa, dari pos tiket berjalanlah ke arah kanan atau jalur masuk menuju halaman gedung. Ada beberapa gedung dengan label masing-masing, terlihat jelas Lawang Sewu memiliki banyak pintu tetapi jika diperhatikan tidak semuanya pintu melainkan jendela, dan ternyata pintunya tidak cukup1000 tapi memang ada ratusan sih, dicukupkan saja!

Beberap pemandu menawarkan jasanya jika anda membutuhkan informasi lebih detail dengan tempat ini. Pemandu dengan baju batik seragam banyak kita jumpai di halaman gedungdibawah pohon mangga besar. Berhubung saya sendiri, makanya saya harus mencari rombongan untuk bisa share cost. Sambil menunggu, saya mengambil beberapa gambar karena cuaca sangat bersahabat terlihat langit yang membiru dengan balutan awan yang memutih yang membuat saya betah mengambil gambar.

Gedung Lawang Sewu
Beberapa rombongan pun mulai berdatangan tetapi saya masih memilih-milih. Diantara beberapa rombongan, ada 1 rombongan yang terlihat lebih ramah dibanding yang lain. Ada 5 orang yang ternyata mereka dari jakarta, saya pun ikut dengan mereka menyusuri setiap sisi gedung.  Gedungnya ada 3 lantai tetapi ada juga lantai paling  atas, yang katanya dulu dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan dan tempat untuk pos pemantau. Selain itu ada juga ruang bawah tanahnya yang dijadikan sebagai ruang tahanan. Diantara semua lantai, ruang bawah tanah lah yang sangat istimewa tetapi tidak semua orang bisa berkunjung kesana, hanya orang-orang yang berani dan bernyali. 

Ruang bawah tanah lawang sewu yang penuh dengan cerita mistis, dimana  pernah dijadikan sebagai tempat uji nyali di salah satu TV swasta. Konon ceritanya, orang yang ikut uji nyali tersebut mengalami sakit jiwa dan selalu merasa diikuti, dari kejadian itulah kemudian tempat ini dilarang dijadikan sabagai tempat uji nyali.

Jika anda tertarik turun, pengunjung harus membayar lagi 20.000,-/orang untuk penyewaan sepatu boot dan senter. Saya mengiyakan saja ketika pemandu menawarkan untuk turun ke ruang bawah tanah. Sebelum turun kita harus bersihkan niat kalau kunjungan kita hanya untuk melihat bekas-bekas sejarah bukan untuk niat yang lain.

Sebuah tangga kayu menghubungkan kami ke ruang bawah tanah. tempatnya gelap, pengap dan lantainya berair. tak ada titik cahaya yang terlihat ketika kami tiba karena memang sengaja semua alat penerang dimatikan untuk merasakan bagaimana suasana sebenaranya tempat ini. Oiya, ruang bawah tanah ini dulunya dijadikan sebagai tahanan untuk orang-orang pribumi oleh penjajah. Ada banyak sekat-sekat ruangan dan ada juga seperti kolam, konon ceritanya di dalam ruangan yang terdapat kolam dijadikan sebagai penjara jongkok, dimana kolam diisi air kemudian para tahanan dimasukkan kedalam sampai meninggal. Sungguh keji dan kejam.

Ada lagi yang lebih kejam, dimana terdapat sebuah sekat ukuran kecil, namanya penjara berdiri. Para tahanan dimasukkan kedalam hingga sesak kemudin pintunya ditutup dan dibiarkan sampai mereka meninggal. Terbayang gak jika ruangan itu muatnya untuk 5 orang tetapi diisi oleh 10 orang terus pintunya ditutup dan kita didalam mati berdesak-desakan. Itulah yang dirasakan para tahanan dulu. Terdapat juga beberapa ruangan yang sudah ditutup dengan beton, konon ceritanya tempat ini sengaja ditutup permanent karena didalam masih tersimpan bangkai para tahanan.
Jejak sejarah masa lalu di ruangan bawah tanah ini sungguh tidak berperikemanusian, sungguh beruntunglah bagi kita yang hidup di zaman modern ini. sebelum meninggalkan, kukirimkan doa untuk mereka yang meninggal ditempat ini dan berharap mereka diberikan tempat yang terbaik disisi sang pencipta.

Penjara Berdiri
Rombonganku di tempat lokasi uji nyali
Sebelum meninggalkan Lawang sewu, saya sholat dzuhur dulu di musholla yang berada di sudut gedung. Destinasi selanjutnya ke Vihara Sam poo kong. Setelah sholat saya bertemu seorang pemandu wanita, dia sarankan untuk ke MAJT terlebih dahulu karena akses transportasi lebih mudah dibanding ke Sam Poo Kong. Itinerary pun saya berubah dan saya mengikuti sarannya.

MESJID AGUNG JAWA TENGAH (MAJT)
Cuaca Semarang yang panas, membuat saya dehidrasi. Terlihat indomaret di seberang jalan kemudian saya memilih 2 botol pulpy. Istirahat dulu sambil menikmati setiap tegukan pulpy sambil menanyakan jenis angkot yang menuju MAJT. Untuk menuju Mesjid Agung Jawa Tengah, saya harus naik angkot warna merah kemudian turun di Lottemart. Kemudian lanjut lagi naik becak karena angkot agak susah untuk jalur masuk ke MAJT.

Tampak Mesjid Agung Jawa Tengah dari Menara Putar.
Mesjid Agung Jawa Tengah adalah mesjid terbesar di Semarang dan menjadi kebanggaan kota Semarang. Mesjid perpaduan arsitektur Jawa, Arab dan Romawi. Setiap sisi mesjid memiliki arti dan maksud sendiri. Apa saja mari kita simak penjelasannya dari informasi saya dapatkan.

Dibagian depan sebelum masuk kita akan melihat 9 air mancur yang menandakan 9 wali songo, Sembilan orang wali yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Lanjut lagi ada 5 air mancur yang menandakan Lima rukun islam. Menara putar yang tingginya 9.9 meter yang menandakan 99 Asmaul Husna. Setelah kita berjalan mendekati mesjid kita akan melihat bangunan  melingkar mempunyai 25 pilar yang menandakan 25 Nabi/Rasul. Bangunan ini menyerupai coloseum Roma. Tak cukup sampai disini, Terdapat 6 buah payung raksasa yang  menyerupai payung yang ada di Mesjid Nabawi di Arab. Jika mesjid ini sudah bernuasa Arab dan Roma tetapi ciri khas mesjid Jawa tak tetap dipertahankan terlihat dari adanya kubah bersusun menyerupai Mesjid Demak dan Mesjid Kudus.

Sungguh berutung rasanya saya bisa berkunjung. Tak ayal saya tak menyia-nyiakan kedatanganku, saya memilih naik di menara putar lebih dulu dimana dari atas kita bisa melihat Mesji Agung Jawa Tengah dari atas dan tentunya Kota Semarang. Sebelum naik kita membeli tiket masuk 5.000,-/orang kemudian naik lewat scalator. Selang beberapa menit saya sudah berada di lantai paling atas. Hembusan angin sangat terasa karena hanya dibatasi trali besi yang sengaja dibuka sehingga angin bisa leluasa masuk.

Ada banyak pengunjung sudah berada diatas. Terdapat juga teropong yang bisa digunakan untuk melihat Kota Semarang dari dekat, tentunya harus dimasukkan koin pecahan 1000 sebelum digunakan. Saya memilih selojoran dan sempat tertidur juga, namun berhubung waktu sholat ashar sebentar lagi, saya pun turun menuju mesjid. Oiya sebelum turun saya sempatkan dulu berkunjung ke museum yang ada di lantai 3 dan 4. Sejarah Islam di tanah jawa dan proses pembangunan mesjid bisa kita dapatkan disini.

Dibalik kemegahan Mesjid Agung Jawa Tengah, ternyata punya kekurangan juga dari segi kebersihan. Tempat wudhu dan toilet yang pengap dan sedikit berbau tampaknya kurang diperhatikan, terlebih lagi ketika saya hendak berwudhu air yang keluar dari kerang warnanya sangat keruh. Saya sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Jawaban yang saya dapatkan dari salah satu petugas bahwa kurangnya air karena  musim kemarau. Apapun alasannya, semoga ini bisa lebih diperhatikan untuk kenyamanan jemaah.

Halaman Mesjid dengan payung raksasa
Bangunan Pilar yang menyerupai Coloseum Roma

Koleksi Al Qur'an dengan Ukuran 145 cm dan 95 cm

Eksis dulu sebagai bukti kunjunganku

SIMPANG LIMA SEMARANG
Sebenaranya tujuan awal saya ke Sam Poo Kong tetapi jadwal kunjungan disana hanya sampai jam 3 sore, maka dengan berat hati saya tak bisa kesana. Hari sudah mulai sore, saya lebih memilih turun di kawasan Simpang Lima Semarang.

Simpang Lima Semarang merupakan pusat ibukota semarang, memang benar kalau disini terdapat 5 persimpangan. Terdapat juga lapangan besar dengan pasilitas olahraga untuk warga Semarang atau lebih dikenal dengan alun alun. Sepanjang jalan ada banyak warung kuliner dan juga terdapat mall. 
Sore hari di Simpang Lima sangat ramai dikunjungi oleh beberapa pengunjung, banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini seperti naik sepeda, Atv, olahraga dan kegiatan lainnya.

Menikmati senja hari dengan wisata kuliner kota semarang. Datang ke suatu tempat tanpa menikmati kuliner khas adalah sesuatu hal yang wajib. Pilihannya pun jatuh ke soto semarang, sotonya agak mirip soto lamongan dimana nasinya sudah dicampur kedalam. Makanku sangat lahap hingga soto semarang hanya hitungan menit sudah habis. Seperti kata pak bondang, Manyooosss. wuenak tenang.

Simpang Lima di kala senja
Hidangan 1 porsi Soto Semarang
Pengeluaran Hari Pertama
  • Tiket Kereta                                                : Rp. 28.000,-
  • Nasi Campur                                               : Rp. 10.000,-
  • Bus Kota lama - Lawang Sewu                    : Rp.  4.000,-
  • Tiket Lawang Sewu                                      : Rp. 10.000,-
  • Penyewaan Sepatu + Guide                          : Rp. 30.000,-
  • Pulpy 2 botol + Roti                                     : Rp.15.000,-
  • Angkot Lawang Sewu -  MAJT                    : Rp.14 .000,-
  • Tiket Menara Putar                                       : Rp.  5.000,-
  • Angkot MAJT - Simpang Lima                     : Rp. 14.000
  • Soto Semarang                                             : Rp. 10.000,- 
  • TOTAL                                                       : Rp. 140.000,-

Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

42 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Jelajah Sejarah Istana Air Tamansari Jogjakarta

Saturday, December 14, 2013 muhammad akbar 22 Comments

Hari ini hari minggu tepatnya 28 oktober 2013 atau hari terakhir kunjungan saya di Jogja. Saya masih mengumpulkan puing-puing semangat dan tenaga di atas tempat tidur yang membuat saya terlelap sejak semalam. Hawa panas di Candi Borobudur, aroma ketenangan di Kalisuci dan dinginnya malam Jogja di alun-alun membuat tenaga saya sedikit terkuras. Aktivitas yang begitu padat sejak kemarin membuat saya malas beranjak. Ajakan teman untuk ikut sunmor (sunday morning) di UGM saya tolak dan lebih memilih stay di kamar.

Sebelum berkunjung ke Jogja ada satu keinginan terpendam dimana saya ingin berkunjung Mesjid bawah tanah yang ada di Tamansari. Tayangan nekad traveller di salah tv swasta yang mana Nila tanzil dan Gofar sewaktu di Jogja sempat berkunjung ke Mesjid bawah tanah dan seketika juga saya mengucap janji dalam hati, jika suatu saat saya berkunjung ke Jogja, saya harus kesana.
 
Sebelum check out dari hotel, saya mengajak beberapa teman tapi ternyata tak ada yang tertarik dengan ajakanku. Berjalan keluar dari hotel sambil memikirkan jenis transportasi apa yang paling efektif dan tentunya murah ke Tamansari. Terlihat deretan becak terparkir depan hotel seketika ide cemerlang pun muncul, kenapa tidak saya carter becak saja, pikirku.  Mendekati pak tua yang berdiri disamping becaknya.

" Pak, kalau ke Taman sari berapa yah " tanyaku secara halus dan sopan

" Diantar saja atau ditungu, mas " Jawabnya sambil berharap

" Ditungguin pak, pulang pergi " jawabku secara spontan

" oh begitu yah mas, 50.000 ribu saja " pintanya secara spontan juga dan berharap saya setuju.

Setelah terjadi proses tawar menawar, tapi ujung-ujungnya saya mengalah juga. Saya pun deal dengan tawarannya. sebuah becak dengan penggerak ganda mengantarkan saya menuju Tamansari. Melewati kawasan malioboro dan melintasi depan kraton jogja, hari ini lalu lintas agak lowong yang terlihat hanya becak dan beberapa orang berjalan. Tak terasa saya sudah tiba di Tamansari.

Sebelum masuk jangan lupa beli tiket di loket, karcisnya 5.000/orang. Setelah itu berikan tiketnya di petugas penjaga di gerbang masuk, disini banyak yang nawarin jasa guide tapi saya hanya berjalan dan mengabaikannya. Setelah masuk kita akan melihat sebuah kolam, ternyata inilah salah satu daya tarik pengunjung datang kesini.

Ukiran Gerbang Masuk Tamansari
Denah Tamansari  (culturaldestination.blogspot.com)
" Istana Air Taman Sari adalah suatu kompleks istana yang sebenarnya terdiri dari beberapa bangunan (tidak semua bangunan ini berada di dalam air) dan lokasinya masih di dalam lingkungan Keraton Ngayogyakarta. Taman Sari - Yogyakarta yang tidak hanya sekedar Taman tempat rekreasi keluarga kerajaan pada zaman itu, namun mempunyai berbagai fungsi diantaranya sebagai Camouflage area terhadap musuh-musuhnya, dan merupakan suatu sistem benteng pertahanan, selain itu juga sebagai tempat meditasi bagi Raja, tempat membuat batik yang dilakukan oleh selir-selir Raja dan putri-putri Raja, tempat berlatih kemiliteran bagi tentara kerajaan dan masih ada lagi " (Sumber : wikipedia)

Berhubung saya agak kesulitan untuk dapatkan informasi detail tentang sejarah Tamansari, akhirnya ketemu guide, namanya saya lupa tapi orangnya baik banget, menguasai bahasa asing dan lebih penting dia juga tau spot-spot untuk ambil gambar.
Beliau menjelaskan secara terperinci, sekedar untuk diketahui bahwa tempat ini dijadikan sebagai sarana rekreasi bagi sultan dan keluarganya. Terlihat sebuah menara tinggi, dari situlah sultan melemparkan bunga kepada istri-istrinya yang sedang mandi di kolam. Istri yang beruntung dengan mendapatkan bunga tersebut maka dia terpilih akan menemani malamnya sultan. Istri yang terpilih akan pindah di kolam sebelah dan mandi bersama dengan sultan. informasi itu yang saya dapatkan dari guide. Kunjungan saya kali ini tidak beruntung, karena kolamnya lagi mengering karena lagi proses pembersihan. sungguh sangat disayangkan padahal ini hari minggu, kenapa harus dikuras diwaktu high season. tak apalah, ambil hikmahnya saja.

Menara dan Kolam Pemandian Istri Sultan

Kolam Pemandian Untuk Anak-anaknya
Sekarang lanjut menuju mesjid bawah tanah, mengikuti langkah kaki si bapak sambil menjelaskan setiap apapun yang saya tanyakan bahkan hal-hal yang saya tidak tanyakan pun dia jelaskan juga. Tamansari sekarang sudah menyatu dengan pemukiman tapi yang tinggal disini adalah abdi dalam, dimana orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk sultan. Menurutnya menjadi seorang abdi dalam adalah suatu kebanggan mereka, mengabdikan diri tanpa mengharap adanya imbalan, tapi seorang sultan tetap memberikan imbalan tapi tidak punya nilai yang ditentukan atau seikhlasnya saja.

Tak terasa tiba di kawasan mesjid bawah tanah, terlihat dari luar hanya seperti gedung tua biasa. saya pun melangkah turun melewati tangga sambil mengikuti bapak tadi. Mesjid bawah tanah ada dua lantai, lantai 1 untuk para lelaki dan lantai 2 untuk para perempuan. Terdapat tangga penghubung dibagian tengah dan dibawah tangga itu terdapat tempat wudhu. Ada lagi yang penting untuk diketahui bahwa orang dulu tidak menggunakan pengeras suara, tapi mereka lebih cerdas dimana bangunannya ini akan menggemakan suara kita, jadi kita dapat mendengar suara orang di ujung begitupun sebaliknya

Lorong Masuk Mesjid Bawah Tanah
Tangga penghubung ke Lantai 2 (abaikan yang baju merah)
Kondisi Lorong Lantai Wawah Tanah
Sekarang lanjut ke Istana air, tapi istana air sudah tak terawat. Atapnya tidak menggunakan sebuah rangka, hanya susunan beton yang melengkung dan membentuk sebuah atap tapi kekuatannya tak perlu diragukan lagi. Gedungnya sudah banyak yang runtuh bahkan waktu tragedi gempa Jogja beberapa tahun silam, ada beberapa bagian gedung runtuh dan menimpa sebuah rumah sekitaran istana. Semakin tua semakin diminati, mungkin seperti itulah kata yang tepat untuk istana air. Banyak penggila photography sering berkunjung kesini, terbukti sewaktu saya disana, terlihat dua orang wanita cantik diberondong kamera oleh para photographer.


Berhubung waktu kunjungan saya terbatas karena memang harus kembali ke hotel sebelum jam 11 jadinya waktu kunjungan saya terbatas, sebelum balik si bapak tadi juga mengajak saya ke galeri batiknya. Beliau menjelaskan ciri khas batik jogja dan memperlihatkan hasil karya dari galerinya. Sungguh luar biasa kreatifitasnya, saya tak bisa membayangkan bagaiamana proses pembuatannya hingga bisa menjadi sebuah karya seni lukis yang luar biasa.

Istana Air Tamansari
Lukisan tangan di Galeri Butik Tamansari
Sebelum balik saya mengucapkan rasa terima kasih atas pelayanan dan mengantar saya mengelilingi Tamansari. oiya, untuk guide jangan lupa berikan uang terima kasih. Sebenaranya tak ada nilai nominal yang ditentukan, semuanya tergantung dari keiklhasan pengunjung.

Perjalanan yang mengajarakan saya sebuah sejarah masa lalu Jogjakarta. Berhubung kunjungan saya kali ini yang kurang beruntung karena kolam sedang dalam proses dibersihkan, maka akan saya jadikan alasan untuk berkunjung lagi ke Jogja dan berkunjung kembali ke Tamansari. 

Lets Travel to experience the beauty of indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

22 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Menyusuri Sungai Dalam Gua, Cavetubing Kalisuci Jogjakarta

Monday, December 09, 2013 muhammad akbar 17 Comments

Kalisuci adalah destinasi dadakan saya di Jogja. Setelah pulang dari Candi Borobudur terlintas di pikiran untuk mencari tempat yang adem dan bisa main air. Hawa panas yang membuat saya gerah dan keringatan selama di Candi Borobudur. Setelah googling, saya menemukan web yang merekomendasikan 7 tempat yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Jogja, dan Cavetubing Kalisuci termasuk di tujuh tempat yang tadi disebutkan. Semua informasi saya cari secara detail dan ternyata lokasinya berada di kawasan Gunung Kidul. Menurut info yang saya dapatkan bahwa perjalanan Jogja - Gunung Kidul ditempuh sekitar 1 jam, dan parahnya angkutan umum agak susah. 

Oiya, kalian tau gak CaveTubing? Jika diartikan dari namanya, Cave artinya goa dan tubing dari kata tube yang artinya pipa, dan pipa bentuknya bundar. Penjelasan yang terlalu panjang, intinya begini CaveTubing itu menyusuri goa dengan menggunakan ban atau biasa disebut bodyrafting. Masih belum tau?? sabar yah..saya juga sedang mikir bagaimana cara jelaskannya. Untuk yang sudah mengerti harap diam saja dan yang belum mengerti harap di mengerti saja. Bingung yah.. saya juga bingung. Jika masih belum mengerti klik disini

Daripada bahas yang tidak jelas, mari kembali ke cerita awal. Informasi sudah lengkap dan saya sudah deal dengan sopir mobil rental. Masalahnya personil masih kurang, sebenarnya ide dadakan ini dibantu juga oleh Guna, teman kerja saya yang punya hobby ngebolang juga. 

Hati saya sedikit gelisah, bukan karena saya diputusin pacar tapi jadwal yang tadinya kami harus tiba di Jogja pukul 13.00 malah molor,  alhasil sopir yang sudah deal  mempertanyakan keseriusan saya rental mobilnya. Saya berusaha menjelaskan kalau perjalanan Magelang - Jogja macet. Sepanjang jalan saya berdoa agar bus yang saya tumpangi cepat tiba di Jogja. Masalah lain yang muncul, personil yang mau joint masih kurang. Saya melancarkan aksi dengan mendatangi setiap teman,  siapa yang mau ikut ke CaveTubing.

" Apa itu, Dimana itu, Kapan Berangkat, Berapa di bayar ?" hampir semua orang responnya seperti ini.

" Nda bisaka, ada jadwalku ? " sebagian juga menjawab seperti ini

Bukan akbar namanya jika proyek ini harus gagal, dengan ide cemerlang saya mencari di youtube video tentang Cavetubing Kalisuci. Semua pertanyaan yang muncul hanya saya jawab dengan memperlihatkan videonya, setelah lihat videonya cukup jawab mau ikut atau tidak. Alhamdulillah, ide ini berjalan sukses dan terpilihlah delapan orang. Siapa saja mereka? Ada Udin, Paris, Edi, Yadi, Erick, Apal dan kami berdua.

Setelah tiba di Jogja pukul 14.30 dan check-in di Hotal Grand Zuri Malioboro.

" Teman-teman  jangan lama yah, cukup simpan barang saja di kamar kemudian turun " Pintaku 

Mobil yang akan mengantar kami sudah menunggu di area parkiran hote tapi beberapa dari teman ternyata sedikit terlambat dan membuat saya tak sabaran. Mungkin mereka sedang asyik menikmati kamarnya. Siapa sih tidak ingin berlama-lama dikamar, tadi saja saya setelah check-in dan diberikan kunci oleh salah satu resepsionisnya yang cantik. Ketika pintu terbuka, aura kenyamanan di dalam kamar begitu nyaman. Hasrat hati untuk istirahat saya urungkan karena sudah buat janji untuk tidak berlama-lama dikamar.

Kamar Lantai 6
Setelah terkumpul, kami pun meninggalkan hotel menuju Kalisuci yang terletak di kawasan Gunung Kidul. sebelum tiba terlebih dahulu kami singgah di Indomaret membeli minuman dan beberapa cemilan. Perjalanan kemudian dilanjutkan, kondisi jalan yang menanjak karena memang lokasinya berada lebih tinggi daripada kota Jogja. Tak lama berselang kami sudah tiba di lokasi CaveTubing Kalisuci. 

Kedatangan kami sebenarnya sedikit terlambat dan bukan waktu yang tepat menjelajahi Kalisuci di saat hari sudah sore. Cahaya matahari di kala sore mulai redup sehingga pancaran matahari yang menembus gua kurang. Saya pun menghadap di bagian penerimaan dan melaporkan jumlah personil. Terlihat beberapa orang sudah selesai dan beres-beres mau pulang sedangkan kami baru saja datang. Instruktur pun menyanyankan kedatangan kami yang terlambat tapi kami sudah siap terimo resiko itu.

Sebelum turun terlebih dahulu kami harus memakai alat pelindung seperti helm, life jacket dan pelindung lutut dan siku. Kemudian turun berjalan menuju hulu sungai dengan membawa ban masing-masing. Perjalanan turun dengan langkah yang cepat takut hari semakin gelap. Tak lama berjalan kami sudah berada di hulu gua, terlihat air yang jernih dan pemandangan sekeliling goa yang ditumbuhi pohon-pohon yang menghijau seakan membawa saya berada disuatu tempat yang sangat indah. Tempat ini sangan tentram dan damai. Semoga saja tempat ini akan terus seperti ini walaupun pengunjung semakin hari akan bertambah tapi kesadaran kita menjaga alam tetap ada. Sebagai pengunjung kita harus menjaga ekosistem alam.

Sebenarnya saya urungkan niat untuk menulis pengalaman berkunjung saya ini, mungkin masih jelas ingatan kita tentang goa pindul. Beberapa bulan yang lalu tepatnya di Gua pindul yang masih satu kawasan dengan Gua Kalisuci dimana terlihat pengunjung yang membludak dan katanya Gua pindul rusak dan kotor. Banyak pendapat pun muncul dan saling menyalahkan, Bahkan ada yang menyalahkan para travel blogger yang selalu menulis terlalu menonjolkan sisi keindahan jadi orang yang membacanya tertarik untuk mendatanginya. Saya tidak ingin berkomentar lebih siapa yang harus disalahkan, intinya kembali kepada diri kita sendiri bagaimana mencintai alam dan tidak mengotorinya.

Personil sudah siap beraksi
Melingkar Membentuk Formasi
Ada tiga orang sebagai instruktur yang mendampingi kami selama menyusuri sungai dalam Gua Kalisuci. Ketika kami berada di dalam gua para instruktur menjelaskan secara detail tentang Gua Kalisuci baik dari sejarahnya dan bagaimana cara menjaga agar ekosistem tetap terjaga. Menyusuri sungai dengan ban dalam formasi beriringan selama 2 jam membuat waktu tak terasa hingga kami sudah tiba di penghujung sungai.

Untuk lebih detail seperti apa perjalanan kami selama menyusuri keindahan goa Kalisuci, sebuah video amatiran yang sempat kami rekam.


CAVETUBING KALISUCI
" Menjelajahi eksotisme gua-gua karst tak pernah semudah
 di cave tubing kalisuci. Datang dan rasakan sensasinya"
Alamat :  Pacarejo, Semanu Jogja.
Cp:  087738794513,  08174122826, 087839740730
Pin BB 25C17D57
Email : [email protected]
Web : http://kalisucicavetubing.blogspot.com
FB : Kalisuci Cave Tubing
Twitter : @KalisuciCaveTub


17 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Mahakarya Indonesia Yang Kini Jadi Warisan Dunia, Candi Borobudur

Friday, December 06, 2013 muhammad akbar 15 Comments

CANDI BOROBUDUR
Mendengar Candi Borobudur seketika saya kembali duduk di bangku sekolah dasar yang sedang belajar IPS. Candi Borobudur adalah salah satu tujuh keajaiban dunia dan merupakan candi budha terbesar kedua  setelah Candi Angkor Wat di Cambodia. Mimpi berkunjung ke Candi Borobudur mungkin hanyalah sebatas mimpi yang sulit terwujud. Tinggal di pedalaman Sulawesi Selatan yang untuk ke Candi Borobudur harus menyebrangi lautan yang luas, sedikit harapan terbersit sedikitpun tak ada. Untungnya saya memiliki seorang guru yang selalu menyuruh anak didiknya untuk selalu bermimpi, beliau percaya jika kita punya mimpi maka itu adalah sebuah doa. Percayalah bahwa doa  akan terkabul. Apa yang diucapkan benar adanya kini saya telah berkunjung di Candi Borobudur. 
Sabtu, 26 Oktober 2013
Matahari pagi Jogjakarta menyambut bus yang saya tumpangi, suasana sepi sepanjang perjalanan kini mulai  ramai dengan memasuki kota Jogja. Bus melaju dan perlahan meninggalkan kota menuju Magelang. Pemandangan dari balik jendela kini berubah dengan pemandangan persawahan yang menghijau. Jogja - Magelang memang ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Tak terasa bus sudah memasuki kawasan Candi Borobudur namun saya belum melihat sedikitpun seperti apa Candi Borobudur.

Kunjungan ke Candi Borobudur merupakan program liburan bersama dengan teman kerja yang sekarang ini lagi mengeyam pendidikan di Cepu. Ini adalah yang kedua dimana sebelumnya kami juga berkunjung ke Malang. Akomodasi, konsumsi dan Transportasi semua ditanggung pihak penyelenggara alias gratis.

Berkumpul di halaman pintu masuk sambil menunggu tiket. Setelah tiket dibagikan, kami memisahkan diri dari kelompok besar membentuk kelompok kecil. Dari pintu tiket ke halaman Candi Borobudur masih perlu berjalan ratusan meter. Sebelum naik ke Candi Borobudur terlebih dahulu pengunjung harus memakai sebuah kain batik yang dilingkarkan ke pinggang sebagai bentuk penghormatan.

Halaman depan Candi Borobudur


Tangga yang terbuat dari batu sudah tersusun dengan rapi sudah siap mengantar sampai di puncak atas. Jika terlihat sepintas ini akan terlihat mudah tapi jangan salah, saya ngos-ngosan untuk sampai keatas. Tipe tangga yang beda dan sedikit berdiri membuat saya harus lebih kuat dari sebelumnya.

Candi Borobudur adalah sebuah mahakarya Indonesia yang kini telah menjadi warisan dunia. Candi Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Bukan hanya wisatawan domestik yang berdatangan tapi dari mancanegara juga banyak terlihat berseliweran di setiap sudut Candi Borobudur. Hari itu terlihat banyak anak sekolahan. Ada satu aktifitas yang membuat saya diam sejenak kemudian memperhatikannya. Anak-anak sekolahan yang datang ke Candi Borobudur ternyata punya tugas dari gurunya, dimana tugasnya mewawancarai bule' dengan beberapa pertanyaan. Saya dibuat kagum dengan usaha adik-adik ini, masih kecil sudah bisa berbahasa inggris walaupun belum terlalu lancar tapi setidaknya mereka sudah dikenalkan dari kecil. Semoga saja ini bukan budaya kapitalis yang belajar budaya barat tapi meninggalkan atau tidak mengetahui budayanya sendiri

Siswa SD yang sedang mewawancarai bule'
Susunan batu yang tersusun sehingga membentuk sebuah candi Borobudur membuat saya menghela nafas dan kagum akan orang-orang terdahulu dengan semangat dan kerja keras mereka sehingga bisa menghasilkan sebuah mahakarya yang saat ini kita bisa saksikan. Belum lagi dengan ukiran di beberapa dinding menandakan jiwa seni dan kreatifitas orang terdahulu tak kalah hebatnya.

Ukiran Batu di Sepanjang Dinding Candi Borobudur
Ada Jalan disetiap Lantainya
Archa Buddha Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur
Diatas puncak Candi Borobudur saya bisa melihat pegunungan yang berderetan dan Magelang dari kejauhan. Matahari mulai meninggi seketika juga panasnya sudah tak bersahabat membuat saya tak lama di puncak candi. Mengambil beberapa gambar dengan kamera yang saya bawa sudah cukup untuk mengabadikan moment pada saat itu. Melangkahkan kaki turun secepat mungkin melewati tangga yang sedikit curam. Saya berlari menuju tempat duduk yang ada di halaman Candi Borobudur tepat di bawah sebuah pohon besar. Dari sini saya bisa melihat kemegahan Candi Borobudur yang begitu luar biasa.
 
Terlihat beberapa teman saya juga sudah mulai turun, mungkin alasan panas juga membuat mereka turun. Sebenarnya waktu kunjungan paling baik di saat pagi hari atau sore hari sedangkan kami datang di waktu yang tidak tepat. Jangan khawatir, disini tersedia jasa penyewaan payung, itu terlihat beberapa dari pengunjung memakai payung. Sebelum kami pulang, saya mengajak beberapa teman untuk berfoto bersama.
 
Foto bersama dengan gaya yang sedikit lucu.
Let's travel to experience the beauty of Indonesia
@Indonesianholic
www.indonesianholic.com

15 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh