Gowes di Sungai Bengawan Solo

Tuesday, March 26, 2013 muhammad akbar 2 Comments

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di pulau Jawa. Sungai yang memisahkan Jawa tengah (Cepu) dan Jawa timur (Bojonegoro). Menurut masyarakaat setempat kata Bengawan mengartikan sungai yang besar.

Perjalanan ini terjadi  tahun lalu (2012). Saya ditempatkan di Cepu untuk mengikuti pelatihan LNG Fundamental di STEM AKAMIGAS selama 4 bulan (April - Agustus). Aktivitas yang begitu padat setiap minggunya membuat saya memilih kesibukan bersepeda di hari libur. Tidak ada aktivitas liburan yang menarik di daerah Cepu, sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan hanya ada Indomaret dan Alfamart yang terkesan pusat perbelanjaan. Salah satu makanan khas kota Cepu adalah eggroll, makanan ringan bentuknya seperti astor namun rasanya agak berbeda. Cita rasa yang disajikan seperti Vanila,Pandan,Cokelat dan rasa lainnya.

Gowes Keliling Cepu 
Setiap Minggu biasanya saya dan teman - teman melakukan gowes keliling Cepu. Gowes merupakan olahraga bersepeda dimana selain liburan juga kita berolahraga. Di suatu minggu pagi kami hendak mengelilingi Cepu dengan bersepeda. kami pun start dari  asrama. saya mengayuh sepeda menuju daerah Kasiman, dimana dikenal sebagai pengrajin kayu. Masyarakaat Kasiman terkenal dengan kerajinan kayunya, disini terdapat ukiran berbagai jenis dari harga ribuan sampai jutaan. Sepanjang perjalanan juga saya dapat menikmati indahnya pemandangan sawah yang terhampar luas, mengingatkan saya akan kampung halaman di Sidrap. Pada saat itu sawah masih hijau-hijauhnya dengan balutan sinar matahari yang membuat saya merasa rugi jika tidak singgah untuk menikmatinya.



Hamparan sawah di Desa Kasiman

Setelah puas menikmati indahnya udara pagi di pematang sawah, kami melanjutkan mengayuh sepeda menuju tempat penyebrangan sungai Bengawan Solo. Disinilah saya akan mencoba gowes mengarungi luasnya Sungai. Penduduk Desa Kasiman memamfaatkan jasa penyebrangan menuju kota Bojonegoro sebagai jalur alternatif untuk lebih mempersingkat waktu daripada melewati Kota Cepu yang harus menempuh waktu lagi. Namun jasa penyebrangan ini beroperasi dikala air sungai tidak deras.

Setalah melalui proses tawar menawar dengan sang nahkoda, akhirnya saya dan teman-teman dapat menyebrang dengan biaya Rp. 2000,-/ orang. Penyebrangan hanya akan dilakukan sekali berhubung berat maksimun sepeda masih bisa ditanggulangi oleh perahu. Semua sepeda telah dinaikkan dan diatur rapi, kini kami siap mengarunginya walaupun dengan perasaan sedikit takut.


Kapal Penyebrangan Kasiman -Bojonegoro

Alhamdulillah setelah Gowes di atas perahu sekitar 10 menit, akhirnya kami sampai di tepi sebelah dan siap melanjutkan perjalanan menuju Bojonegoro. Matahari sudah membumbung tinggi cuaca mulai menusuk dengan panasnya. Setelah berpuas diri dengan bersepeda kami pun akan kembali ke asrama. Perjalanan akan menyebrangi sungai,tapi kali ini melewati Jembatan Sungai Bengawan Solo.



2 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar

Jelajah Bumi Borneo

Thursday, March 21, 2013 muhammad akbar 7 Comments

Pulau kalimantan juga dikenal dengan nama Borneo. Salah satu pulau terbesar pulau di indonesia. Pulau yang terkenal dengan hutan yang luas dan hasil tambang yang berlimpah. Pulau Kalimantan merupakan penghasil oksigen terbesar dan dikenal sebagai sumber paru-paru dunia.

Perjalanan ini akan menceritakan Jelajah di bumi Borneo dan mengikuti kegiatan Temu Bakti Forum Komunikasi KSR PMI Unit Perguruan Tinggi se- Indonesia VI di Samarinda Kaltim. saya tergabung dengan kontingen Sulawesi Selatan. Kami sepakat akan menuju Kaltim via Kapal laut berhubung peserta yang begitu banyak. Naik kapal merupakan hal pertama kali bagi saya pribadi. Ini akan menjadi perjalanan yang menarik. saya meninggalkan pelabuhan Makassar sekitar jam 12 malam, karena terjadi delay. Jarak Makassar- Samrinda sebenarnya sangat dekat hanya dipisahkan oleh laut (peta) namun jarak sebenarnya cukup jauh.
Menuju Samrinda, kami harus menuju Balikpapan terlebih dahulu dengan tempuh 24 jam.Semua akses menuju Samarinda terpusat di Balikpapan, bukan hanya Pelabuhan tapi Bandara pun begitu. Saya jadi heran, Samarinda yang jelas-jelas ibu kota provinsi, namun untuk akses transportasi terpusat di Balikpapan. saya tiba di Pelabuhan Balikpapan Sekitar Jam 3 pagi. Selanjutnya menuju samarinda ditempuh dengan Bus dengan jarak tempuh 2-3 jam. Saya tak menikmati perjalan karena masih subuh, namun saya bisa merasakan jalanan yang berbelok-belok dan berbukit. Alhamdulillah tiba di Samarinda sekitar jam 6 pagi disambut dengan matahari pagi.



Bismillah
Seperti sebelumnya, saya di samarinda akan mengikuti kegiatan TEMBAK VI (tujuan utama) dan jelajah borneo (tujuan utama juga). Saya dan kontingen Sulsel terdaftar sebagai peserta dan tergabung dengan kontingen Provinsi lain yang begitu banyak. Seingat saya peserta kurang lebih 250 dari KSR UPT se Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi,membahas dan memilih. Semua kegiatan berlangsung 4 hari. Memutuskan Bengkulu sebagai tuan rumah TEMBAK VII dan memilih bang asep dari Jabar sebagai Koord FORKOM.

Forum TEMBAK VI Samarinda

Setelah kegiatan Forum, tiba saatnya jalan-jalan yang masuk dalam rangkaian kegiatan yang telah diatur olah panitia (KSR PMI Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda).
Hari pertama kami mengunjungi Tenggarong Kutai Kartanegara. Jarak Samarinda - Kutai lumayan jauh namun rasa bosan terbayarkan oleh pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. saya semakin percaya kalau Indonesia itu indah. Kutai yang terkenal dengan dengan sejarah masa lalunya. Rombongan akan diterima di kediaman Pemerintah setempat setelah itu berkunjung ke Museum Mulawarman. tempat yang menyimpan sejarah Kutai dan beberapa koleksi-koleksi langkah. Setelah itu saya dapat melihat langsung Jembatan kebanggaan masyarakaat Kutai (sebelum runtuh) dan stadion sepakbola yang megah yang menandakan Kutai sebagai salah kota terkaya di Indonesia. 

Jembatan kebanggan Kutai Kartanegara

 Simbol Kota Kutai

Hari selanjutnya, saya dan peserta lainnya mengunjungi kota Bontang, yang merupakan kota terkaya di indonesia dengan limpahan sumber daya alam.
Meninggalkan Samarinda di pagi hari menuju kota Bontang. Perjalanan menempuh sekitar 3 jam. Tempat yang akan kami datangi adalah PT. BADAK NGL, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan gas, yang menghasilkan LNG, LPG dan Kondensat. Memasuki area kilang tidak semudah yang dibayangkan. Kami harus melewati beberapa pintu, karena memang area ini tertutup untuk area umum.
Setelah tiba di sebuah gedung, kami disambut direksi dan memberikan pengarahan tentang PT. BADAK NGL. Setelah menerima pengarahan,kami diberi kesempatan untuk berkeliling area kilang via bus, karena tidak semua orang bisa bersentuhan langsung. Kami hanya bisa menikmati aktivitas kilang dari dalam bus. Setelah berkeliling sekitar 45 menit kami kembali ke gedung sebelumnya untuk acara penutupan.
Meninggalkan lokasi  PT. BADAK NGL, kami menuju kantor walikota Bontang untuk acara perkenalan tentang kota Bontang secara keseluruhan. Kantor Walikota dengan kota Bontang lumayan jauh terpinggirkan dari hiruk pikuk perkotaan. yang menarik dari kota ini saya tidak melihat jalanan yang rusak. Pembangunan yang merata.
Perbatasan kota Bontang

Kantor walikota Bontang

Setelah kegiatan jalan - jalan selesai hari berikutnya adalah penutupan. Sebelum penutupan kami mengunjungi pusat oleh-oleh kota samarinda. Banyak khas kota samarinda seperti baju, gantungan kunci, tas, mandau, dan jangan lupa beli kerupuk amplang. tidak sah jadinya kalau ke kota samrinda jika tidak membeli kerupuk amplang. Seperti halnya dengan sungai mahakam." sekali minum air mahakan, maka akan kembali ke kota samarinda" kata penduduk setempat. tapi kalau dipikir secara akal sehat, siapa juga yang bisa meminum air sungai mahakam yang warnanya kecoklatan.  
Hari penutupan tiba, seluruh rangkaian kegiatan akan berakhir. Perjalanan yang mempertemukan saya banyak relawan PMI se Indonesia. Inilah suka duka ikut kegiatan, dimana akan sulit untuk mengucapkan kata perpisahan. 
Sampai ketemu kembali..
kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang boleh kita berjumpa lagi.
-TEMBAK VI SAMARINDA-
Keluarga Besar TEMBAK VI SAMARINDA

7 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar

BALI - LOMBOK Part 2

Tuesday, March 12, 2013 muhammad akbar 12 Comments

Perjalanan ini masih lanjutan dari Bali - Lombok part 1. Cerita perjalanan ini berlanjut setelah menikmati liburan di pulau dewata. Skenario tambahan dari rangkaian Pelatihan yang akan saya ikuti di Mataram. Setelah 2 hari di Bali, tiba saatnya kami meninggalkan Bali dengan sejuta kenangan.

Matahari terbit menyinsing di ufuk timur, kami pun bergegas dan siap meninggalkan Markas KSR IHDN menuju Pelabuhan. Teman setia dari Bali yang 2 hari ini menemani akan mengantar kami ke pelabuhan. Sebelum menuju Pelabuhan kami menyempatkan mengunjungi Pasar Sukowati, dimana disini meruapakan pusat oleh-oleh Bali. Gantungan kunci, baju, sandal, tas, dan masih banya lagi tersedia tergantung dari keuangan. Jika ingin membeli semua maka keuangan anda juga harus siap merogoh kocek. Dilain sisi penjual sangat ramah dan menawarkan harga yang murah, membuat saya berpikir untuk terus membeli. 


 Pasar Seni, Sukawati Gianyar

Setelah memuaskan diri belanja, kami melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan. perjalanan yang cukup lama namu semuanya sirna melihat keindahan pemandangan desa-desa yang begitu hijau dan tenang. Tanpa terasa, akhirnya kami tiba juga dan membeli tiket di loket. Tiket disini seharga Rp. 30.500,-/orang dengan jasa penybrangan Bali - Lombok via Ferry. 
Bismillah....
Lets Go to Lombok......
  


Pemandangan di atas kapal ferry

Selama perjalanan saya menikmati indahnya lautan yang memisahkan Bali - Lombok. perjalanan yang menempuh jarak tempuh sekitar 5 jam. Diatas kapal kita akan banyak menemui banyak turis asing, ynag hendak menuju pulau lombok. Saya juga merasa beruntung bisa melihat ikan lumba-lumba bermain ditengah lautan seolah memancing kami untuk memandanginya. Tempat yang paling indah itu berada di Dek atas, dimana disini kita bisa bercengkrama dengan turis mancanegara dan juga menghindari hembusan ombak, karena hempasan ombak sangat terasa. setelah melihat Pelabuhan dari kejauhan saya kembali mengingatkan teman untuk siap-siap. Namun setelah bermusyawrah bersama, untuk menuju Kota Mataram, kami berencana minta tumpangan di mobil ekspedisi dengan tujuan mengirit biaya dan menghindari calo' yang menawarkan jasa antar. Seorang bapak sopir ikhlas menerima kami untuk ikut mereka sampai di Kota Mataram, karena jarak dari pelabuhan ke kota msih sangat jauh. Sesampainya di kota kami memberikan uang pembeli rokok sebagai bentuk ucapan terima kasih kami. 

Untuk menuju tempat kegiatan (kampus IAIN Mataram) kami sempat memutuskan untuk mengisi lambung tengah, namun apa hasil kami mendatangi sebuah warung ternyata warung tersebut semua menu adalah Babi. Untungnya kak lheeea menggunakan hijab sehingga pemilik warung tersebut langsung mencegat kami. Alhamdulillah.....
Kami memutuskan untuk langsung menuju tempat kegiatan via Taxi. Akhirnya kami tiba juga di tujuan akhir, setelah perjalanan 2 hari. Panitia menjemput kami dengan keramahan, setelah mendaftar dan mengisi Formulir kami resmi terdaftar sebagai Peserta Pelatihan SARDATNAS II IAIN Mataram
Pelatihan akan berlangsung selama 7 hari dengan materi ruangan dan materi lapangan. Peserta yang hadir 48 orang yang terdiri dari Korps Sukarela PMI Unit Perguruan tinggi Se-Indonesia. Disinilah saya merasakan Keberagaman Indonesia yang menyatukan kami dalam naugan oraganisasi Palang Merah Indonesia.



 Suasana Materi Indoor




Suasana Materi Lapangan di Hutan Sesaot

Setelah kegiatan materi lapangan. Peserta mendapatkan liburan keliling kota Mataram dan sekelilingnya. kami mengunjungi beberapa tempat termasuk Pantai Sengigi. Pantai yang dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya. membuat kami malas beranjak kembali ke mess, menghabiskan waktu samapai senja sambil menikmati indahnya sunset di Pantai Sengigi.




Liburan di Pulau Senggigi

Akhirnya kegiatan Pelatihan yang disisipkan dengan Liburan selesai. Bali - Lombok memberikan saya banyak pengalaman perjalanan dan menambah wawasan saya dalam ilmu pertolongan. Semoga saya dapat mengulang kisah ini di lain waktu.


12 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar

BALI - LOMBOK Part 1

Tuesday, March 12, 2013 muhammad akbar 2 Comments

Bali Lombok adalah salah satu tempat terindah yang ada di Indonesia. Banyak traveler bermimpi kesana termasuk saya salah satunya. Perjalanan ini merupakan perjalanan pendidikan yang diselipkan dengan liburan. Perjalanan yang serba pertama. Pertama kalinya naik pesawat, pertama kalinya keluar dari SulSel dan paling penting pertama kalinya melihat bule berjemur di pantai kuta.

Perjalanan ini sekitar April 2010, Muh.Akbar, Ridha Amalia dan Wahyu (UKM KSR PMI Unit 121 PNUP) diutus untuk mengikuti pelatihan SARDATNAS (SAR Darat nasional) II Mataram, NTB. Dengan penuh inisiatif kami mengharapkan perjalanan ini kami bisa transit di Bali sebelum ke tempat tujuan. Alhamdulillah dengan proses yang panjang, kami mendapatkan tiket pesawat Makassar- Bali dan Mataram - Makassar. Kami berpikir ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan tapi tanpa melupakan tujuan kami untuk mencari ilmu Pertolongan SAR yang nantinya kami akan presentasikan untuk organisasi. Sebelum berangkat, kami sudah membuat itinerary perjalanan dan juga sudah punya teman KSR PMI Bali yang dikenal hanya lewat HP tanpa pernah bertatap muka sebelumnya.

 Bandara Hasanuddin Makassar

Bismillah..Flight to BALI
Welcome to Ngurah Rai International Airport.
Perjalanan Makassar - Bali hanya ditempuh dengan 1 jam via Lion Air. Alhamdulillah kami tiba di Bali pukul 18.00, tidak ada perbedaan waktu antara Makassar dan Bali. Sebelum meninggalkan bandara tak lupa kami mengabadikan dengan camdig. Orang yang ingin menjemput ternyata masih dalam perjalanan, alhasil kami menunggu di luar bandara sekitar 1 jam. Alhamdulillah, akhirnya datang juga dengan 3 motor. Tanpa basa basi kami berkenalan, dan mengantar kami ke Markas KSR IHDN Bali. Disinilah kami akan tinggal selama 2 hari sebelum bertolak ke Mataram.

                                                            Bandara Ngurah Rai Bali

Good Morning Pulau Dewata.
Tanpa Menyia-nyiakan waktu, kami akan menghabiskan waktu disini hanya dengan liburan bukan untuk istirahat. 
 Sanur Beach
                                                    Relawan PMI Bali
                       depan Universitas Mahasaraswati Denpasar

Selain itu juga kami mengunjungi Monumen Bom Bali II. sebauh catatan kelam Bali yang pernah ditimpa musibah. disini terdapat nama-nama korban dan tak lupa saya kirimkan doa agar mereka diterima disisi-Nya.



Bali identik dengan Pantai Kuta. Tidak Afdal kalau ke Bali jika tidak mengunjungi Pantai Kuta. dimana disini saya melihat pertama aklinya bule berjemur. Turis asing sangat ramah dan bersahabat dan tak lupa saya menoreskan tinta tatto pekrja seni Bali. Menikmati Pantai Kuta di waktu senja sangatlah indah, dengan pemandangan Sunset.





  
Pantai Kuta

Setelah Menikmati Sunset Pantai Kuta. Selanjutnya menuju JOGER shop. Brandmark yang sangat terkenal dengan kata-katanya dan hanya dijual di BALI.

 
 Pendiri JOGER Shop 



Malam semakin larut tapi serasa kami masih ingin menikmati suasana malam sekitar pantai Kuta. Mengingat besok pagi kami akan perjalanan panjang menuju Lombok, maka kami kembali ke tempat penginapan. packing untuk persiapan dan menikmati malam terakhir di BaLI. Pagi harinya, Relawan KSR IHDN datang ke markas mereka untuk memberi selamat dan berkenalan dengan mereka. Bangga rasanya, bisa berkenalan dengan mereka. Walaupan kami hanya 2 hari tapi kita serasa keluarga yang sulit untuk berpisah.


Thanks KSR IHDN
See U When I See U
"Bangga bisa bersama Kalian"

2 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar