Beras Basah, Pulau Kecil nan Cantik dari Bontang

Sunday, April 20, 2014 muhammad akbar 29 Comments

Landscape Pulau Beras Basah Bontang
Sejak kedatangan saya di Kota Bontang maret kemarin untuk urusan pekerjaan, perusahaan tempat saya bekerja mengutus ke Bontang untuk OJT On Job Training di perusahaan pengolahan gas LNG. Bontang memang bukan kota tujuan wisata namun tak selamanya kota ini tak memiliki sisi untuk dieksplore. Kesempatan untuk menyambangi kota Bontang tak saya sia siakan untuk menemukan pariwisata baik itu wisata bahari, kuliner, alam dan sejarah. Hari weekend saya memfaatkan betul untuk berlibur karena liburan itu bisa dilakukan dimana saja asal tujuan dari liburan itu tercapai.

Sebelum mengulas liburan saya di Bontang, mari mengenal lebih dekat tentang kota yang akan saya tinggali  satu tahun kedepan. Kota Bontang yang selama ini dikenal sebagai kota Industri. Bontang merupakan salah satu kotamadya di Provinsi Kalimantan Timur, jika dari Balikpapan dapat ditempuh sekitar 6 - 7 jam dengan melintasi kota Samarinda.

Moment weekend itu moment yang paling ditunggu, dimana minggu kemarin 5 April 2014 saya mengunjungi sebuah pulau yang ada di kota Bontang, pulaunya terletak di sebelah timur dari kota industri ini. Untuk menuju Pulau Beras Basah ada dua jalur yakni melalui Pelabuhan Tanjung Laut yang diperuntukan untuk masyarakat umum dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kapal kayu dan Pantai Marina yang merupakan jalur khusus untuk para staf, tamu dan karyawan PT. Badak LNG, jarak tempuh lebih singkat hanya 15 menit dengan speed boat.

Wajib pakai life jacket sebelum naik speedboat
Motor Speedboat membelah lautan
Kami sudah berkumpul di Pantai Marina pukul 10.00, ke Pulau Beras Basah kaminnaik speed boat di dermaga Pantai Marina. Speed boat bisa muat 10 - 15 orang. Hal penting yang perlu diperhartikan sebelum berangkat kami harus memakai life jacket sebagai bagian dari dari safety. Speed boat yang membawa kami melaju kencang membelah laut yang tenang tapi itu tidak menjamin perjalanan lancar, terkadang kami merasa terhempas dan histeris ketika speed boat menabrak ombak. Tepat 15 menit kami sudah mendekat di sebuah pulau kecil dengan menara mercusuar yang menjulang tinggi sebagai tanda Pulau Beras Basah. Saya sudah tak sabar menikmati pulau yang terkenal dengan pasir putih dan airnya yang jernih.

Pulau Beras Basah dulunya dikelola oleh PT. Badak sebagai tempat berlibur para karyawannya, namun tahun kemarin pulau ini sudah diperuntukkan untuk masyarakaat umum. Pulau Beras Basah memiliki luas sekitar 5 ha yang ditumbuhi pohon kelapa mengelilingi pulau nan kecil ini. Pulau Beras Basah, konon ceritanya sebuah kapal dengan muatan beras dari Makassar terhalang ombak besar sebelum tiba di Bontang hingga akhirnya muatannya diturunkan di pulau ini.

Pulau Beras Basah terlihat ramai namun ini tak seramai di hari minggu. Kami mencari tempat untuk menyimpan barang dan sebuah pohon yang cukup rindang menjadi pilihan untuk menggelar tikar diatas pasir sambil istirahat. Saya memilih istirahat sambil menunggu cuaca bersahabat ketika yang lain sudah berlarian menuju pasir putih. Niat awalnya saya datang kesini ingin mengeksplore setiap lekukan pulau ini saya urungkan dulu, selojoran di atas hammock jauh lebih nikmat ketimbang berpanas- panas ria.


Pulau ini dilengkapi beberapa gasebo, arena permainan dan sebuah rumah untuk penjaga pulau. Beberapa dari pengunjung juga lebih memilih mendirikan tenda bulan. Semenjak dibuka untuk umum memang pulau ini menjadikan tujuan wisata favorit, tapi anda harus siapakan uang lebih banyak jika anda seorang yang tak mau repot. Untuk menggunakan kamar mandi harus membeli 1 jeregen air Rp. 5.000,- dan jika ingin menikmati mie gelas di warung dihargai Rp. 20.000,-. Saran saya sebelum kesini hendaknya membawa bekal dan air minum. Pulau ini memang tak mempunya sumur air tawar jadi air tawar diambil dari Bontang menggunakn perahu.

Ketika cuaca bersahabat saya beranjak dari hammock untuk bergabung dengan yang lain. Pulau ini dapat dijelajahi setiap lekukannya hanya dengan berjalan kaki. Setiap sisi pulau ini memiliki keindahan tersendiri namun paling bagus untuk mandi di sebelah utara karena sisi kedalamannya bertahap jadi baik untuk pengunjung. Selain itu anda juga bisa mencoba banana boat untuk keliling pulau. Saya kali ini tidak mencoba apapun, hanya berjalan keliling pulau sambil mengabadikan setiap moment yang ada.

Pasir putihnya yang bersih dan airnya yang jernih menjadi daya tarik para pengunjung. Jembatan kayu yang menjorok ke laut menjadi pemandangan tersendiri.

Liat seperti ini pengennya langsung nyemplung
Pasir Putih Pulau Beras Basah
Deretan kapal nelayan
Eksis dulu sebelum pulang
Foto Bersama
Menghabiskan waktu hampir lima jam di Pulau Beras Basah membuat saya belum puas karena saya tak bisa menikmati senja sambil menunggu moment sunset. Kedatangan kami memang sudah terjadwal kapan datang dan kapan pulangnya tapi itu sudah sangat membuat saya senang bisa menikmati hari libur di pulau kecil nan cantik dari Bontang.
 
Saya masih pengen menikmati indah bawah lautnya dengan snorkling ria dan menikmati indah sunsetnya. Selalu saja ada alasan untuk kembali di setiap tempat saya datangi. 
 
Menunggu speed boat yang akan mengantar kami pulang
Let's Travel to Experience the Beauty of Indonesia
Follow twitter @indonesianholic

29 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Foto : Wajah Baru Muara Sungai Jeneberang

Sunday, April 13, 2014 muhammad akbar 5 Comments

Muara Sungai Jeneberang
Muara Sungai Jeneberang terletak di kawasan wisata Benteng Somba Opu. Jika dulunya tempat ini hanya dikenal sebagai pengendali debit air Sungai Jeneberang yang dipenuhi dengan enceng gondok namun kini telah berubah total. Muara Sungai Jeneberang tak lagi ditemukan enceng gondok namun jauh lebih tertata dan terurus. 
(Muhammad Akbar : Agustus 2013)

 Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan edisi 40 dengan tema Danau oleh 

5 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh