Aneka Kuliner Favorit Selama di Cepu

Friday, March 28, 2014 muhammad akbar 14 Comments

Ini sebuah catatan saya dalam menjajah kuliner di Cepu. Tak perlu begitu kaget dengan nama kota tersebut, bukan tentang pengalaman ngebolang saya melainkan ini hanya pengalaman saya selama di Cepu yang hampir enam bulan menjalani proses pendidikan. 

Cepu merupakan sebuah kota kecil, salah satu kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Cepu juga merupakan gerbang terakhir Jawa Tengah sebelum masuk Jawa Timur dimana hanya dibatasi oleh sungai Bengawan Solo. Selain itu Cepu juga dikenal sebagai kota minyak karena terdapat banyak sumur minyak.  Masih membutuhkan penjelasan tentang Cepu? selengkapnya baca disini

Dua tahun terakhir selama di pulau jawa, seperti yang saya ceritakan sebelumnya kalau saya menghabiskan waktu sekitar enam bulan di kota Cepu untuk mengenyam pendidikan di Pusdiklat Migas Cepu, salah satu instansi pelatihan dan pendidikan minyak dan gas dibawah naugan Kementrian ESDM. Kota ini telah banyak melahirkan para pekerja kilang yang sudah tersebar di seluruh perusahaan Migas yang ada di Indonesia maupun yang ada di dunia, semuanya berawal dari dari sini. Tak hanya itu di Cepu juga terdapat  AKAMIGAS STEM, perguruan tinggi kedinasan kementerian ESDM. Akamigas merupakan sekolah dibawah kerjasama kementerian.
Selama di Cepu saya tinggal di Widya Patra 3, gedung tiga lantai milik Pusdiklat Migas yang diperuntukkan untuk para pelajar dengan suasana seperti asrama atau mess. Hidup disini serba terjamin dari transport, laundry dan makan. Khusus untuk masalah makanan, ini yang menjadi kendala saya selama di Cepu. Beberapa menu yang disajikan tidak sesua dengan tenggorakan saya, solusinya cari jajanan di luar.

Ada beberapa warung makan yang sangat saya rekomendasikan jika anda sedang berada di Cepu.

BAKSO & MIE AYAM MUTIARA
Bakso dan Mie Ayam Mutiara lokasinya di Jalan Sorogo tepatnya di depan Pusdiklat Migas Cepu. Sesuai dengan nama warungnya, menu yang tersedia ada Bakso, Mie Ayam dan Mie Ayam Bakso. Jika kalian bertanya apa menu pavorit saya kalau datang kesini pasti jawabnya Mie Ayam Bakso, harganya tidak mahal amat sesuailah dengan isi dompet. Semangkok Mie Ayam Bakso dihargai Rp. 10.000,- , Murah kan??!!!

Mie Ayam Bakso

AYAM KREMES DEPOT PAK KUMIS
Ayam kremes depot pak kumis lokasinya di kawasan taman 1000 lampu dekat dari RSUD Cepu. Menunya disini ada banyak seperti warung makan pada umumnya tapi yang sangat populer ayam kremes. Ayam goreng yang diselimuti campuran telur dan tepung makanya disebut ayam kremes, tak hanya itu sambalnya juga sangat khas dan ada juga lalapan. harganya sedikit lebih mahal tapi jika dibandingkan dengan rasanya itu tak ada apa-apanya, 1 porsi ayam kremes dihargai Rp. 19.000,-. Pokoknya makan disini dijamin manyoos dan paling enak ditutup dengan Es Teh.

Paket Ayam Kremes

SOTO LAMONGAN CAK BONDET
Soto Lamongan cak bondet lokasinya di jalan Stasiun KA dekat dari SMA 1 Cepu. Sesuai dengan namanya disini tersedia Soto Lamongan itu artinya kuliner ini berasal dari Lamongan. Setiap daerah punya penamaan soto sesuia dari daerah asalnya namun yang berbeda dari soto lamongan adalah semangkok sop sudah dicampur nasi didalamnya, isinya ada daging ayam, irisan telor dan bawang goreng.

(Sumber : kaskus)
CFC
Ini bukan Ayam KFC pada umumnya namun rasanya beda tipislah. CFC ini lokasinya di Jl. Pemuda dekat dari bekas rel KA. Ada beberapa paket yang tersedia tapi saya sering milih menu paket 4 (nasi + dada + es teh) dari segi harga sangat bersahabat, hanya Rp. 13.500,- sudah bisa memilih paket ini. CFC juga bisa delivery untuk area Cepu & sekitarnya. Restorannya dua lantai dan di setiap dindingnya terdapat lukisan musik, pokoknya tempatnya cukup keren lah untuk yang pengen suasana romantis terutama yang di lantai 2.

CFC Cepu Fried Chicken

Let's Travel to Experience The Beauty of Indonesia
Follow Twitter @indonesianholic



14 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar

Nikmatnya Ayam Panggang Bu' Suryani di Desa Gandu

Tuesday, March 25, 2014 muhammad akbar 10 Comments

Ayam Panggang Desa Gandu
Perjalanan pulang dari Sarangan kami sempatkan menikmati kuliner di kawasan ayam panggang, dikenal sebagai desa ayam panggang "Sentra Ayam Panggang Desa Gandu" sebuah gang kecil yang semua rumah menyajikan ayam panggang. Sentra ayam panggang tepatnya berlokasi di jalan Ngawi - Magetan, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Bus yang membawa kami berhenti di sebuah desa yang terbilang sepi. Sepanjang perjalanan saya tertidur pulas dan ketika dibangunkan saya kebingungan kenapa bus berhenti disini yang biasanya berhenti di SPBU atau mesjid. Kami semua turun dari bus kemudian menyusuri sebuah gang kecil dimana semua rumah penduduk menyajikan ayam panggang. Setiap rumah memiliki nama warung sesuai dengan nama penghuninya, diantaranya ada Bu' Bari, Bu' Mar, Mbak Lastri, Bu' Setu, Bu' Sarmi, Bu' Sri, Mbak Mimin dan Bu' Suryani. Mereka menjual berdampingan tetapi mereka punya prinsip bahwa rezeki sudah ada yang mengatur sehingga para ibu -ibu mempunyai langganan sendiri tanpa ada rasa kecemburuan.

Kami memilih ayam panggang Bu' Suryani yang lokasinya paling ujung dari semua deretan rumah makan. Sebuah rumah dua lantai berwarna putih dengan corak ungu. Terdapat sebuah balai-balai dan ayunan yang terbuat dari kayu. Ada yang berbeda disini dimana tak ada satupun kursi dan meja seperti rumah makan pada umumnya, yang ada hanya hamparan tikar anyaman plastik yang dibentangkan. Pengunjung menikmati hidangan ayam panggang dengan konsep lesehan.

Tampak Depan Rumah Bu' Suryani
warung makan dengan konsep lesehan
Kami memesan dua porsi ayam panggang dengan varian rasa pedas dan gurih dengan sambal bawang, sambal terasi, lalapan dan aneka macam sayur. Ayam panggang rasa pedas warnanya kemerahan karena cabenya sedangkan ayam panggang rasa gurih warnya agak kekuningan dari rempah kunyit. 

Ayam panggang yang disajikan berasal dari ayam kampung sehingga dagingnya sangat empuk. Tak hanya itu ayamnya dipanggang menggunakan tungku tanah dan kayu bakar sehingga aromanya sangat terasa. Paduan sambal dan ayam panggangnya sungguh nikmat hingga membuat saya pantang untuk mundur sebelum habis walaupun saya dibuat ngos - ngosan oleh sambalnya.

Ayam Panggang Pedas dan Ayam Panggan Gurih
Tungku Tanah dengan Kayu Bakar
Bu' Suryani (baju batik)
Tak salah jika saya harus mengatakan bahwa Ayam Panggang Bu' Suryani merupakan ayam panggang paling enak yang pernah saya nikmati. Berkunjung ke Ngawi, sepertinya harus sempatkan berkunjung ke Desa Gandu untuk menikmati ayam panggangnya. Jika Madura punya Bebek Sinjay dan Makassar punya Coto Makassar, Desa Gandu juga punya Ayam Panggang yang bisa diadu kenikmatannya. Recomended

Toss Es teh dulu sambil Elus perut

Sentra Ayam Panggang Desa Gandu

Ayam Panggang Bu' Suryani
(0351) 7788088

Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic

www.indonesianholic.com


10 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar

Outbond Ceria di Kampoeng Pinus Sarangan

Sunday, March 09, 2014 muhammad akbar 22 Comments


Masih dalam edisi liburan bersama di Sarangan dimana rundown acaranya kami juga mengunjungi Kampoeng Pinus Sarangan. Ada banyak permainan outbond yang tersedia tergantung mau mencoba yang mana tapi harus disesuaikan dengan tingkat adrenalin dan selera.

Lokasinya masih berada di kawasan Sarangan, cuaca yang dingin dengan pohon pinus yang menjulang tinggi dan semua bangunannya terbuat dari bahan dasar bambu sehingga terkesan alami sehingga pengunjung merasa tenang dan adem. Langsung saja yah wahana apa saja yang ada disini, Cekidot !!!

FLYING FOX 
Outbond flying fox merupakan permainan yang sering ditemukan di wahana outbond lainnya. Meluncur dari titik ketinggian dengan sebuah tali dan sebuah pengaman harness. Setiap peserta kami hanya diberikan kesempatan sekali untuk meluncur.

Sebelum memulai kegiatan, salah satu instruktur dari Kampoeng Pinus Sarangan memberi pengarahan dan bekal ilmu tentang peralatan yang digunakan serta kekuatan tiap alat outdoor. Hal ini sangat penting bagi kami sebelum melakukan kegiatan. Setelah pengarahan selesai, dilanjutkan dengan olahraga ringan untuk streching agar badan kami tidak kaku sehingga tidak terjadi cedera. Streching dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Streching ringan sebelum flying fox
Berhubung lintasan flying fox hanya satu maka kami harus mengantri sambil menunggu giliran. Saya mencoba menikmati dengan duduk bersandar di bawah pohon pinus sambil menghirup udara segar. Tak hanya itu kami juga saling bercanda lepas yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Terkadang harus memojokkan salah seorang teman sebagai bahan candaan walaupun ini hal yang kurang baik tapi dengan sebuah candaan yang membuat keakraban mengalir. 

Tak terasa tiba giliran saya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman sebelumnya. Saya harus berjalan dulu menuju titik ketinggian kemudian menaiki sebuah tangga menuju atas pohon. Tak hanya itu sebelum ke titik peluncuran masih ada lagi jembatan dua tali yang harus dilalui yang terhubung diatara dua pohon pinus. Bagi saya ini bukanlah tantangan yang membuat saya harus menjerit atau berteriak ketakutan seperti teman kami yang perempuan.

Setelah tiba di titik peluncuran, petugas mengaitkan carbiner di tali sambil mengarahkan saya untuk memegang tali sebagai pegangan. Sempat khawatir dan sedikit deg-degan juga tapi dengan penuh keyakinan saya meluncur sambil berteriak, bukan teriak ketakutan tapi ini cara saya menikmati permainan flying fox.

Eksis dulu  sebelum naik
Meluncur dari titik ketinggian
ATV & MINI TRAIL
Selain Flying Fox ada juga ATV bisa dijadikan sebagai pilihan wisata. ATV merupakan kendaraan bermotor untuk segala medan yang memiliki 4 buah roda. Beberapa teman saya juga mencoba mengendarai mobil ATV dengan mengelilingi lintasan yang sudah tersedia. Mengendarai ATV tak semudah yang dilihat butuh keahlian dan kekuatan tangan terutama ketika melewati jalur penanjakan. Sensasi trailnya sangat terasa, kami meneriaki ketika salah seorang teman ketika menabrak dinding tanah atau tertabrak di pohon pinus. Saya tak ikut main ATV karena tak banyak waktu, saya lebih mengutamakan ikut Downhill.



Eksis Bersama di Game ATV

DOWNHILL
Downhill merupakan olahraga bersepeda menuruni pegunungan yang sangat memacu adrenalin. Adrenalin saya muncul ketika melihat papan informasi, dimana tersedia olahraga Downhill maka saya langsung tertarik untuk mencobanya. Masa kecil saya memang kebanyakan di atas sepeda. Masih teringat jelas di ingatan saya dengan sepeda wim cycle hadiah dari mama yang sering saya kayuh di kampung. Tak hanya itu, saya memang paling senang naik sepeda lintas daerah bahkan waktu usia sekolah SMP sering ikut lomba balap sepeda kelas grass track bahkan untuk kelas cross juga.

Lintasan Downhill Sarangan ternyata sudah berstandar nasional bahkan beberapa bulan yang lalu Kejurnas Downhill etape terakhir lokasinya di Sarangan. Saya semakin bersemangat dan tak sabar untuk mencobanya. Sebenarnya saat itu hari sudah mulai sore bahkan kabut tipis sudah turun tapi saya tak ragu sedikit pun untuk membatalkannya walaupun sudah ditawari untuk melanjutkannya besok pagi. Pantang mundur sebelum mencoba.

Mobil pick-up membawa kami menuju titik start yang berlokasi di atas bukit. Jalanan yang berliku menanjak  membuat mobil harus bekerja ekstra hingga kami tiba di sebuah tempat start. Sebelum memulai downhill, pendamping menginstruksikan untuk memakai APD (Helm, Penutup sikut dan Penutup Lutut) dan menjelaskan medan secara umum. Tak lupa berdoa agar kami diberikan keselamatan.

Menuruni penurunan dengan lintasan yang diapit pepohonan dan jalur bebatuan membuat saya harus jeli memperhatikan jalur didepan. Saya memilih berada di urutan kedu dibelakang pendamping kemudian disusul Erick dan Edi. Tak diperlukan mengayuh kerena medannya sudah penurunan yang dibutuhkan hanya mengikuti jalurnya dan menghindari batu dan kayu. Selang beberapa menit saya sudah terjungkal dari sepeda hingga saya terperosok. Saya hanya bisa tersenyum ternyata downhill tak semudah yang dibayangkan. Saya banyak belajar dari kecelakaan tadi walaupun pada akhirnya saya terjatuh tiga kali sebelum tiba di finish.

Mengayuh sepeda gunung mengejar waktu yang mana hari sudah mulai gelap dan kabut berubah menjadi gerimis semakin membuat saya semakin bersemangat walaupun Erick dan Edi terlihat sangat berhati-hati sehingga harus singgah sejenak menunggu mereka yang jauh tertinggal dibelakang. Tak terasa kami tiba di garis finish padahal saya masih belum puas dan pengen mencobanya kembali.

Akhirnya saya juga bisa merasakan Downhill, wajib dicoba untuk menguji kemampuan anda dalam bersepeda. 

Deretan Sepeda Gunung untuk Downhill
Eksis dulu sebelum memulai
Eksis bersama Crew DownHill
KAMPOENG PINUS SARANGAN :
-  Wahana Edukasi dan Rekreasi Keluarga -
Tarif Wahana
  • Flying Fox              Rp. 40.000 - Rp. 80.000
  • ATV & Mini Trail    Rp.  30.000,- / 3 putaran
  • Downhill                Rp. 110.000,- / race
  • Paint Ball               Rp.  60.000,-

Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

22 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar