10 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Liburan di Makassar

Sunday, June 14, 2015 muhammad akbar 58 Comments

Apa sih yang kamu ketahui tentang Kota Makassar, tentu tidak hanya Pantai Losari dan Coto Makassar nya. Kalau cuma itu yang kamu ketahui, berarti kamu harus cepat-cepat datang ke Makassar. Makassar merupakan salah satu kota dari lima kota besar di Indonesia dari Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung dan tentunya Makassar. Tak hanya itu, Kota Makassar merupakan gerbang dari Indonesia bagian timur, dengan adanya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai tempat transit sebelum melancong ke Manado, Maluku dan Papua. So, jika kamu mau liburan ke Raja Ampat di Papua atau liburan ke Pantai Ora di Ambon, kamu mesti transit dulu di Makassar walaupun sekarang sudah ada juga sih penerbangan langsung.

Ada banyak yang kamu bisa nikmati jika liburan di Makassaar, mulai dari wisata kuliner, wisata belanja, wisata sejarah, wisata alam, wisata budaya dan wisata pantai. Semuanya lengkap deh, tergantung kamu mau pilih menikmati liburanmu dengan cara yang bagaimana. Tidak hanya itu, kamu tidak perlu takut kesasar atau tersesat karena kota Makassar sudah tersistematis dari segi transportasi mulai dari angkutan umum seperti taxi, pete' - pete', becak dan lainnya. Bahkan, saat ini sudah terdapat busway dengan nama Trans Mamminsata walupun masih belum terlalu maksimal seperti busway TransJakarta tapi setidaknya kota Makassar sudah selangkah lebih maju memikirkan tentang transportasi massal.

Jika sudah punya rencana akan liburan ke Makassar tapi bingung mau ngapain dan tempat menarik apa yang bisa dikunjungi atau dinikmati. Baiklah, saya akan menuliskan 10 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Liburan di Makassar. So, Ayo berkunjung ke Makassar


1. Abadikan moment dengan berfoto di depan tulisan Pantai Losari 


Pantai Losari merupakan salah satu landmark Kota Makassar, tempat ini memang paling wajib kamu kunjungi. Ikon kota Makassar ini sudah tidak asing lagi bagi orang Makassar dan sekitarnya. Pantai Losari terletak di sebelah barat kota Makassar, lebih tepatnya di jalan penghibur. Pantai Losari memiliki keunikan dimana dari tempat ini kamu bisa menyaksikan sunrise dan sunset dari posisi yang sama, walaupun menyaksikan matahari terbit tidak seindah menyaksikan matahari terbenam karena sebelah timurnya sudah terlalu banyak hotel yang menjulang tinggi yang menghalangi cahaya matahari pada saat terbit.

Pantai Losari terbuka setiap waktu selama 24 jam tapi paling ramai di saat jam 4 sore hingga jam 9 malam. Pantai Losari juga dapat dinikmati tanpa pungutan biaya alias gratis. Jika kamu ingin mengabadikan moment dengan berfoto di depan Pantai Losari, saya sarankan datanglah di pagi hari sehingga kamu leluasa berekspresi tanpa gangguan orang lain.

2. Menikmat Kuliner Coto Makassar


Makassar merupakan surganya kota kuliner, ada banyak kuliner yang siap memanjakan kamu dengan cita rasanya mulai dari kuliner pinggir jalan hingga kuliner yang tersedia di cafe-cafe. Kuliner Makassar paling terkenal tentunya Coto Makassar, kurang lengkap rasanya jika kamu tidak mencicipi makanan khas kota daeng ini yang terbuat dari jeroan dan daging sapi yang dihidangkan dengan kuah yang khas penuh dengan cita rasa rempah-rempah. Coto Makassar dihidangkan dalam mangkok kecil dan ketupat sebagai pasangannya.

Coto Makassar tersebar di setiap sudut kota Makassar, namanya pun sesuai dengan lokasinya seperti Coto Nusantara di Jalan Nusantara, Coto Gagak di Jalan Gagak, Coto Petarani di Jalan Pettarani. Garring Coto atau deman karena belum makan coto, sebegitu kuatnya pengaruh makanan ini terhadap orang-orang Makassar. Begitupun saya sendiri, Coto Makassar adalah salah satu makanan favorit dintara kuliner makassar lainnya. Jika kamu datang ke Makassar, saya sarankan kamu mencobanya di Coto Nusantara, Coto Maros, Coto Gagak dan Coto Paraikatte. Keempat tempat itu adalah tempat makan coto favorit saya.

3. Mengunjungi Sisa Peninggalan Sejarah Di Fort Roterdam


Fort Roterdam salah satu destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi. Fort Roterdam adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa - Tallo. Masyarakat dulu mengenalnya benteng pannyua (penyu) dengan filosofi kekuatan perang bisa berjaya di darat dan di lautan. Peningalan sisa bangunan penjajah Belanda menjadi ciri khas di tempat ini, kamu akan merasa seperti di Belanda. Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat tempat pengasingan atau tahanan  Sultan Pangeran Dipenogoro yang berada di sisi kanan pintu masuk. Ada juga Museum La Galigo, kamu bisa melihat sejarah Bugis- Makassar disini dari segi budaya, alat perang dan lainnya.

4. Mengunjungi Replika Rumah Adat Di Benteng Somba Opu


Jika Jakarta punya Taman Mini Indonesia Indah yang memparadekan semua rumah adat tiap provinsi, tak mau kalah, Sulawesi Selatan juga punya Benteng Somba Opu yang juga parade rumah adat tiap kabupaten. Rumah adat Bugis, Toraja, Makassar, dan Mandar semunya ada disini. Rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan kombinasi bambu menjadi ciri khas rumah di Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, jika kamu tidak sempat berkunjung ke Toraja, kamu bisa datang kesini melihat secara langsung rumah adat Tongkonan. 

5. Menikmati Es Teler Kuburan Panaikang


Cuaca panas Kota Makassar paling enak menikmati segelas es teler. Tempat menikmati es teler paling saya rekomendasikan adalah Es Teler Kuburan. Lokasinya berada di Jalan Urip Sumoharjo tepat di depan Taman makam Pahlawan. Tempatnya bukan di cafe melainkan hanya di pinggir jalan. Tempatnya boleh di pinggir jalan tapi rasanya boleh diadu terbukti tempat ini selalu ramai. Cita rasa tinggi dan soal harga pun sangat bersahabat untuk semua kantong. Segelasnya dihargai 7K ditambah suasana teduh di bawah pohon kenari yang menjulang tinggi wajib anda rasakan.

6. Mengunjungi Masjid Terbesar Di Makassar


Masjid Al Markas Al islami merupakan masjid terbesar di kota Makassar. Masjid ini dibangun tahun 1974 oleh seorang Jendral M.Jusuf, mantan panglima ABRI dari Makassar sebagai bentuk niatya mengembangkan peradaban islam di Indonesia bagian timur. Jika kamu perhatikan, masjid ini tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya tapi berbentuk segiempat seperti atap rumah ada suku Bugis-Makassar dan juga mirip seperti Masjid Katangka, Masjid tertua di di Sulawesi Selatan.

7. Mengunjungi Trans Studio Makassar


Selain Pantai Losari sebagai Landmark kota Makassar, kini hadir Trans Studio Makassar sebagai  ikon baru kota Makassar. Trans Studio merupakan theme park terbesar ke dua di Indonesia setelah Trans Studio Bandung. Trans Studio Makassar terletak di Jalan Kawasan Tanjung Bunga. Ada banyak wahana yang bisa menguji adrenalin kamu dan tentunya tempat ini juga sangat cocok untuk liburan bersama keluarga. Semua kelompok umur memiliki wahana permainan tersendiri. Dengan membayar 100K, kamu sudah bisa menikmati semua wahana yang ada. 

8. Menikmati indahnya Pulau Kodingareng Keke



Pulau tak berpenghuni yang ditempuh sekitar 1.5 jam dari Pelabuhan Kayu Bangkoa Makassar ini memiliki keindahan yang luar biasa. Gradasi warna air lautnya, pasir putih dan alam bawah lautnya yang membuat kamu tidak mau meninggalkan tempat ini. Pantai Kodingareng Keke merupakan satu dari pulau dari gugusan Kepulauan Spermonde.

9. Menikmati Matahari Terbenam Di Pantai Losari


Tidak bisa dipungkiri keindahan Sunset dari Pantai Losari. Tempat ini selalu ramai dipenuhi warga Kota Makassar. Warna keemasan dari cahaya matahari membuat kamu merasa tenang berada ditempat ini. Kamu juga memesan pisang epe' sambil memandangi indahnya sore hari kota Makassar. Jika kamu seorang muslim, jangan lupa sholat di Masjid Amirul Mukminin atau lebih dikenal dengan Masjid Terapung.

10. Melihat Kelap Kelip Makassar Malam Hari Dari Karebosi SkyLounge


Candotel Hotel merupakan Hotel pendatang baru di Kota Makassar, Memiliki cafe rooftop dengan nama Karebosi Skylounge bisa menjadi pilihan destinasi wisata kamu. Kelap kelip lampu kota Makassar akan memanjakan mata kamu melihat kota Makassar dari ketinggian. Sore hari menjelang matahari terbenam adalah waktu yang tepat datang ke tempat ini, kamu juga bisa menyaksikan sunset dari tempat ini. Sebelum naik ke Rooftop, setiap pengunjung diharuskan membayar 100K/Orang, dimana nantinya kamu bisa tukarkan dengan makanan dan minuman.


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

58 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Sop Saudara Warung Pangkep Hj. Anny

Wednesday, June 10, 2015 muhammad akbar 12 Comments

Makassar dikenal kota sejuta kuliner. Ada banyak kuliner yang harus kamu cicipi ketika berkunjung ke Makassar. Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang nikmatnya Sop Saudara di Jalan Irian, kali ini saya ingin berbagi lagi tentang Sop Saudara tapi ini tempatnya berbeda. Kuliner pangkep ini memang banyak yang menjual di Makassar, sop saudara memang sudah melegenda untuk para penikmat kuliner asal pangke ini. Warung Pangkep Hj. Anny, warung yang menjual sop saudara dan ikan bandeng bakar, lokasinya di Jalan Perintis Kemerdekaan tepat di samping STIMIK AKBA, plang nama warungnya terpampang jelas di pinggir jalan sebelah kiri arah ke Kota Makassar.

Semasa kuliah dulu, saya tak pernah menyempatkan untuk makan di warung ini. Seorang mahasiswa dengan uang pas-pasan setiap bulannya, rasa-rasanya hanya cukup makan di warung murah meriah di Kawasan Workshop, tempat makannya para mahasiswa yang tinggal di kost-kost'an. 


Sebelum masuk, saya mendekati dua orang yang sedang asyik membakar ikan. Saya memilih ikan bolu atau bandeng. Ikan bandengnya dipotong dua, saya memilih bagian ekornya. Ada banyak pilihan jenis ikan yang tersedia mulai dari baronang,kakap dan ikan lainnya saya tidak tau namanya. Saya memang bukan orang yang begitu familiar dengan jenis-jenis iakan. Orang Makassar memang penggila ikan bakar bahkan jika diberi pilihan antara ikan bakar dan ayam bakar, maka sebagian besar pasti memilih ikan bakar. 

Setelah memilih ikan, saya masuk ke dalam mencari tempat yang kosong. Warungnya memang sudah tertata dengan baik dengan meja dan kursi yang terpisah-pisah. Ada pilihan kursi sofanya dan ada pula kursi biasa. Warung ini memang lebih tepatnya masuk kategori restoran. Suasananya pun tidak seperti Sop Saudara Jalan Irian, disini pilihan menu minumnya beragam. Semua jenis jus tersedia, saya lebih memilih memesan jus jeruk. 

Tak perlu menunggu lama, pelayannya membawa menu makanan yang sudah saya pesan, Sepiring nasi, semangkok sop saudara, sepotong ikan bakar dengan bumbu cabenya, irisan tomat dan sepiring sambel kacang lengkap dengan daun kemangi dan irisan timun. Sungguh perpaduan yang sempurna malam itu.

Sop Saudara
Ikan Bandeng Bakar dengan Bumbu Cabe
Sambel kacang dengan lalapannya
Saya sangat menikmati sop saudara dan ikan bakarnya, bumbu cabe dan sambel kacangnya menjadi komposisi yang saling melengkapi. Ikan bakarnya nikmat banget ketika dicocol di sambel kacang yang sudah dicampur dengan daun kemangi, aromanya begitu terasa dengan bumbu cabenya. Sesekali irisan timun dan tomat menjadi penawar ketika saya sudah mulai kepedasan. 

Setelah semuanya terlahap abis tanpa tersisa dan jus jeruk menjadi minuman penutup malam itu. Akhirnya saya bisa mengobati rasa ngiler saya selama ini, rasa yang saya simpan dari dulu, kini saya kabulkan ketika sudah bekerja. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi dengan uang bisa membuat saya kenyang dan menikmati kuliner yang saya inginkan. 

12 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Jakarta, Aku Datang Kembali

Wednesday, June 10, 2015 muhammad akbar 18 Comments

Hari itu hari sabtu, 18 April 2015. Perjalanan panjang melintasi lautan menuju pulau Jawa dari Pulau Sulawesi. Terbang bersama maskapai plat merah Garuda Indonesia dari Makassar ke Ibukota Jakarta dari kota Makassar. Hampir dua tahun setelah saya tinggalkan, kini saya datang kembali menengok kabar ibukota. Pak Jokowi sudah menjadi presiden dan Pak Ahok sudah menjadi Gubernur. Sudah banyak mengalami perubahan, namun yang masih berbekas bagaimana suka dan dukanya tinggal di Jakarta. Banyak pelajaran yang saya dapatkan terutama dalam hal tranportasi umum, bagaimana seruhnya berdesak-desakan demi sebuah tempat duduk di Busway Transjakarta, bagaimana serunya naik kopaja atau metromini ketika kebut-kebutan, bagaimana serunya naik bajaj ketika melewati lorong-lorong. Diantara semua keseruan itu, hal yang paling tak terlupakan adalah kehilangan handphone blackberry di atas bus Pulogadung. Rasanya pengen murka tapi apa daya, saya tidak tahu harus mengaduh dengan siapa.

Kedatangan saya ke Jakarta kali ini demi sebuah tugas dan tanggung jawab dari tempat saya bekerja. Ini bukan cerita tentang kota Jakarta, tapi ini awal cerita yang membuat saya senang bisa kembali ke Pulau Jawa. Setelah saya mendarat di Bandara paling padat se-Indonesia, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Lalu perjalanan kemudian dilanjutkan menuju sebuah kota, dimana kota ini merupakan tempat pelarian paling dekat orang Jakarta ketika pening dengan hiruk pikuk perkotaan, kawasan Puncak Bogor. Iya, saya dalam perjalanan menuju Puncak Pass Bogor, tempat tinggal saya dalam beberapa bulan kedepan. 
Terbang bersama Garuda
Jakarta dari ketinggian
Perjalanan menuju puncak terbilang mulus dan lancar ketika melewati jalan tol, tapi semuanya berubah dengan seketika ketika keluar dari tol. Mobil berjejer rapi di depan sehingga bus yang saya tumpangi harus terhenti. Jalan poros puncak lagi macet-macetnya karena pada saat itu lagi hari libur. Namun tidak perlu menunggu lama, sebuah mobil patroli milik polisi muncul dengan tiba-tiba dan berhenti tepat berada di depan bus, ibarat pahlawan yang menyelamatkan kami dari kemacetan. Akhirnya kami terbebas dari macet dan bisa dengan leluasa melewati hadangan mobil-mobil. Saya merasa ini eksklusif banget, karena mendapatkan pengawalan khusus. Informasi yang saya dapatkan dari asisten sopir bahwa hal ini sudah biasa dilakukan oleh polisi, ini merupakan fasilitas yang diberikan bagi yang mau membayar dengan harga yang saya tidak ketahui jumlahnya jika tidak mau terhalang macet.

Suasana pegunungan mulai terasa, dari balik kaca jendela terlihat pegunungan yang hijau disertai kabut tipis. Deretan rumah makan dan villa yang tak terhitung jumlahnya. Puncak Bogor ini merupakan kota seribu villa. Tidak salah jika kawasan puncak merupakan tempat liburan terbaik ketika weekend. 

***
Lima jam perjalanan akhirnya terhenti juga di sebuah hotel daerah Lembah Hijau. Nama hotelnya "Lembah Hijau Mountain Resort Hotel" suasananya sangat sejuk, banyak taman bunga dan  pohon pinus mengelilingi tempat ini. Lokasinya yang berada di lembah membuat saya setiap hari bisa melihat Gunung Gede dan Gunung Pangarango. Hotelnya berbukit-bukit tidak seperti hotel pada umumnya, kamarnya ada pilihan cottage dan deluxe nya juga. Terdapat banyak fasilitas olahraga mulai dari lapangan tennis, lapangan futsal, kolam renang, driving range golf, dan recreation hall ( fitness, sauna, karaoke, bilyard) Sungguh tempat terbaik di antara tempat yang pernah saya tinggali. Setelah check-in di resepsionist, saya mendapatkan kamar deluxe 451 yang berada di perbukitan.

Lembah Hijau dari Bukit Golf
Deluxe Room Twin Bed
Tempat menikmati secangkir kopi sambil memandangi pegunungan
Tinggal di kawasan puncak hingga bulan Desember. Tentunya saya punya banyak waktu dan beberapa destinasi wisata daerah puncak bisa saya kunjungi. Ketika Hari libur tiba, saya juga bisa mamfaatkan jalan-jalan ke Jakarta atau ke Bandung, namun kendalanya cuma satu, Jalanan di puncak selalu macet ketika weekend, tapi itu bukan penghalang untuk tidak bisa kemana-mana. Temukan cerita saya selanjutnya.

18 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh