Review Hotel Ibis Bali Kuta

Wednesday, March 09, 2016 muhammad akbar 71 Comments

Liburan ke Pulau Dewata memang selalu menyenangkan, itu yang saya rasakan ketika berkunjung ke Bali tahun lalu. Jatah libur dari kantor selama 1 minggu,  membuat saya memilih Bali sebagai tempat pelarian terbaik untuk melupakan sejenak rutinitas kerjaan.

Ini adalah kunjungan kedua saya ke Bali. Saya tidak mau terulang lagi pengalaman yang sebelumnya,. Pengalaman terlantar di luar bandara. Menunggu teman yang katanya mau menjemput, tapi hampir 3 jam saya diluar tapi tak kunjung datang juga. Cerita lama tapi kalau dikenang menyenangkan juga. Tidak seperti mantan, cerita lama tapi kalau dikenang..Ah sudahlah tidak usah dibahas, nanti malah baper.

Nah, dari pengalaman itu, jauh hari sebelum ke Bali saya sudah menyiapkan segalanya mulai dari akomodasi, transportasi dan itinerary secara umum. Pertama, saya rental motor selama 5 hari dengan perjanjian diantar ke Bandara Ngurah Rai. Kedua, saya booking hotel yang lokasinya tidak jauh dari Bandara, harganya terjangkau dan tidak terlalu jauh dari Kawasan Pantai Kuta. Dari situs booking Traveloka, saya mendapatkan Hotel Ibis Bali Kuta yang harganya sekitar 300an. Ketiga, Saya sudah memutuskan bahwa Itinerary hari pertama, untuk tidak kemana-mana alias staycation di kamar.

Lokasi
Lokasi Hotel Ibis Kuta Bali sebenarnya bukan daerah Kuta, ini masih daerah Tuban. Tapi tidak terlalu jauh juga dengan Pantai Kuta. Selain harga, lokasi nya yang dekat dari Bandara dan mudah dijangkau menjadikan alasan saya memilih hotel ini.

Setelah mengurus administrasi dengan pihak penyedia rental motor di Bandara, saya pun memacu sepeda motor Yamaha Mio keluar dari parkiran Bandara. Menyusuri jalan sesuai yang diarahkan dari google maps. Melewati pertigaan Patung Satria Gatotkaca, belok kiri kemudian melewati Toko Krishna hingga saya sudah berada di depan Hotel. Lumayan dekat hanya 15 menit dari Bandara.

Pada umumnya pihak Hotel melayani check in setelah pukul 13.00 atau 14.00. Tapi Resepsionis Hotel Ibis Bali Kuta melayani saya dengan ramah, bahkan saya sudah bisa masuk kamar walaupun saat itu masih pukul 11.30. Awalnya saya berpikir akan menunggu dulu, tapi karena sudah ada kamar yang kosong maka saya diperbolehkan untuk menuju kamar lantai 5. Kesan pertama yang bagus, seharusnya semua hotel seperti ini. 

Interior hotel dari meja resepsionis hingga di depan pintu masuk lift, dihiasi dengan lukisan yang artistik bernuasa Bali. 

Sebagai hotel bintang tiga, Hotel Ibis Bali Kuta menawarkan kenyamanan yang maksimal pada setiap tamunya, mulai dari resepsionis yang ramah hingga mengantarkan saya hingga ke pintu lift dan mengarahkan lokasi kamar saya. 

Fasilitas Kamar
Kesan pertama setelah buka pintu, kamarnya lumayan luas dengan kasur yang empuk dilengkapi dengan dua buah bantal dan guling, semuanya serba warna putih agar terkesan bersih dan nyaman. Bantalnya berbahan bulu angsa, ini yang membuat saya nyaman, selalu suka dengan hotel yang bantalnya berbahan bulu angsa. Dindingnya kombinasi tembok warna putih dan lapisan kayu warna coklat. Terdapat sebuah meja panjang tepat didepan kaca jendela, dipasang kain gorden 3 warna yang bisa dibuka tutup.

Selain tempat tidur, juga terdapat lemari tanpa pintu yang ditempatkan pada sudut kamar, ada juga tempat untuk menggantung pakaian. Televisi 24 inch terpasang di dinding yang dilapisi kayu, sehingga kamarnya terkesan luas.

Selain tempat tidur, fasilitas toilet adalah bagian terpenting jika saya menginap di Hotel. Sebagus apapun hotelnya tapi kalau toiletnya kotor atau berbau, semuanya langsung saya kalikan dengan nol. tapi Hotel Ibis Bali Kuta, toiletnya luas dan bersih. Ada juga hair dryer, ini biasanya penting bagi perempuan.


Fasilitas Restoran
Selain fasilitas kamar, biasanya hotel punya penilaian tersendiri untuk restoran dan paket breakfast. Hotel Ibis Bali Kuta menawarkan dua tempat untuk sarapan, ada outdoor dan indoor. Sebuah ruang terbuka dengan jejeran kursi dan meja kayu, lantainya juga dari papan kayu. Tidak hanya itu, terdapat sebuah kolam kecil yang mengelilingi lantai kayunya, pengunjung benar-benar dimanjakan. Disudut taman terdapat juga patung khas Bali.

Kalau sarapan kamu suka pesan telur goreng gak? Nah, disini kamu bisa pesan telur goreng dengan varian rasa, ada omelete, boiled, bached, fried, scramble. Buat yang tidak suka makan makan yang berat-berat di pagi hari, kamu bisa memilih bubur ayam atau cukup roti tawar dengan pilihan aneka macam selai. Minumnya, ada pilihan jus dan jamu. 

Nah, Hotel Ibis Bali Kuta cocok gak sebagai pilihan menginap di Bali? Harga yang 300an sepertinya sangat cukup dengan fasilitas yang diberikan.

Tips : Makan yang banyak sebelum check out, agar siangnya tidak perlu makan lagi
Hotel Ibis Bali Kuta
Jl. Raya Kuta No. 77, Bali 80361
Tel: (0361) 756500

71 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh

Ayo Ke Luwuk, Melihat Gerhana Matahari Total 2016

Tuesday, March 08, 2016 muhammad akbar 39 Comments

Gerhana Matahari Total 2016 (http://news.liputan6.com/)
Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) tahun 2016 merupakan momen langkah, setidaknya butuh 33 tahun setelah tahun 1983 untuk bisa melihat kembali gerhana matahari total. Saat itu saya belum lahir, jadi momen tahun ini tidak ingin saya lewatkan begitu saja. 

Ini sebuah keberuntungan bagi Indonesia karena menjadi satu-sataunya negara yang dilalui gerhana matahari, selebihnya di lautan. Diperkirakan akan banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia demi melihat Gerhana Matahari Total, bisa dilihat dari pemberitaan beberapa hari terakhir di media massa, khususnya media televisi. Semuanya memberitakan bahkan ada yang sudah siap untuk meliput secara live streaming agar semua masyarakat Indonesia bisa melihat fenomena ini.

Ketakutan-ketakutan masa dulu sudah tidak ada lagi, walaupun masih ada sih sebagian orang yang masih takut untuk melihat langsung. 

“Saya takut keluar rumah nanti mata saya buta” itu artinya kamu masih berpikir tempo doeloe. 

Ada dua hal penting yang harus diketahui, pertama jangan melihat langsung pada saat matahari mulai menutup, yang kedua jangan melihat langsung pada saat matahari sudah mulai terlihat kembali. Saat itu cahaya matahari sangat terang dan bagian retina mata tidak mampu untuk melihatnya. 

Nah, bagaimana dengan lokasi Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia? Jauh hari sudah diumumkan bahwa beberapa kota di Indonesia akan dilalui Gerhana Matahari Total, ada kota Palembang, Bangka dan Belitung di Pulau Sumatera. Ada kota Palangkaraya, Sampit dan Balikpapan di Pulau Kalimantan. Ada kota Palu, Poso, dan Luwuk di Pulau Sulawesi. Terakhir kota Ternate. Dinas pariwisata setempat sudah siap menyambut para wisatawan yang datang, ini merupakan berkah bagi sektor pariwisata Indonesia. 

Selain kota tersebut, masih ada beberapa kota lainnya namun kamu hanya melihat gerhana matahari setengah, tapi masa iya melihat fenomena ini setengah-setengah, sempatkanlah mengunjungi salah satu kota diatas. Nah, dari daftar kota tersebut, saya sendiri akan menyaksikan momen ini di Luwuk, Sulawesi Tengah. Luwuk adalah Ibukota kabupaten Banggai, kabupaten paling timur di Sulawesi Tengah. Kota kecil dengan pemandangan perbukitan dan pantai adalah landscape kotanya. Letaknya yang di ujung timur dari ibukota provinsi, Palu. Jarak dari Palu sekitar 600 km, namun tidak menjadikan kota ini terpencil. Kehadiran Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang memiliki rute penerbangan Luwuk-Palu, Luwuk-Makassar dan Luwuk- Manado, setidaknya ada 3 kali penerbangan setiap harinya untuk ketiga kota tersebut.




Kota Luwuk memang tidak semeriah kota lainnya dalam menyambut GMT seperti Palembang, Belitung, Palu dan Ternate. Namun itu tidak menjadikan bahwa luwuk bukan menjadi pilihan terbaik untuk menyaksikan peristiwa langkah ini. Ada 3 hal yang harus kamu ketahui tentang Luwuk, disimak baik-baik yah!

Luwuk sebagai tempat Gerhana Matahari Total dengan durasi paling lama
Pusat sains antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah merilis daftar kota yang dilalui Gerhana Matahari Total beserta waktu dan durasinya. Dari data tersebut, kota luwuk sebagai kota dengan durasi waktu paling lama menyaksikan GMT, sekitar 2 menit 50 detik. Kemudian disusul Poso dengan 2 menit 40 detik dan Ternate 2 menit 39 detik. 

Bukit Keles, Spot terbaik Melihat GMT dari ketinggian.
Tidak hanya tentang seberapa lama kamu menikmati gerhana matahari, tapi di Luwuk juga mempunya spot terbaik, Bukit Keles. Dari ketinggian bukit keles kita bisa melihat fenomena ini secara langsung tanpa terhalang dari gedung bertingkat, atap rumah atau pepohonan. Tentunya kamu tidak mau, melihat GMT tapi pandanganmu tidak leluasa.  Kamu bisa mengabadikannya dari berbagai sudut dengan pemandangan laut dan kota luwuk dari ketinggian.






Pantai Kilo Lima, Spot terbaik Melihat GMT dari pantai
Selain Bukit Keles,ada pantai paling terkenal di Luwuk. Dari namanya sudah bisa ditebak, pantai ini lokasinya 5 kilometer sebelah barat daya kota Luwuk arah ke Batui. Pantai pasir putih dengan gradasi warna air lautnya yang membuat orang melihatnya pengen langsung nyebur. Menikmati Gerhana dari pantai ini, juga pilihan terbaik. Sepanjang pantai ini juga terdapat warung dengan menu andalan pisang goreng sambel ikan roa. 



Tiga alasan diatas, setidaknya bisa membuat kamu untuk berkunjung ke Luwuk. Masih ada dua hari lagi, namun sepertinya saya sudah tidak sabar melihat kejadian langkah ini. Luwuk menjadi kota pilihan saya, kamu dimana?


39 comments:

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh